Debut Ancelotti di Kandang, Brasil Segel Tiket ke Piala Dunia

Carlo Ancelotti merayakan ulang tahun ke-66 dengan istimewa. Ia meraih kemenangan pertamanya dalam debut kandang Brasil sekaligus tiket Piala Dunia.

11 Jun 2025 18:39 WIB · Olahraga

Oleh Yulvianus Harjono

SAO PAULO, RABU — Pelatih Carlo Ancelotti menjalani debut laga kandang bersama tim nasional sepak bola Brasil dengan manis. Mereka membekap Paraguay, 1-0, pada kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026. Kemenangan itu pun meloloskan Brasil ke babak utama Piala Dunia 2026.

Kemenangan yang tercipta di Stadion Arena Corinthians, Sao Paulo, pada Selasa (10/6/2025) malam waktu setempat atau Rabu (11/6/2025) pagi WIB, itu pun kian istimewa karena diraih tepat pada ulang tahun ke-66 Ancelotti. Tidak kalah menariknya, gol kemenangan yang terasa bak kado bagi Ancelotti itu diciptakan mantan anak asuhannya di klub Real Madrid, Vinicius Jr.

Laga di Sao Paulo itu sekaligus menjadi kemenangan perdana Ancelotti bersama tim ”Samba”. Sebelumnya, pada debutnya di timnas itu, Brasil ditahan Ekuador, 0-0, pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026, Jumat (6/6/2025) lalu. Ancelotti merupakan pelatih baru Brasil yang menggantikan Dorival Junior pada akhir Mei lalu.

”Saya sungguh menyukai komitmen (para pemain), sikap mereka, dan atmosfer stadion. Kami sempat menderita sedikit karena Paraguay adalah lawan yang solid,” ujar Ancelotti memberikan apresiasi kepada skuadnya.

Disampaikan Ancelotti, Brasil sempat kesulitan menjebol gawang tim tamu. Apalagi, tim Samba masih dalam proses adaptasi bersama Ancelotti, pelatih yang telah lama diincar Brasil. Pada laga itu, Ancelotti menampilkan formasi favoritnya, yaitu 4-2-3-1. Vinicius, pesepak bola putra terbaik dunia 2024 versi FIFA, ditempatkan sebagai ujung tombak.

Eskpresi Pelatih Brasil Carlo Ancelotti saat mendampingi timnya menghadapi Paraguay pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Arena Corinthians, Sao Paulo, Rabu (11/6/2025) pagi WIB. Brasil menang 1-0 dan memastikan tempat di babak utama Piala Dunia 2026.

Ia ditopang dua penyerang sayap, yaitu Gabriel Martinelli di kiri dan Raphinha di kanan. Adapun pada posisi gelandang serang, Ancelotti memilih memainkan Matheus Cunha, pemain yang baru saja dibeli Manchester United dengan nilai transfer 62,5 juta pound sterling (setara Rp 1,3 triliun) dari Wolverhampton Wanderers. Cunha pun langsung menyumbangkan asis pada laga itu.

Lalu, pada posisi jangkar, Ancelotti menempatkan dua gelandang berpengalaman, Bruno Guimaraes dan Casemiro, sebagai ”pivot kembar”. Kehadiran bek tengah juara Liga Champions Eropa bersama Paris Saint-Germain, Marquinhos; dan kiper juara Liga Inggris, Alisson Becker; memberikan rasa nyaman di pertahanan Brasil.

Tidak pelak, skuad yang diturunkan Ancelotti pada laga itu diyakini menjadi kerangka tim utama Brasil yang ditargetkan menjadi juara Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Mesiko. Kehadiran Ancelotti di tim Samba merupakan upaya terbesar Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) untuk memupus kerindukan trofi Piala Dunia yang terakhir kali mereka raih pada 2002 silam.

Bermain agresif

Demi ambisi besar itu, Brasil pun mencoba membangun kekuatan. Mereka bermain sangat agresif saat melawan Paraguay, tim yang tidak kalah ngotot. Agresivitas Brasil itu diperlihatkan oleh dominasi penguasaan bola mereka, yaitu 73 berbanding 27 persen. Tidak hanya itu, Brasil juga menciptakan 11 tembakan dengan 4 di antaranya tepat mengarah ke gawang.

Adapun tim tamu dipaksa bermain lebih bertahan sehingga mereka hanya mampu membuat 4 tembakan dan hanya 1 yang tepat ke gawang. ”Terlepas dari hanya satu gol yang tercipta, tuan rumah tampil jauh lebih agresif dibandingkan laga-laga sebelumnya selama kualifikasi,” ungkap AP.

Penyerang Brasil, Vinicius Junior (kiri), dan rekan setimnya, Bruno Guimaraes, merayakan gol ke gawang Paraguay pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Arena Corinthians, Sao Paulo, Rabu (11/6/2025) pagi WIB. Brasil menang 1-0 dan memastikan tempat di babak utama Piala Dunia 2026.

Permainan agresif itu pun menghidupkan kembali gairah suporter, hal yang sempat lama menghilang di Brasil. Arena Corinthians, seperti dilaporkan AP, bergemuruh seiring layar raksasa di stadion itu yang menampilkan potongan video pada hari pertama Ancelotti melatih timnas Brasil. Pelatih yang bergelimang trofi itu menjadi harapan Brasil untuk menghidupkan kembali spirit jogo bonito atau permainan indah pada tim Samba.

”Kami memang butuh kemenangan di sini untuk penggemar. Kami perlu merayakan ini (lolos ke Piala Dunia). Kami kini jadi punya lebih banyak waktu (untuk bersiap menghadapi Piala Dunia 2026). Kita lihat saja nanti perkembangan seperti apa yang kami buat,” ujar Vinicius seusai laga itu.

Berkat kemenangan itu, Brasil kini menempati peringkat ketiga zona Amerika Selatan pada kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan koleksi 25 poin dari 16 laga. Posisi itu cukup bagi Brasil untuk mengukir catatan menawan, yaitu selalu tampil di babak utama Piala Dunia sejak edisi perdana, yaitu 1930 silam.

Selain Brasil, wakil Amerika Selatan lainnya yang telah meraih tiket ke babak utama adalah pemuncak klasemen Argentina dan runner-up Ekuador. Argentina mengemas 35 poin, adapun Ekuador 25 poin alias setara milik Brasil. Namun, Ekuador unggul selisih gol. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulvianus Harjono
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto