Tanpa pelatih tetap, Chelsea membawa dua skenario paling ekstrem ke Stadion Etihad. Mereka bisa sangat merepotkan tuan rumah Manchester City atau justru sebaliknya.
03 Jan 2026 16:04 WIB · Olahraga
AP
MANCHESTER, SABTU — Setelah pemecatan Pelatih Enzo Maresca yang mengejutkan jagat sepak bola di momen Tahun Baru, Chelsea akan bertandang ke markas Manchester City. Chelsea memang terlihat sedang dalam kondisi rapuh saat ini, tetapi mereka akan sangat sulit ditebak.
Para petinggi Chelsea menyadari betul konsekuensi pemecatan Maresca. ”Si Biru” tidak hanya kehilangan pelatih berkualitas yang membawa trofi Piala Dunia Antarklub. Mereka juga akan bertandang tanpa pelatih tetap ke Stadion Etihad, Manchester, Senin (5/1/2026) pukul 00.30 WIB.
Chelsea akan dipimpin Callum McFarlane, pelatih tim U-21. ”Ini adalah 24 jam yang gila, seperti badai, seperti yang bisa Anda bayangkan, tetapi juga sangat menyenangkan. Pengalaman luar biasa,” kata McFarlane yang harus mengganti kartu akses lebih dulu untuk bisa masuk ke ruang konferensi pers.
McFarlane belum pernah memimpin tim senior sepanjang karier kepelatihannya. Dia baru bergabung dengan tim kelompok usia Chelsea pada musim panas lalu. Sebelumnya, pria asal Inggris itu bekerja sebagai pelatih U-18 dan U-21 Southampton selama dua tahun.
Uniknya, McFarlane akan menjalin reuni dengan Manajer City Pep Guardiola. Dia pernah bekerja di City pada 2021-2023, sebagai asiten pelatih tim U-18. Perbedaan mereka sangat kontras. Saat Guardiola sudah memimpin lebih dari 1.000 laga, McFarlane baru akan mejalani debutnya.
”Saya cukup santai. Saya yakin, saat kami semakin dekat dengan pertandingan, suasananya akan semakin menegangkan. Saya belum pernah bekerja di level ini sebelumnya, tetapi para pemain sangat hebat dan kami akan melakukannya bersama-sama. Kami datang tanpa beban,” ujar McFarlane.
Walaupun tampak kurang meyakinkan, Chelsea berpeluang mengejutkan. Cole Palmer dan rekan-rekan akan menjalani suasana kebatinan yang baru tanpa Maresca. Mereka sekaligus melepas tren buruk, satu menang dari tujuh pertandinga liga, yang membuat pelatih sebelumnya dipecat.
Chelsea yang memiliki rerata usia skuad termuda, 23,7 tahun, juga bisa kembali tampil lepas. Seperti diketahui, performa mereka menurun drastis setelah dilabeli ”kandidat juara” ketika berhasil menahan imbang Arsenal dengan sepuluh pemain. Sekarang, beban ekspektasi itu telah runtuh.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/02/670d631f0ec2fdfa634a9c2d42a52e77-FBL_ENG_PR_SUNDERLAND_MAN_CITY_135007726.jpg)
Kebetulan, rekor Maresca juga terbilang buruk saat bertemu dengan sang guru, yaitu Guardiola. Chelsea kalah beruntun dari City, di kandang dan tandang, pada musim lalu. Mereka kemasukan tiga gol dari dua laga itu, sementara hanya mencetak satu gol. Presensi Maresca tidak membantu.
McFarlane menyukai formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3. Pola itu persis dengan yang digunakan Maresca. Tanda tanya terhadap sang pelatih sementara lebih ke pemilihan pemain. Salah satunya, dia harus memutuskan pemain pengganti untuk gelandang Moises Caicedo yang absen karena akumulasi kartu.
Bagi Guardiola, pengaruh pelatih sangat penting dalam laga besar. Karena itu, dia sempat tidak mau berbicara banyak soal laga versus Chelsea dalam konferensi pers, Jumat kemarin. Ketika itu, sang manajer belum mengetahui siapa sosok pelatih yang akan memimpin tim tamu.
”Kami tidak akan banyak bicara jika kami tidak tahu manajer mana yang akan ada di sana dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi. Chelsea selalu berbahaya dan Liga Inggris selalu berbahaya di setiap laga,” kata Guardiola yang sangat kecewa seusai ditahan imbang Sunderland di laga terakhir.
Guardiola justru lebih tertarik membicarakan Maresca. Menurut dia, mantan muridnya itu pantas diberikan kesempatan lebih banyak. ”Dari sudut pandang saya, Chelsea telah kehilangan sosok pelatih luar biasa dan manusia yang hebat. Namun, itu adalah keputusan dari manajemen Chelsea,” ujarnya.
Manajer asal Spanyol itu sekaligus menepis rumor tentang masa depannya di City. Dikabarkan, Maresca akan meneruskan kepemimpinan Guardiola yang akan hengkang pada musim panas berikutnya. Guardiola menegaskan akan menghargai kontraknya yang baru berakhir pada musim panas 2027.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/26/99dd1885c395dddd86e9f5a95f2c0fc8-wires_photo_25_.jpg)
Sementara itu, manajemen Chelsea masih sibuk mencari pengganti tetap untuk posisi pelatih kepala. Liam Rosenior, pelatih muda dari klub Perancis, RC Strasbourg, muncul sebagai kandidat terkuat. Kepindahan tidak akan sulit karena Strasbourg berada dalam satu grup kepemilikan yang sama dengan Chelsea.
Rosenior, 41 tahun, tidak menampik rumor kepindahan tersebut. ”Di hidup, tidak ada jaminan sama sekali. Anda tidak tahu yang terjadi besok. Saya hanya melakukan tugas. Saya tidak mau menjamin berapa lama akan berada di sini,” katanya kepada L’Equipe. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra