Diduga Keracunan Menu MBG, Ratusan Siswa SMAN 1 Yogyakarta Sakit Perut dan Diare

Kasus dugaan keracunan akibat menu program Makan Bergizi Gratis kembali terulang. Kali ini, kasus terjadi di SMAN 1 Yogyakarta.

16 Okt 2025 13:58 WIB · Kesehatan

Oleh Haris Firdaus

YOGYAKARTA, KOMPAS — Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Yogyakarta, Kota Yogyakarta, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis atau MBG. Para siswa tersebut mengalami sakit perut dan diare. Penyebab keracunan itu diduga berasal dari lauk ayam di menu MBG.

Kepala SMA Negeri 1 Yogyakarta Ngadiya menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi setelah para siswa mengonsumsi menu MBG pada Rabu (15/10/2025). Dia menuturkan, pada Kamis (16/10/2025) dini hari, terdapat sejumlah siswa yang mengalami sakit perut dan diare.

”Tadi pagi ada laporan dari siswa kami bahwa tadi dini hari banyak siswa kami yang sakit perut. Ada yang diare sampai dua kali, tiga kali, tapi juga ada yang hanya sakit perut,” kata Ngadiya saat ditemui di SMAN 1 Yogyakarta, Kamis siang.

Kepala SMA Negeri 1 Yogyakarta Ngadiya memeriksa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai ke sekolah tersebut, Kamis (16/10/2025), di Kota Yogyakarta. Sebelumnya, ratusan siswa sekolah itu mengalami sakit perut dan diare diduga karena keracunan menu MBG yang dikonsumsi pada Rabu (15/10/2025) kemarin.

Ngadiya menuturkan, berdasarkan pendataan yang dilakukan pihak sekolah, dari 972 siswa di SMAN 1 Yogyakarta, sebanyak 426 orang atau sekitar 43,82 persen mengalami sakit perut. Sebagian siswa itu ada yang sempat dibawa ke puskesmas, tetapi telah diizinkan pulang.

Selain itu, sebagian siswa juga datang ke unit kesehatan sekolah (UKS) pada Kamis ini karena masih mengalami sakit perut. Mereka kemudian diberi obat.

Sementara itu, pada Kamis ini, terdapat 33 siswa yang tidak masuk sekolah. Menurut Ngadiya, dari 33 orang siswa tersebut, sebagian tidak masuk karena sakit perut. Namun, ada juga yang tidak masuk sekolah karena alasan lain.

Ngadiya memaparkan, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai menu MBG telah datang ke SMAN 1 Yogyakarta. Berdasarkan komunikasi dengan pihak SPPG, sakit perut dan diare yang dialami para siswa itu diduga disebabkan lauk ayam dalam menu MBG pada Rabu kemarin.

”Tadi dari SPPG mengakui bahwa kemungkinan ada keracunan dari MBG, yaitu dari ayamnya,” ujarnya.

Isi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai ke SMA Negeri 1 Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Kamis (16/10/2025). Sebelumnya, ratusan siswa sekolah itu mengalami sakit perut dan diare diduga karena keracunan menu MBG yang dikonsumsi pada Rabu (15/10/2025) kemarin.

Ngadiya menambahkan, dari hasil komunikasi dengan SPPG, lauk ayam dalam menu MBG itu kemungkinan dimasak terlalu awal. Oleh karena itu, saat dikonsumsi para siswa, kualitas lauk ayam tersebut diduga sudah kurang bagus.

Selama ini, menu MBG untuk SMAN 1 Yogyakarta dikirim ke sekolah pada pukul 11.00 WIB. Setelah itu, makanan tersebut biasa dikonsumsi pada waktu istirahat kedua, yakni antara pukul 11.45 dan 12.30 WIB.

Menurut Ngadiya, sejak program MBG berjalan di SMAN 1 Yogyakarta pada Agustus 2025, peristiwa keracunan ini merupakan yang pertama kali terjadi.

Dia menambahkan, pihak SPPG menyatakan siap bertanggung jawab menanggung biaya pengobatan siswa di puskesmas.

Kotak makan berisi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai ke SMA Negeri 1 Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Kamis (16/10/2025). Sebelumnya, ratusan siswa sekolah itu mengalami sakit perut dan diare diduga karena keracunan menu MBG yang dikonsumsi pada Rabu (15/10/2025) kemarin.

Merasa trauma

Pada Kamis ini, program MBG di SMAN 1 Yogyakarta tetap berjalan. Namun, sebagian siswa mengaku masih trauma mengonsumsi menu MBG kembali.

Salah seorang siswi Kelas XII SMAN 1 Yogyakarta, Veda (17), turut menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi menu MBG berupa nasi, ayam barbekyu, dan sayur salad pada Rabu kemarin. Dia menyebut, setelah mengonsumsi makanan itu dan pulang ke rumah, badannya demam dan diare.

Hingga Kamis ini, Veda masih sakit perut dan diare. Dia berencana memeriksakan diri ke rumah sakit. ”Di kelas saya, ada 11 anak yang diare,” ujarnya.

Menurut Veda, ia sebenarnya jarang mengambil jatah menu MBG dari sekolah. Namun, pada Rabu kemarin, dia mengambil jatah MBG dan mengonsumsinya. ”Terus malah bikin sakit perut,” ujarnya.

Veda memutuskan tak mengambil jatah MBG, Kamis ini, karena masih trauma dengan kejadian keracunan itu. ”Trauma dan enggak mau ngambil lagi,” katanya.

Kepala SMA Negeri 1 Yogyakarta Ngadiya memeriksa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disuplai ke sekolah tersebut, Kamis (16/10/2025), di Kota Yogyakarta. Sebelumnya, ratusan siswa sekolah itu mengalami sakit perut dan diare diduga karena keracunan menu MBG yang dikonsumsi pada Rabu (15/10/2025) kemarin.

Sementara itu, Sekretaris Komite SMAN 1 Yogyakarta Sumartoyo menyatakan turut memantau peristiwa keracunan itu. Selama ini, pihak sekolah selaku penerima manfaat dari MBG berupaya turut mengontrol kualitas makanan dari program itu.

”Dengan adanya kejadian ini, kami dari komite juga ikut memantau kondisi putra-putri karena komite adalah perwakilan dari orangtua siswa,” kata Sumartoyo yang juga anggota Dewan Pakar Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI).

Menurut Sumartoyo, peristiwa keracunan akibat menu MBG tidak akan terjadi apabila pengolahanan dan distribusi makanan dilakukan dengan benar. Keracunan makanan bisa disebabkan oleh sejumlah faktor, misalnya terkait bahan baku atau penanganan, pengolahan, dan distribusi makanan.

”Sesuai juknis (petunjuk teknis) yang ada, tidak boleh lebih dari empat jam (antara memasak makanan sampai makanan dikonsumsi). Apalagi dalam kondisi ruangan terbuka,” tuturnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Haris Firdaus
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji