Tim yang melakukan kesalahan fatal di pengujung laga sebelumnya versus tim yang selalu menang dramatis. Pratinjau Burnley versus Liverpool kejadian di Turf Moor.
15 Sep 2025 03:02 WIB · Olahraga
BURNLEY, MINGGU — Sepuluh pemain tim promosi Burnley nyaris saja mencuri poin dari juara bertahan Liverpool. Namun, harapan itu hancur seketika karena kesalahan yang sama seperti di laga sebelumnya. Burnley pun menjadi korban terbaru dari sengatan aura pemenang Liverpool.
Burnley hanya butuh bertahan dua menit untuk menahan tim tamu di Stadion Turf Moor, Minggu (14/9/2025). Namun, gelandang Burnley Hannibal Mejbri tiba-tiba mengeblok bola dengan tangan di kotak penalti. Dia refleks menghalau umpan silang bek Liverpool, Jeremie Frimpong.
Wasit Michael Oliver menunjuk titik penalti. Penyerang andalan Liverpool, Mohamed Salah, tidak menyia-nyiakan peluang itu. Salah mengeksekusi penalti dengan sempurna dan membuat ”Si Merah” unggul 1-0 di menit ke-90+5. Beberapa menit setelah itu, peluit panjang berbunyi.
”Kami seperti menggantungkan seluruh hidup untuk itu (mendapat poin) hari ini. Saya bangga dengan para pemain, tetapi laga berakhir dengan cara yang sangat memilukan bagi kami. Begitulah adanya. Kami harus tertinggal dengan penalti di menit-menit akhir,” kata Pelatih Burnley Scott Parker.
Ketahanan mentalitas Burnley menjadi sorotan. Kesalahan seperti itu bukan baru pertama kali, tetapi sudah terjadi dalam dua laga berturut-turut. Pada laga sebelumnya, versus Manchester United, mereka juga kalah 2-3 di pengujung laga akibat menghadiahkan penalti untuk tim lawan.
Kejatuhan tuan rumah mulai terbaca di menit ke-84. Gelandang bertahan Lesley Ogochukwu menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Florian Wirtz. Gejala kepanikan tampak di kubu Burnley akibat terus ditekan tim tamu. Setelah melawan sepuluh pemain, Liverpool semakin dominan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/14/373cea7c87ff5a3e3e54d57f658aa978-Britain_Soccer_Premier_League_20_.jpg)
Di sisi lain, aura pemenang Liverpool turut berperan besar. Mereka tetap tenang dan terus menyerang pada menit-menit kritis. Padahal, Burnley sangat merepotkan dengan skema bertahan total atau ”parkir bus”. Semua pemain tuan rumah nyaris selalu berada di sepertiga akhir sendiri.
Catatan statistik bisa menggambarkan dominasi mutlak Si Merah. Liverpool unggul jauh dalam jumlah percobaan tembakan 27-3 kali hingga penguasaan bola 81-19 persen. Adapun Burnley tidak mampu menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran selama 90 menit.
Pelatih Liverpool Arne Slot berkata, Burnley menderita pada pengujung laga karena strategi superdefensif itu. ”Kami terus bermain, terus memindahkan bola. Mereka semakin dan semakin kelelahan. Itu normal ketika Anda bertahan sampai 80 persen dari total waktu,” ujarnya.
Slot menggunakan seluruh jatah pergantian pemain, lima kali, untuk menghabiskan energi lawan. Dua pemain cadangan, Frimpong dan pemain sayap Rio Ngumoha, bahkan dimasukkan pada menit ke-87. Pergantian itu terbukti sangat efektif untuk merusak konsentrasi Burnley.
Sebelum Frimpong menghasilkan penalti, Liverpool mendapatkan peluang emas lebih dulu beberapa menit sebelumnya. Peluang itu berasal dari pergerakan Ngumoha di sisi kiri dan eksekusi Frimpong di kotak penalti. Upaya Frimpong masih bisa digagalkan kiper Martin Dubravka.
Alhasil, lewat upaya persisten di lapangan dan ide segar dari pinggir lapangan, Liverpool sukses menyapu bersih empat kemenangan beruntun di awal musim ini. Semua kemenangan dihasilkan lewat gol dramatis di pengujung laga. Hal tersebut memperlihatkan pesona aura pemenang Si Merah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/14/8ea3958f5f57a3ba7ae86ab11245e5b4-Britain_Soccer_Premier_League_21_.jpg)
Menurut Opta, Liverpool adalah tim pertama dalam sejarah Liga Primer Inggris yang memenangi empat laga pertama di awal musim. Hasil itu membuat tim asuhan Slot berdiri kokoh sebagai pemuncak klasemen. Mereka meraih hasil sangat optimal dengan performa yang jauh dari sempurna.
”Lawan yang sangat sulit hari ini. Kami kesulitan, tetapi saya bangga kami bisa mengatasinya. Kami punya beberapa pemain starter baru dan butuh waktu untuk adaptasi dengan sistem permainan. Kami akan mencoba lebih baik lagi untuk membuat mereka percaya diri,” kata Salah.
Sosok paling dinanti dari Liverpool di laga tadi adalah penyerang Alexander Isak. Namun, pemain yang memecahkan rekor transfer Liga Inggris saat didatangkan dari Newcastle itu belum dimasukkan dalam skuad. Kondisinya belum benar-benar bugar walaupun sempat dipanggil tim nasional Swedia.
Menurut Slot, Isak hanya bisa bermain beberapa menit di pengujung laga jika dilibatkan pada akhir pekan ini. ”Sekarang, dia mungkin sudah siap untuk bermain setidaknya 45 menit. Mari kita lihat apakah kami akan memakainya pada Rabu atau Sabtu nanti,” jelas sang pelatih. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan