Performa meningkat AS Roma di bawah kendali Gian Piero Gasperini belum tersaji di gim besar. Napoli sudah menemukan jalan keluar dari kendala badai cedera.
01 Des 2025 09:16 WIB · Olahraga
AP
ROMA, SENIN — Belum ada mental pemenang dalam skuad AS Roma. Kekalahan selalu dialami ”Si Serigala” ketika menghadapi tiga tim pesaing utama meraih gelar Liga Italia musim 2025-2026. Sebaliknya, Napoli kembali ke puncak klasemen dengan koleksi poin setara dengan AC Milan.
Duel perebutan capolista atau puncak klasemen di pekan ke-13 tersaji di Stadion Olimpico, Roma, Senin (1/12/2025). Roma yang menjadi penguasa tunggal pada pekan lalu gagal mempertahankan singgasana.
Susunan empat tim teratas Liga Italia kembali bergejolak. Gol tunggal penyerang sayap Napoli, David Neres, di menit ke-36 sudah cukup untuk Napoli kembali memimpin persaingan di puncak klasemen Liga Italia.
Napoli sudah mengemas 28 poin dari 13 gim. Jumlah poin itu serupa dengan milik AC Milan. Namun, Napoli ada di peringkat kedua karena lebih inferior dalam rekor pertemuan kontra Milan pada musim ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/01/5c3e0fdb-aded-44a5-804e-5043293ea5c8_jpg.jpg)
Sebaliknya, Roma terjun ke peringkat keempat. Meskipun hanya berselisih satu poin dari Milan dan Napoli, situasi Paulo Dybala dan kawan-kawan tidak baik untuk bersaing dengan tiga pesaing mereka di papan atas.
Penyebabnya, Si Serigala memiliki rekor head-to-head buruk menghadapi Milan, Napoli, dan Inter. Mereka menderita kekalahan dalam duel kontra tiga tim tersebut. Menariknya, Roma selalu menelan kekalahan 0-1 meskipun bermain lebih menekan dibandingkan tiga lawan itu.
Setelah gol yang diciptakan Neres, Roma gagal memberikan respons positif. Lima pergantian di lini serang yang dilakukan Pelatih Roma Gian Piero Gasperini pada babak kedua tidak berbuah hasil yang diinginkan.
Tommaso Baldanzi, Neil El Aynaoui, Leon Bailey, Stephan El Shaarawy, dan Dybala dimasukkan setelah turun minum. Mereka gagal membongkar pertahanan blok rendah Napoli di babak kedua.
Roma hanya menghasilkan sebuah peluang besar ketika laga memasuki menit ke-90. Kolaborasi umpan satu-dua Dybala dengan Baldanzi di muka kotak penalti Napoli berujung peluang milik Baldanzi. Sayang, sepakan penyerang berusia 22 tahun itu bisa ditepis kiper Napoli, Vanja Milinkovic-Savic.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/01/6ba2de07-ad91-496b-b4b0-19a18d7483cc_jpg.jpg)
Gasperini menyebut tiga pertandingan besar yang menyebabkan kekalahan bagi timnya berjalan dengan berbeda. Dibandingkan dua pertandingan menghadapi duo Milan, Gasperini menganggap duel kontra Napoli wajar berakhir kekalahan karena timnya tampil di bawah standar.
”Ini hal yang menyesakkan karena kami tidak menampilkan energi yang dibutuhkan. Permainan sama sekali tidak menghibur seperti laga-laga yang telah kami jalani. Kami menderita karena gagal memainkan gaya bermain yang seharusnya kami sajikan di gim besar ini,” kata Gasperini, seperti dikutip Corriere dello Sport.
Dalam laga kontra Napoli, Gasperini menyaksikan anak asuhannya dari tribune naratama. Ia menjalani larangan satu gim mendampingi tim akibat menerima kartu merah ketika menghadapi Cremonese pekan lalu.
Juru taktik berusia 67 tahun itu tidak khawatir dengan kans timnya dalam persaingan di papan atas. Menurut Gasperini, perjalanan musim ini masih amat panjang sehingga segalanya masih bisa terjadi.
”Persaingan di posisi teratas sangat ketat dan nyaris seperti kompetisi eliminasi. Tidak hanya empat tim, banyak tim juga masih berpeluang untuk ikut bersaing,” kata Gasperini.
Ia menambahkan, ”Kami memiliki waktu istirahat dan persiapan selama satu pekan sebelum akan menjalani laga setiap tiga pekan (di Desember). Kami harus belajar dari laga-laga besar untuk membantu kami semakin baik.”
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/01/d278c137-b82e-425e-b508-a91b5284fc75_jpg.jpg)
Napoli merayakan kemenangan dengan semringah ketika mendengar wasit Davide Massa meniupkan peluit akhir. Pelatih Napoli Antonio Conte menghampiri setiap pemainnya untuk memberikan pelukan perayaan.
Kemenangan atas Roma kian mengunci taktik baku baru Napoli, terutama untuk susunan lini depan. Rasmus Hojlund kembali didampingi Neres dan Noa Lang. Kecepatan Neres dan Lang menjadi kunci bagi serangan balik Napoli.
Hasilnya, gol Neres tercipta melalui transisi positif efektif dari ”Si Keledai Kecil”. Proses gol itu dimulai dari perebutan bola yang dilakukan bek Amir Rrahmani dari penguasaan bola gelandang Roma, Manu Kone.
Rrahmani memberikan bola kepada Neres yang melakukan dribel cepat untuk menuju zona pertahanan Roma. Setelah melakukan kolaborasi operan dengan Hojlund, Neres yang tanpa kawalan menaklukkan kiper Roma, Mile Svilar, yang keluar dari gawang untuk menghalau pergerakan Neres.
Itu adalah gol ketiga Neres dalam dua gim terakhir di Liga Italia. Pemain asal Brasil itu hanya kalah satu gol dari dua gelandang, Frank Anguissa dan Kevin De Bruyne, yang mencatatkan diri pemain tersubur Napoli di kompetisi domestik.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/12/01/80929f54-6639-4308-a4ce-385add1349e1_jpg.jpg)
Conte senang dengan tanggapan luar biasa dari para pemainnya di tengah badai cedera yang masih berlangsung. Menurut Conte, keputusan untuk kembali ke formasi 3-4-2-1—serupa dengan mayoritas gim musim lalu—dilakukan untuk mengantisipasi keterbatasan stok gelandang. Pada musim ini, Conte lebih senang menggunakan taktik 4-1-4-1.
”Anak-anak membuktikan antusiasme, rasa lapar, dan determinasi mereka setiap hari. Ini yang membantu kami memenangi scudetto musim lalu. Kami akan berusaha mempertahankan performa saat ini. Semoga tidak ada lagi pemain cedera panjang,” ucap Conte, dilansir La Gazzetta dello Sport.
Tiga kemenangan dalam satu pekan menghadapi Atalanta, Qarabag, dan Roma adalah pesan penting bagi skuad Napoli. ”Hasil positif beruntun ini adalah pesan untuk diri kami. Ini menyadarkan kami bahwa kami bisa meraih sesuatu jika kami berusaha dengan baik,” kata Conte.
Upaya Conte untuk menjaga Napoli di puncak klasemen akan menghadapi tantangan besar lainnya pekan depan. Napoli akan menjamu Juventus di Stadion Diego Armando Maradona, Senin (8/12/2025) WIB.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto