Indonesia meloloskan atlet dari semua nomor pada turnamen Final BWF World Tour. Beberapa wakil akan tampil pertama kali pada turnamen penutup tahun tersebut.
09 Des 2024 21:12 WIB · Olahraga
Turnamen Final BWF World Tour menjadi penutup persaingan atlet bulu tangkis setiap tahun. Pada turnamen 2024 d Hangzhou, China, 11-15 Desember, sebagian atlet Indonesia adalah pemain lama dan sebagian lagi merupakan debutan.
Mereka yang untuk pertama kalinya lolos ke Final BWF adalah ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani (ganda putra), dan Dejan Ferdinanysah yang berpasangan dengan Gloria Emanuelle Widjaja di ganda campuran.
Sebelum berpasangan dengan Dejan, Gloria pernah tampil dalam Final BWF, yaitu pada 2018, 2019, dan 2020, bersama Hafiz Faizal. Wakil Indonesia lainnya di Hangzhou yang pernah merasakan persaingan turnamen ini adalah Jonatan Christie (lolos Final BWF 2019, 2022), Gregoria Mariska Tunjung (2022, 2023), dan Fajar Alfian/Muhamamd Rian Ardianto (2022, 2023).
Final BWF adalah turnamen yang diikuti delapan wakil terbaik berdasarkan prestasi dalam turnamen BWF World Tour setiap tahun. Pada tahun penyelenggaraan Olimpiade, satu tiket dari setiap nomor secara otomatis menjadi milik peraih medali emas. Adapun pada tahun-tahun lainnya, wildcard diberikan pada juara dunia. Setiap negara berhak diwakili, maksimal, dua wakil dari setiap nomor.
Saat masuk ke arena tadi, auranya terasa berbeda. Karpetnya merah. Dulu, bertanding di karpet merah pada turnamen Sirkuit Nasional, sekarang, Alhamdulillah bisa sampai ke sini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/10/e04d1616068ffd4be462e22a494e94c5-AthletesCoaches_GalaDinner_WTF2024_PBSI_20241209.jpg)
Untuk Final BWF 2024, daftar peringkat disusun berdasarkan hasil dari 36 turnamen pada 2024 ditambah tiga turnamen dari 2023. Berdasarkan inilah, Febriana/Amalia, Sabar/Reza, dan Dejan/Gloria bisa lolos ke Hangzhou meski berada di luar peringkat delapan besar dunia. Febriana/Amalia menempati peringkat ketujuh Daftar Ranking Final BWF, adapun Sabar/Reza dan Dejan/Gloria menempati posisi keenam. Gregoria dan Fajar/Rian lolos sebagai peringkat ketiga, adapun Jonatan di urutan ketujuh.
Febriana/Amalia, bahkan, merasakan atmosfer berbeda ketika memasuki Hangzhou Olympics Sports Centre Gymnasiun, untuk menjalani latihan pada Senin (9/12/2024). Tim Indonesia mendapat jatah latihan selama satu jam di tempat yang akan digunakan untuk turnamen tersebut. Adapun latihan berikutnya akan berlangsung Selasa.
”Saat masuk ke arena tadi, auranya terasa berbeda. Karpetnya merah. Dulu, bertanding di karpet merah pada turnamen Sirkuit Nasional, sekarang, Alhamdulillah bisa sampai ke sini,” tutur Amalia.
Febriana/Amalia akan merasakan persaingan Final BWF berkat performa yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, mereka menjuarai Australia Terbuka Super 500 dan Taiwan Terbuka Super 300. Mereka juga mencapai final Spanyol Masters Super 300 dan Thailand Terbuka Super 500.
Lolosnya Sabar/Reza dinilai sebagai kejutan oleh BWF. Pasangan dengan status pemain independen ini meraih satu gelar dari dua final pada Maret. Setelah itu, performa mereka semakin baik sejak pertengahan tahun dengan mencapai semifinal Indonesia Terbuka Super 1000 dan tiga final dalam rentang September-November.
Dejan/Gloria, yang berlatih di PB Djarum, pun cukup konsisten sejak gagal bersaing dengan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024. Mereka mencapai semifinal China Terbuka Super 1000 dan dua final dalam turnamen Super 300 secara beruntun.
Namun, Final BWF akan menjadi persaingan yang berbeda karena diawali oleh babak penyisihan dalam dua grup dengan format round robin. Dua wakil terbaik setiap grup setelah fase ini akan tampil di semifinal.
Format round robin tersebut cukup rumit dibandingkan sistem gugur karena pemain harus berhadapan dengan setiap lawan di grup masing-masing untuk memperebutkan posisi dua teratas. Saat terjadi jumlah kemenangan yang sama di antara dua wakil atau lebih, perbedaan posisi dalam klasemen akan ditentukan melalui indikator yang lebih detail, seperti head to head, persentase gim yang dimenangi, hingga persentase poin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/10/215df3878e9791cfe2c44b74a18bd2ec-AllAthletes2_GalaDinner_WTF2024_PBSI_20241209.jpg)
”Tidak banyak turnamen dengan format seperti ini di perseorangan. Jadi, menang di partai pertama belum tentu lolos ke semifinal, begitu juga sebaliknya, kalah di partai pertama belum tentu tidak lolos. Kami harus terus fokus berjuang dari awal hingga akhir,” kata Fajar yang selalu tersingkir di semifinal pada Final BWF 2022 dan 2023.
Fokus sejak awal, seperti dikatakan Fajar, harus dilakukan karena tak ada lawan mudah. Febriana/Amalia, misalnya, akan langsung berhadapan dengan ganda putri peringkat kedua dunia, Lee So-hee/Baek Ha-na (Korea Selatan), pada Rabu. Jonatan akan melawan Shi Yu Qi (China), sedangkan Sabar/Reza melawan rekan senegara, Fajar/Rian.
Menghadapi persaingan ini, Amalia pun bertekad menunjukkan semangat juang yang tinggi dan mental baja.
Dari acara Penghargaan BWF yang digelar dalam makan malam peserta Final BWF di Hangzhou, pada Senin malam, atlet Indonesia, Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila, dinobatkan sebagai pasangan terbaik atlet parabadminton. Mereka meraih medali emas Paralimpiade Paris 2024 klasifikasi SL5-SU3 di Paralimpiade Paris 2024.
SL3 adalah klasifikasi untuk atlet dengan hambatan berjalan karena gangguan pada satu atau dua kaki, sedangkan SU5 untuk atlet dengan hambatan pada tubuh bagian atas. Selain emas ganda campuran, Leani juga memperoleh perak dari tunggal putri SL4 (hambatan keseimbangan berlari atau berjalan yang lebih kecil dari SL3).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/10/8c4ae2bbf07d05a8a60278d5ec0e7af2-HikmatRatri3_GalaDinner_WTF2024_PBSI_20241209.jpg)
Hikmat dan Leani, yang mengenakan pakaian batik, menerima penghargaan dari Presiden BWF Poul-Erik Hoyer Larsen.
BWF juga memberi penghargaan atlet terbaik dari berbagai kategori, yaitu An Se-young sebagai pemain putri dan tunggal putri terbaik. Pemain Korea Selatan ini meraih lima gelar juara dari tujuh final pada 2024, termasuk mendapat medali emas Paris 2024.
Kategori atlet putra terbaik diberikan pada Viktor Axelsen (Denmark), sedangkan tunggal putra terbaik adalah Shi Yu Qi (China). Pemain-pemain China juga mendapat penghargaan peman terbaik dari nomor lain, yaitu Liang Wei Keng/Wang Chang (ganda putra), Liu Sheng Shu/Tan Ning (ganda putri), dan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (ganda campuran).
Pemain Perancis berusia 19 tahun, Alex Lanier, dinilai sebagai bintang baru terbaik dan mendapat penghargaan Eddy Choong. Adapun mantan atlet, Lee Yong-dae (Korea Selatan) dan Chen Long (China), mendapat penghargaan Hall of Fame.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase