Korban Keracunan MBG di Bandung Barat Masih Meringkuk Kesakitan

Makanan bergizi gratis atau MBG yang merupakan program prioritas pemerintah pusat bagaikan pisau bermata dua. Kasus keracunan MBG terus terjadi hingga kini.

15 Okt 2025 13:49 WIB · Pendidikan & Kebudayaan

Oleh Fabio Maria Lopes Costa

Kasus keracunan makanan bergizi gratis atau MBG di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terulang, Selasa (14/10/2025). Tidak hanya siswa, guru di Kecamatan Cisarua kini menjadi korbannya. Mereka masih meringkuk kesakitan.

Keracunan terjadi pada Selasa pukul 10.00 WIB. Mereka pusing dan mual setelah menyantap nasi, ayam, sayur, dan melon.

Hingga Rabu (15/10/2025) pukul 11.00 WIB, korban keracunan masih berdatangan ke SMPN 1 Cisarua. Sekolah ini menjadi posko perawatan para korban di Cisarua.

Di salah satu ruangan posko perawatan di SMP Negeri 1 Cisarua, Bandung Barat, tampak sejumlah pelajar yang menjadi korban keracunan MBG pada Rabu (15/10/2025). Di bawah foto Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para pelajar merasakan mual hingga pusing.

Diduga sumber keracunan diduga berasal dari lauk berupa ayam. Ayam yang disuguhkan kepada siswa diduga telah basi karena tercium bau tidak sedap.

Hanya dalam dua hari, jumlah korban terus meningkat signifikan. Jika pada Selasa malam, korban mencapai 182 orang, Sementara pada Rabu hingga pukul 14.22 WIBB, jumlah korban mencapai 449 orang.

Terdapat 11 ruangan yang disiapkan pihak SMPN 1 Cisarua. Para korban yang menjalani perawatan tak hanya SMPN 1 Cisarua, disediakan juga ruangan di SD Garuda dan SMKN 1 Cisarua.

Terdapat 11 ruangan sebagai tempat perawatan para korban keracunan makanan bergizi gratis atau MBG di SMP Negeri 1 Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (15/10/2025).

Dari posko inilah, korban dibawa ke sejumlah rumah sakit dan klinik untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif. Tampak lebih dari 40 unit ambulans lalu-lalang membawa para korban dari posko ke rumah sakit dan klinik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat Lia N Sukandar telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para korban dan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Jawa Barat. Sampel yang dikirim adalah ayam dan sayur.

Total sudah tiga kali peristiwa keracunan MBG yang dialami para pelajar Bandung Barat dalam sebulan terakhir. Dua kasus sebelumnya terjadi di Kecamatan Cihampelas dan Cipongkor pada tanggal 22 dan 24 September 2025 dengan jumlah 1.315 pelajar.

Para korban yang menjalani perawatan di SMP Negeri 1 Cisarua mengaku trauma untuk mencoba MBG. Sementara orangtua mereka meminta program tersebut dihentikan sementara untuk dievaluasi terlebih dahulu.

Tampak mobil ambulans yang berjejer di SMP Negeri 1 Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (15/10/2025). Sekitar 40 unit ambulans yang disiapkan untuk membawa para korban keracunan MBG.

Sumber keracunan, kata siswa, diduga berasal dari lauk berupa ayam. Ayam yang disuguhkan kepada siswa itu diduga telah basi karena tercium bau tidak sedap.

”Ayamnya sudah berbau sebelum kami mengonsumsinya,” kata Muhammad Fatir (12), salah seorang pelajar.

Desi Oktaviani (15), siswi kelas IX SMP Negeri 1 Cisarua, mengaku mulai merasa tidak enak badan tak lama setelah menyantap menu MBG sekitar pukul 10.00 WIB.

”Rasanya mual dan pusing. Saya juga merasakan sesak napas,” katanya.

Desi menyebut, menu MBG yang disajikan itu berupa nasi, tahu, sayur, sepotong melon, dan ayam kecap. Ia pun mengaku sempat mencium aroma tidak sedap dari lauk ayam tersebut.

”Baunya kayak bangkai, terus agak anyir gitu. Menunya juga sama kayak kemarin,” ujar Desi.

Petugas kesehatan terus mencatat perkembangan data jumlah korban keracunan makanan bergizi gratis atau MBG di SMP Negeri 1 Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (15/10/2025). Berdasarkan data hingga pukul 11.15, jumlah korban mencapai 345 orang.

Kasus keracunan menu MBG di Jawa Barat, antara lain, dipicu masih sedikitnya satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) yang memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS). Baru 10 hingga 20 persen dari sekitar 2.500 SPPG di wilayah Jabar yang telah memiliki sertifikat itu.

Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan mengatakan, Pemprov Jabar berencana mengumpulkan semua pengelola SPPG dalam waktu dekat. Tujuannya ialah melakukan evaluasi serta memperkuat pengawasan terhadap mutu gizi dan standar kebersihan.

Para korban keracunan makanan bergizi gratis atau MBG di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus meluas hingga Rabu (15/10/2025). Korban diperkirakan lebih dari 200 orang.

Kerabat Kerja

Penulis:

Fabio Maria Lopes Costa
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto