De La Cartuja Bertabur Drama, Barcelona Juara Piala Raja

Rangkaian drama final Piala Raja Spanyol berakhir seiring kemenangan Barcelona. Trofi itu membimbing Barca meniti jalan kesempurnaan.

27 Apr 2025 08:02 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

SEVILLA, MINGGU — Drama tidak berhenti muncul pada setiap jengkal laga final Piala Raja Spanyol antara Real Madrid dan Barcelona. Dari yang sempat tidak memiliki harapan, Real mampu mengejutkan Barca hingga pemenang harus ditentukan melalui babak perpanjangan waktu. Barcelona akhirnya meniti jalan kesempurnaan dengan memenangi Piala Raja Spanyol seusai mengalahkan Real, 3-2. 

Tidak hanya saat laga dimulai, drama bahkan sudah dimulai beberapa hari menjelang final di Stadion De La Cartuja, Sevilla, Minggu (27/4/2025) dini hari WIB. Real Madrid kencang diisukan menolak bermain di final akibat ketidakpuasan terhadap kinerja wasit-wasit Spanyol.

Aksi tersebut dipicu oleh kemarahan Real terhadap dua wasit yang ditunjuk memimpin laga, Ricardo de Burgos Bengoechea dan wasit VAR Pablo González Fuertes. Kedua wasit itu dianggap menyampaikan pernyataan yang tidak netral dan menyerang media internal klub, Real Madrid TV.

Pihak Real kemudian menyatakan tidak menarik diri dan tetap akan bermain pada final. Akan tetapi, mereka tetap ”memboikot” sebagian rentetan agenda menjelang final, seperti sesi konferensi pers, latihan resmi, dan jamuan makan malam dari Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF).

Apa yang dipertontonkan kedua tim pada laga final adalah puncak dramanya. Real yang tidak diunggulkan sejak awal semakin tenggelam seusai tertinggal 0-1 pada babak pertama. Namun, berbekal mentalitas juara dan semangat pantang menyerah, ”Los Blancos” mampu melawan hingga berbalik unggul 2-1. Pada titik ini, drama lagi-lagi muncul saat penyerang Ferran Torres membawa Barca menyamakan kedudukan yang membuat skor imbang 2-2 dan memaksa laga harus berlanjut hingga babak perpanjangan waktu.

Pemain Barcelona berpose setelah menjuarai Piala Raja Spanyol dalam pertandingan final melawan Real Madrid di Stadion La Cartuja, Sevilla, Minggu (27/4/2025) dini hari WIB.

Drama bisa muncul, salah satunya, dipicu lantaran ini merupakan laga hidup mati bagi Real. Satu-satunya harapan ”Los Blancos” memenangi trofi bersandar pada Piala Raja Spanyol. Faktor inilah yang mendorong Vinicius Junior dan rekan-rekannya bertanding hingga titik darah penghabisan.

Kebutuhan untuk memenangi Piala Raja Spanyol menjadi bahan bakar yang efektif bagi pemain Real. Tidak heran Real yang tidak diunggulkan mampu memberikan perlawanan hingga mengejutkan Barca. Padahal, pada dua laga el clasico sebelumnya, Real selalu takluk dengan skor mencolok.

Tak ayal laga el clasico kali ini terasa seperti dongeng mini bagi Real. Mereka menatap final dengan posisi tidak diunggulkan akibat rekor buruk menghadapi Barca musim ini, mengalami paceklik gol, serta masih dihantui kekalahan menyakitkan dari Arsenal, tetapi mampu menyulitkan Barca yang digadang-gadang akan mewujudkan mimpi quadruple.

Gol Pedri pada menit ke-28 seakan memberi legitimasi bahwa status non-unggulan Real valid. Sejak awal, Barca sudah mendikte Real hingga mereka hanya terus bertahan tanpa mampu memberikan serangan balik berarti.

Semuanya berubah pada babak kedua. Keputusan Pelatih Real Carlo Ancelotti memasukkan Kylian Mbappe berbuah manis. Pemain berpaspor Perancis itu tampil sebagai pembeda, membuka keran gol Real. Manuver serta kecepatannya merepotkan barisan pertahanan Barca. Frenkie De Jong bahkan harus melanggar Mbappe yang menusuk ke jantung pertahanan timnya.

Bek Barcelona, Jules Kounde (kanan), merayakan gol ketiga yang dicetaknya dalam pertandingan final Piala Raja Spanyol antara Barcelona dan Real Madrid di Stadion La Cartuja, Sevilla, Minggu (27/4/2025) dini hari WIB.

Aksi De Jong berbuah kartu kuning sekaligus tendangan bebas untuk Real. Tendangan bebas dieksekusi langsung oleh Mbappe. Pemain Perancis itu dengan jeli melihat celah di pagar hidup Barca dan membawa Real menyamakan kedudukan.

Gol Mbappe memantik daya juang para pemain Real. Mereka lantas percaya diri bahwa Barca masih bisa ditaklukkan. Kepercayaan diri itu terbukti dengan gol sundulan Aurelien Tchouameni memanfaatkan situasi sepak pojok.

Saat unggul, Real justru termakan kelengahan yang selama ini menjadi ciri khas Barca. Para pemain Real bukannya memperkuat pertahanan dengan memainkan garis pertahanan rendah, melainkan terus menekan menggunakan garis pertahanan tinggi.

Situasi itu dimanfaatkan Ferran Torres untuk mengelabui bek Real. Torres menaklukkan kiper Thibaut Courtois dalam situasi satu lawan satu sekaligus membuat laga dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Puncak drama muncul pada babak kedua perpanjangan waktu. Saat laga tampaknya harus dilanjutkan ke babak adu penalti, Real dikejutkan oleh sepakan keras Jules Kounde dari luar kotak penalti empat menit menjelang waktu berakhir.

Quote

Saya sangat senang untuk para penggemar, untuk tim kami, untuk staf pelatih, untuk semua orang, dan juga untuk klub. Itu benar-benar luar biasa.

Pemain Real Madrid berdebat dengan wasit Ricardo De Burgos Bengoetxea dalam pertandingan final Piala Raja Spanyol antara Barcelona dan Real Madrid di Stadion La Cartuja, Sevilla, Minggu (27/4/2025) dini hari WIB.

Separuh kesempurnaan

Trofi itu menemani Barca meniti separuh jalan kesempurnaan di bawah Pelatih Hansi Flick. ”Blaugrana” berpotensi meraih quadruple atau empat gelar dalam semusim. Setelah meraih Piala Super Spanyol, Piala Raja Spanyol menjadi trofi kedua yang Flick menangi pada musim perdananya.

Dua trofi Barca pada saat musim belum berakhir masih bisa bertambah. Barca sudah berada di ambang gelar juara Liga Spanyol dan masih dalam perburuan trofi Liga Champions Eropa. Jika mimpi quadruple terwujud, Flick akan menyamai Pep Guardiola yang mampu mempersembahkan empat trofi sekaligus pada musim perdananya.

”Saya sangat senang untuk para penggemar, untuk tim kami, untuk staf pelatih, untuk semua orang, dan juga untuk klub. Itu benar-benar luar biasa. Mereka pantas mendapatkannya, dan saya sangat senang. Malam ini adalah momen yang hebat meskipun babak kedua buruk,” kata Pelatih Barca Hansi Flick.

Di sisi lain, Real kian menuju kehampaan dengan kekalahan ini. Satu-satunya harapan tersisa Real adalah Liga Spanyol. Saat ini Real tertinggal empat poin dari Barca di puncak klasemen. Mengingat superioritas Barca musim ini, asa menjuarai liga agaknya terlampau berat bagi Real.

Reaksi penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, setelah pertandingan final Piala Raja Spanyol antara Barcelona dan Real Madrid di Stadion La Cartuja, Sevilla, Minggu (27/4/2025) dini hari WIB.

”Pertandingannya seimbang. Kami memberikan kinerja berkualitas tinggi. Kami hampir mengangkat piala itu,” ujar Pelatih Real Carlo Ancelotti. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .