Muslihat Zubimendi dalam Skema Nirposisi Arsenal

Tanpa disangka, Martin Zubimendi menjadi pahlawan kemenangan Arsenal atas Forest dengan sumbangan ”brace”. Itu hanyalah bagian kecil dari muslihat sang gelandang.

14 Sep 2025 03:20 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, SABTU — Di markas Arsenal, efek magis kehadiran sosok pelatih baru ternyata tidak cukup bagi Nottingham Forest. Debut Pelatih Ange Postecoglou bersama Forest justru menjadi panggung unjuk gigi untuk para pemain baru Arsenal, khususnya gelandang Martin Zubimendi.

Arsenal menang mudah 3-0 atas tim asuhan Postecoglou di Stadion Emirates, London, Sabtu (13/9/2025) malam WIB. Sumbangan gol dari Zubimendi (2) dan penyerang Viktor Gyokeres membuat permainan dominan tuan rumah bisa tecermin juga di papan skor.

Zubimendi terpilih sebagai penerima penghargaan pemain terbaik laga. Penampilan itu terbilang unik. Dia mencetak brace untuk pertama kali sepanjang kariernya. Jumlah gol yang dihasilkan Zubimendi ke gawang Forest sama dengan total kontribusinya di Real Sociedad musim lalu (2).

Gol pertama Zubimendi, pembuka keunggulan, dihasilkan lewat tendangan voli dari luar kotak penalti. Itu menjadi gol pertamanya dengan seragam Arsenal. Di pengujung laga, sang gelandang jangkar menggandakan koleksi gol lewat sundulan untuk membuat tuan rumah unggul tiga gol.

Banyak yang terkejut dengan atribut ofensif Zubimendi, termasuk salah satunya Gyokeres. ”Jujur, saya tidak pernah melihat itu (tembakan seperti di gol pertama) saat latihan. Jadi sangat bagus dia bisa melakukan itu. Sundulannya juga, saya agak terkejut dengan itu,” kata Gyokeres.

Arsenal's Spanish defender #36 Martin Zubimendi (L) celebrates scoring the team's first goal during the English Premier League football match between Arsenal and Nottingham Forest at the Emirates Stadium in London on September 13, 2025. (Photo by HENRY NICHOLLS / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Zubimendi seperti tidak terlihat dan kurang berperan dalam serangan Arsenal, tetapi dia selalu berada di posisi dan waktu yang tepat. Dua gol tersebut bukan kebetulan. Pemain andalan tim nasional Spanyol itu memang ditugaskan untuk memberikan pengaruh nyata tanpa banyak sentuhan.

Sebagai satu-satunya gelandang jangkar dalam formasi 4-3-3 Arsenal, Zubimendi semestinya menjadi salah satu pemain dengan sentuhan terbanyak. Tugasnya adalah menjembatani tim asuhan Manajer Mikel Arteta. Adapun tuan rumah mendominasi penguaasan sebanyak 54,4 persen.

Kenyataannya tidak demikian. Sentuhan Zubimendi (48 kali) ternyata masih kalah dari gelandang serang pengganti Ethan Nwaneri (49) yang bermain 18 menit lebih sedikit. Catatan itu lebih jauh lagi jika dibandingkan dengan gelandang jangkar tim tamu Elliot Anderson (93).

Dari statistik di atas kertas, sulit memahami pengaruh Zubimendi. Dominasinya hanya bisa dilihat di lapangan. Walaupun tanpa banyak sentuhan, Arteta meyakini sang gelandang berkuasa mutlak di lini tengah. ”Cara dia bertindak, otoritas yang ditunjukkan, sungguh luar biasa,” kata Arteta.

Jika dilihat lebih detail, Zubimendi selalu membuka opsi umpan. Namun, dia sering kali hanya menjadikan dirinya umpan. Saat pemain lawan tertarik dengan pergerakannya, dia secara tidak langsung menciptakan lubang di lini tengah. Para pemain Arsenal lain memanfaatkan lubang tersebut.

Statistik pertandingan Arsenal versus Nottingham Forest

Menariknya, Zubimendi diberikan kebebasan lebih untuk bergerak. Dia sering bertukar posisi ke sisi kanan dan kiri dengan Nwaneri ataupun Merino. Hal itu membuat pergerakannya semakin sulit dibaca lawan. Saking cair dan fleksibel, Arsenal seolah bermain tanpa gelandang pivot.

Muslihat yang dimotori oleh Zubimendi itu sukses besar. Struktur pertahanan blok tinggi Forest sangat mudah terpecah. Para pemain Arsenal bisa melewati garis tengah lapangan tanpa kesulitan berarti. Forest pun dipaksa lebih banyak bertahan dengan blok rendah.

Wajar jika Zubimendi dipuji oleh rekannya di timnas Spanyol, Rodri, pada pekan lalu. ”Dia punya disiplin dan mentalitas untuk menjadi salah satu yang terbaik, jika dia belum menjadi yang terbaik saat ini. Sudah waktunya saya mewariskan kunci tim kepadanya,” kata peraih Ballon d’Or 2024 itu.

Arsenal melakoni laga pertama setelah jeda internasional tanpa banyak pemain kunci. Penyerang sayap Bukayo Saka, striker Kai Havertz, bek William Saliba masih absen karena cedera. Kapten tim Martin Odegaard juga ditarik keluar akibat cedera hanya setelah 18 menit bermain.

Namun, semua itu tidak terlalu berpengaruh karena presensi para pemain yang baru didatangkan pada musim panas ini. Selain Zubimendi, Arsenal juga ditopang oleh Gyokeres, bek Cristhian Mosquera, serta dua pemain sayap Eberchi Eze dan Noni Madueke.

Gyokeres menyumbang gol kedua Arsenal lewat asis Eze dari situasi transisi serangan balik. Madueke menjadi kreator terbaik dengan sumbangan lima umpan kunci, terbanyak di laga tadi. Sementara itu, Mosquera dengan umpan terbanyak (76 kali) berhasil mengorkestrasi serangan awal Arsenal.

Nottingham Forest's head coach Ange Postecoglou watches the play during the Premier League soccer match between Arsenal and Nottingham Forest in London, Saturday, Sept. 13, 2025. (AP Photo/Kin Cheung)

Postecoglou lagi-lagi harus mengakui keunggulan Arsenal. Saat masih memegang Tottenham Hotspur, tim rival ”Si Meriam”, dia juga kalah dalam tiga pertemuan terakhir versus Arteta. Sang pelatih berkata, persiapan tim kurang baik karena dirinya baru ditunjuk sebagai suksesor Nuno Espirito Santo pada empat hari lalu.

”Pastinya hasil ini mengecewakan untuk kami, tetapi hal yang bisa diharapkan saat ini hanyalah usaha para pemain. Mereka (Arsenal) adalah tim hebat yang sulit dilawan dan bermain di kandang. Hari ini jembatan di antara kedua tim terlalu jauh,” kata Postecoglou yang dipecat dari Tottenham pada Juli lalu. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan