Manchester City mendatangkan tiga pemain muda bertalenta hebat di musim dingin ini. Perjalanan karier mereka bisa jadi teladan para pemain muda Indonesia.
22 Jan 2025 17:02 WIB · Olahraga
Selama bursa transfer musim dingin pada pertengahan kompetisi 2024-2025, Manchester City telah memperkenalkan tiga pemain baru yang masih berusia belia. Jika dicermati, ketiga pemain itu pernah bersinggungan dengan pemain-pemain muda Indonesia saat ini. Bedanya, kini mereka telah direkrut oleh salah satu tim terbaik di dunia dan akan merasakan asuhan pelatih revolusioner, Pep Guardiola.
Dua dari tiga pemain itu diperkenalkan di pekan ini. Mereka adalah Abdukodir Khusanov (20) dan Vitor Reis (19). Satu pemain lainnya adalah Claudio Echeverri (18) yang telah dipinjamkan kembali ke River Plate hingga akhir musim ini.
Menariknya, ketiga pemain itu pernah satu arena dengan pemain-pemain Indonesia. Khusanov, misalnya, pernah menghadapi tim U-20 dan U-23 Indonesia pada periode 2023 dan 2024.
Kala itu, Khusanov membela tim U-20 Uzbekistan pada Piala Asia U-20 2023. Mereka berjumpa Indonesia pada babak penyisihan yang berakhir sama kuat, 0-0. Satu tahun berselang, Khusanov dan tim U-23 Uzbekistan mengandaskan langkah Indonesia di babak semifinal Piala Asia U-23 2024. Indonesia tumbang 0-2. Pada dua pertandingan itu, Indonesia diasuh oleh Shin Tae-yong.
Khusanov menghadapi pemain muda Indonesia, seperti Hokky Caraka, Ronaldo Kwateh, dan Dony Tri Pamungkas, di Piala Asia U-20 Uzbekistan 2023. Ia juga meredam pemain depan tim U-23 Indonesia, di antaranya Ramadhan Sananta, Marselino Ferdinan, dan Witan Sulaeman, pada Piala Asia U-23 Qatar 2024.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/22/9c56846b-cb37-4e80-b74f-7c4d10f2c978_jpg.jpg)
Ketika pemain-pemain muda Indonesia masih kesulitan mencari tempat di klub-klubnya di Eropa, seperti Marselino di Oxford United serta Rafael Struick di Brisbane Roar, Khusanov telah menunjukkan peningkatan kualitas signifikan dalam satu tahun terakhir. Ia telah bermain sebanyak 31 pertandingan bersama tim Liga Perancis, Lens, termasuk 16 pertandingan pada paruh pertama musim 2024-2025.
Performa di Perancis itu membantu Khusanov mendapat perhatian dari tim pemandu bakat City hingga akhirnya Guardiola merestui untuk merekrutnya dari Lens. Khusanov pun langsung menjadi pemain Asia dengan nilai transfer terbesar di Eropa.
City rela merogoh dana sebesar 40 juta euro atau sekitar Rp 677,6 miliar. Nilai transfer Khusanov itu hanya kalah dari Kim Min-jae ketika dibeli Bayern Muenchen dari Napoli pada musim panas 2023.
Khusanov memiliki kekuatan fisik luar biasa. Reis adalah pemain muda Brasil yang menarik. (Pep Guardiola)
Besaran transfer itu menunjukkan keyakinan City terhadap potensi Khusanov sebagai calon benteng baru pertahanan City di masa depan. Setidaknya, hingga akhir musim ini, Khusanov akan mendapat bimbingan langsung dari bek terbaik City, yaitu Ruben Dias, John Stones, Manuel Akanji, dan Nathan Ake.
Khusanov adalah produk asli pembinaan Uzbekistan yang mulai melakukan perubahan besar-besaran pada awal dekade 2010-an. Dimulai dengan memercayakan timnas kepada pelatih lokal, yaitu Rauf Inileez, untuk bertarung di kualifikasi Piala Dunia 2010 dan Piala Asia 2011, Asosiasi Sepak Bola Uzbekistan (UFA) mengubah pola pembinaan untuk mewajibkan klub profesional memiliki akademi usia dini terstruktur.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/22/bfcb62af-e543-4ee9-9347-57944bcf130c_jpg.jpg)
Tak ayal, Khusanov adalah generasi pertama dari buah perubahan besar yang dilakukan UFA. Ia meniti mimpi sebagai pesepak bola profesional di klub Bunyodkor yang berasal dari kota asalnya, Tashkent, sejak 2011 hingga 2021.
Salah satu faktor ”x” yang dimiliki Khusanov adalah kemauannya keluar dari zona nyaman. Pada 2022 atau ketika masih berusia 18 tahun, Khusanov telah merantau ke klub Belarus, Energetik-BGU. Setahun kemudian, ia memulai petualangan di Perancis bersama Lens.
Dua tahun cukup bagi Khusanov menetap di Perancis. Ia akan memulai petualangan di Manchester, Inggris, setidaknya hingga musim panas 2029.
”Ini bukan hanya untuk saya, melainkan juga untuk Uzbekistan. Saya pemain Uzbekistan pertama di Liga Inggris. Namun, saya yakin, ini hanya permulaan karena akan lebih banyak pemain Uzbekistan datang dan bermain di Inggris,” ujar Khusanov dalam keterangan resminya.
Sementara Reis dan Echeverri mencuri perhatian dunia mulai dari Piala Dunia U-17 2023 yang berlangsung di Indonesia. Reis bermain sebagai bek tengah Brasil sekaligus kapten tim U-17 Brasil. Adapun Echeverri adalah gelandang serang dan kapten tim U-17 Argentina.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/22/de3d3128-fb83-4f70-9737-2f9e125ac94b_jpg.jpg)
Kedua pemain itu pun pernah saling bertarung untuk menyajikan pertarungan hebat di Stadion Internasional Jakarta (JIS). Pertemuan Brasil versus Argentina tersaji di babak perempat final yang dimenangkan oleh Argentina 3-0. Reis harus menyaksikan Echeverri mencetak hattrick.
Pada ajang Piala Dunia level umur termuda itu, Indonesia juga tampil dengan status tim tuan rumah. Skuad U-17 Indonesia yang diasuh Bima Sakti memiliki pemain berbakat, misalnya Arkhan Kaka, Iqbal Gwijangge, dan Riski Afrisal. Berbeda dengan Reis dan Echeverri yang sudah menuju City dan liga terbaik dunia, mereka masih merajut mimpi untuk tampil reguler di level profesional.
Resi dan Echeverri berbeda dengan Khusanov. Sebab, City bakal menjadi tim pertama di luar Tanah Air mereka. Hal itu tak lepas dari reputasi abadi Liga Brasil dan Liga Argentina sebagai kompetisi penghasil bakat-bakat spesial yang kemudian menjadi pijakan pemain muda Amerika Selatan menuju Eropa.
Selama tahun 2024, Reis membela Palmeiras pada 26 pertandingan di empat kompetisi berbeda, termasuk Liga Brasil Piala Libertadores. Reis adalah pemain bertahan serbabisa. Ia bermain kokoh sebagai bek tengah, tetapi bisa juga tampil sebagai bek kanan dan gelandang bertahan.
Kemampuan itu tentu amat dibutuhkan untuk beradaptasi dengan tuntutan besar dari Guardiola. Juru taktik asal Spanyol itu menginginkan pemainnya bisa menjalani multiperan, kecuali Erling Haaland yang fokus mencetak gol.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/10/68b74fed-cb37-4234-b7bd-72be8b3290c0_jpg.jpg)
”Saya akan bekerja keras. Saya juga harus belajar banyak dari pemain elite di City dan para bek-bek terbaik di dunia di dalam skuad, terutama Ruben (Dias) yang berbicara dengan bahasa yang sama (Portugis). Jadi, saya akan mendengarkan nasihatnya,” tutur Reis dalam pernyataan resmi sebagai pemain baru City.
Guardiola mengakui Reis dan Khusanov akan fokus untuk dipersiapkan tampil di Liga Inggris. Selain menatap masa depan dengan dua pemain itu, Guardiola juga yakin dengan potensi mereka bisa memberikan dampak langsung kepada City.
”Mereka pemain muda yang datang untuk beberapa tahun di tim. Mereka bertipe berbeda. Khusanov memiliki kekuatan fisik luar biasa. Reis adalah pemain muda Brasil yang menarik,” kata Guardiola di sela konferensi pers jelang laga melawan Paris Saint-Germain seperti dikutip Manchester Evening News.
Khusanov, Reis, dan Echeverri sekali lagi membuktikan kelahiran pemain hebat yang bisa menembus klub dan liga terbaik dunia adalah buah kerja panjang pemangku kepentingan sepak bola sebuah negara. Sistem pembinaan yang terstruktur hingga kompetisi profesional berkualitas adalah sarana bagi pemain muda untuk mencapai potensi terbaik mereka.
Kedatangan Khusanov di City adalah anugerah besar bagi usaha keras UFA melahirkan pemain-pemain yang mampu bersaing di dunia. UFA dan Uzbekistan telah membuktikan mereka bisa. Lantas, PSSI kapan?
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan