Dimensi Berbeda dari Kemenangan Napoli dan Juventus

Napoli memegang kendali persaingan gelar juara Liga Italia dari dua pesaing. Adapun Juventus memimpin perburuan satu tempat terakhir zona Liga Champions musim depan.

19 Jan 2025 11:36 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

BERGAMO, MINGGU — Napoli dan Juventus meraih kemenangan pada dua gim besar pekan ke-21 Liga Italia, Minggu (19/1/2025) dini hari WIB. Hasil positif itu memberikan dimensi berbeda bagi kedua tim. Napoli kian nyaman di puncak klasemen, sedangkan Juve membuka harapan untuk mengungguli perburuan posisi keempat.

Bermain di Stadion Gewiss, kandang Atalanta, Napoli berhasil membalaskan dendam kekalahan pada pertemuan pertama. Napoli bangkit untuk membawa pulang tiga poin dengan skor akhir 3-2.

Tertinggal lebih dulu lewat sepakan kaki kiri keras Mateo Retegui pada menit ke-16, Napoli menyusul dengan menutup babak pertama dengan hasilkan dua gol melalui Matteo Politano (27) dan Scott McTominay (40). Ademola Lookman sempat hadirkan harapan tim tuan rumah berkat gol penyama kedudukan pada menit ke-55, tetapi sundulan Romelu Lukaku pada menit ke-78 mengunci keunggulan Napoli.

Dengan koleksi tiga poin dari kota Bergamo, ”Si Keledai Kecil” memperlebar keunggulan atas Inter Milan menjadi enam poin. Napoli kian menjauh dari Atalanta di peringkat ketiga karena telah mempertegas gap menjadi tujuh poin.

Napoli menorehkan enam kemenangan beruntun di Liga Italia sejak kekalahan 0-1 dari Lazio, 9 Desember lalu. Jalan Napoli meraih scudetto kedua dalam tiga musim terakhir seharusnya tidak terlalu mengalami kendala.

Penyerang Atalanta, Ademola Lookman (tengah), berebut bola dengan bek Napoli, Juan Jesus (kiri), dan penyerang Napoli, Matteo Politano, dalam pertandingan Liga Italia antara Atalanta dan Napoli di Stadion Gewiss, Bergamo, Minggu (19/1/2025) dini hari WIB.

Sebab, Lukaku dan kawan-kawan hanya fokus bermain di Liga Italia pada sisa musim ini. Mereka tidak bermain di Eropa serta perjalanan mereka di Piala Italia sudah kandas di babak 16 besar.

Kondisi itu amat berbeda dengan Inter dan Atalanta yang masih berkompetisi di tiga ajang. Selain bersaing di liga, dua tim berseragam hitam-biru itu juga masih tampil di Liga Champions dan babak perempat final Piala Italia.

Fokus penuh di Liga Italia membuat skuad Napoli semakin lihai menjalani rencana taktik sesuai dengan keinginan Pelatih Antonio Conte. Napoli sama mematikannya bermain aktif menyerang serta ketika tampil reaktif dengan serangan balik. Dua senjata itu telah disajikan di kandang Atalanta.

”Saya sudah katakan sebelum pertandingan bahwa tim ini (Napoli) telah berkembang besar. Dua bulan lalu, Atalanta mencetak tiga gol ke gawang kami. Kali ini, pertandingan berjalan sangat berbeda,” tutur Conte dilansir Sky Sport Italia.

Lebih lanjut, Conte bahkan sesumbar timnya akan tampil lebih baik jika menghadapi Atalanta lagi di sisa musim ini. Namun, keinginan Conte tak akan terjadi karena Napoli hanya bermain di liga.

Penyerang Atalanta, Ademola Lookman (kanan), berebut bola dengan gelandang Napoli, Scott Mc Tominay, dalam pertandingan Liga Italia antara Atalanta dan Napoli di Stadion Gewiss, Bergamo, Minggu (19/1/2025) dini hari WIB.
Quote

Kami harus tetap rendah hati, terus bekerja, dan tidak mengeluh terhadap keadaan ini. Jika klub ingin melakukan sesuatu (di bursa transfer), mereka akan lakukan.

Meskipun sudah memimpin klasemen, Conte menegaskan bahwa timnya bukan kandidat terkuat untuk juara liga. Menurut dia, tujuan Napoli adalah menyebabkan masalah dari persaingan scudetto.

”Menyebabkan masalah sudah seperti melakukan sesuatu. Bagi saya, itu sudah mengungkapkan segalanya,” tutur Conte sembari tersenyum.

Conte tidak ingin sesumbar membicarakan kans juara timnya. Sebab, katanya, Napoli asuhannya sudah kehilangan pemain-pemain yang menjadi tulang punggung juara Liga Italia edisi 2022-2023, seperti Victor Osimhen, Kim Min-jae, dan Kvicha Kvaratskhelia.

”Kami harus tetap rendah hati, terus bekerja, dan tidak mengeluh terhadap keadaan ini. Jika klub ingin melakukan sesuatu (di bursa transfer), mereka akan lakukan. Sebaliknya, saya akan tetap bertarung dengan anak-anak dan saya tahu mereka tidak akan mengecewakan saya,” ucap Conte yang telah membawa Juve dan Inter Milan menjadi penguasa Italia.

Penyerang Juventus, Samuel Mbangula, beraksi dalam pertandingan Liga Italia antara Juventus dan AC Milan di Stadion Allianz, Turin, Minggu (19/1/2025) dini hari WIB.

Masuk empat besar

Ketika Napoli kian kokoh memimpin persaingan juara, Juve kembali masuk ke zona empat besar. ”Si Nyonya Besar” bisa kembali turun peringkat jika Lazio menang ketika hadapi Verona, Senin (20/1/2025) pukul 00.00 WIB.

Namun, setidaknya skuad asuhan Thiago Motta itu memberikan tekanan kepada Lazio, Bologna, Fiorentina, dan AC Milan yang juga mengincar posisi keempat. Merujuk performa musim ini, tiga dari empat jatah Liga Champions musim depan sudah dekat disegel Napoli, Inter, dan Atalanta.

Juve mengungguli persaingan peringkat keempat berkat mengalahkan rival langsung, AC Milan, 2-0, di Stadion Allianz. Dua gol di babak kedua dari penyerang sayap, Samuel Mbangula (menit ke-59) dan Timothy Weah (64).

Hasil positif melawan Milan mengakhiri rekor selalu imbang di tiga gim Liga Italia sebelumnya. Juve juga membalas kekalahan 1-2 dari Milan pada semifinal Piala Super Italia, 4 Januari lalu.

”Kami bekerja setiap hari untuk menang, setiap momen adalah kerja keras untuk menampilkan performa seperti hari ini dan meraih kemenangan. Kemenangan ini tidak hanya karena yang kami lakukan hari ini, tetapi berkat seluruh proses perkembangan yang sedang kami jalani,” kata Thiago Motta dilansir Tuttosport.

Italy Soccer Serie A

Mengalahkan Milan juga menjadi modal penting bagi Juve untuk hadapi laga Liga Champions kontra Club Brugge, lalu duel kontra Napoli di Liga Italia. Motta berharap skuadnya bisa terus berkembang dan semakin konsisten untuk mencatatkan kemenangan laga demi laga.

”Pada gim melawan Atalanta, kami membuat kesalahan teknis yang memberikan lawan kepercayaan diri, sedangkan kami membuat sedikit kesalahan melawan Milan dan itu memengaruhi psikologis lawan. Milan menghadapi kami yang tampil dengan intensitas dan kualitas sebagai tim,” ucapnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .