Kiromal Katibin mencatatkan waktu tercepat pada kualifikasi seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali. Pemanjat Bali, Desak Made Rita dan Kadek Adi Asih, pun lolos.
03 Mei 2025 13:33 WIB · Olahraga
BADUNG, KOMPAS — Dari 19 pemanjat tebing disiplin speed Indonesia yang berlaga di seri Piala Dunia Panjat Tebing 2025 Bali, Indonesia, delapan lolos ke putaran final. Itu termasuk dua pemanjat Bali, Desak Made Rita dan Kadek Adi Asih. Konsistensi mereka bakal diuji, apalagi tekanan akan lebih besar.
Delapan pemanjat Indonesia yang terdiri dari masing-masing empat atlet putra dan putri lolos ke putaran final setelah menempati posisi 16 besar babak kualifikasi yang digelar Sabtu (3/5/2025). Berlomba di Pulau Peninsula di kawasan Nusa Dua, Badung, Kiromal Katibin bahkan mencatatkan waktu tercepat pada kategori putra dengan finis 4,87 detik.
Selain Kiromal, Raharjati Nursamsa juga mencatatkan waktu terbaik di bawah 5 detik, tepatnya 4,95 detik. Catatan waktu ini membawanya menempati peringkat ketiga kualifikasi, di bawah Samuel Watson (Amerika Serikat) dengan waktu terbaik 4,93 detik.
Pada babak kualifikasi panjat tebing disiplin speed, setiap atlet melakukan dua kali pemanjatan pada dua jalur berbeda. Waktu terbaik dalam dua pemanjatan itu akan menjadi dasar penentuan peringkat. Hanya 16 atlet dengan waktu tercepat yang bisa lolos putaran final.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/03/ba10f2fc-cf85-4562-918b-5eab85f0a47f_jpg.jpg)
Pemanjat Indonesia lain yang juga melaju ke putaran final adalah Veddriq Leonardo (peringkat ke-6, 5,12 detik) dan Robby Al Hilmi Antasyafi (peringkat ke-13, 5,25 detik). Adapun pemanjat putri terdiri dari dua atlet Bali, Kadek Adi Asih (peringkat ke-6, 7 detik) dan Desak Made Rita Kusuma Dewi (peringkat ke-9, 7,22 detik), serta Alivany Ver Khadijah (peringkat ke-12, 7,30 detik) dan Susan Nurhidayah (peringkat ke-14, 7,35 detik).
Kendati tidak bisa menyamai China saat menjadi tuan rumah seri Wujiang dengan meloloskan 10 atlet putri ke putaran final, hasil tim Indonesia tetap merupakan pencapaian yang baik. Apalagi, Kiromal dan Raharjati menjadi dua dari hanya tiga atlet yang mencatatkan waktu di bawah 5 detik.
Dibandingkan dengan babak kualifikasi seri sebelumnya di Wujiang, persaingan waktu di Bali belum terlalu ketat. Selain hanya tiga atlet putra yang mencatatkan waktu di bawah 5 detik, batas bawah untuk lolos ke putaran final juga lebih lambat, yakni 5,26 detik. Tidak seperti Wujiang dengan 5,16 detik.
Hal ini bisa dimanfaatkan oleh Indonesia, terutama Kiromal dan Raharjati, asalkan mereka terus tampil konsisten di bawah 5 detik. Kiromal dan Raharjati pun punya bekal meraih prestasi di Bali. Kiromal baru saja meraih medali perunggu di Wujiang, sedangkan Raharjati punya pengalaman juara saat tampil di Piala Dunia yang digelar di Indonesia, tepatnya di Jakarta pada 2023.
Dukungan penonton jadi penambah semangat saya sehingga bisa memecahkan rekor pribadi. Senang sekali, semoga tampil maksimal pada putaran final.
Kiromal, yang waktunya tidak tercatat karena dianggap fall, langsung tampil eksplosif pada pemanjatan kedua. Raharjati juga mampu menajamkan waktunya dari pemanjatan pertama yang finis dengan 5 detik.
Selain Kiromal dan Raharjati, hasil positif juga ditorehkan Kadek Adi Asih. Pada kualifikasi kategori putri, Kadek menjadi pemanjat Indonesia tercepat. Setelah pada pemanjatan pertama mencatatkan waktu 7,18 detik, Kadek menajamkan waktunya menjadi 7 detik pada pemanjatan kedua.
Bagi Kadek, ini adalah catatan waktu personal terbaiknya. Sebelumnya, catatan waktu pribadi terbaik Kadek adalah 7,18 yang dicapai saat latihan. ”Dukungan penonton jadi penambah semangat saya sehingga bisa memecahkan rekor pribadi. Senang sekali, semoga tampil maksimal pada putaran final,” ucapnya lagi.
Kendati sinar matahari cukup terik saat perlombaan dimulai sekitar pukul 11.00, penonton meramaikan arena. Ada yang berteduh di bawah pohon, di bawah tenda yang baru dipasang hari ini, atau di bawah payung. Mereka meneriakkan nama Kadek saat atlet asal Buleleng ini memanjat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/03/e15bc48a-85f3-48ad-b8ac-fe7d24779f19_jpg.jpg)
Seperti saat Kadek tampil, dukungan besar juga diberikan ketika Desak Made beraksi. Namun, Desak tampak kehilangan fokus sehingga pemanjatannya tidak mulus dan jauh dari waktu terbaiknya, 6,36 detik.
Pelatih tim panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, tak memungkiri bahwa dukungan penonton bisa menjadi tekanan. Sementara Kadek berlomba dengan lebih tanpa beban, Desak lebih tertekan.
Pada putaran final dengan tekanan lebih besar, konsistensi dan fokus para atlet akan kembali diuji. Hendra berharap para pemanjat Indonesia tetap bisa mempertahankan kedua aspek itu.
”Namun, saya pikir kami masih berada di jalur yang seharusnya,” ujar Hendra.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/03/e61c1c5c-e7a7-48d3-8d6c-2a2b08bf6fbe_jpg.jpg)
Putaran final akan digelar pada Sabtu (3/5/2025) mulai 15.00 Wita. Putaran final diawali babak 16 besar, perempat final, semifinal, dan final serta small final (perebutan medali perunggu).
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul