Karena LA Clippers, pertemuan LeBron James dengan Stephen Curry memang batal untuk sementara. Meskipun begitu, masih ada jalur lain yang bisa mempertemukan keduanya.
14 Apr 2025 09:00 WIB · Olahraga
SAN FRANCISCO, SENIN — Golden State Warriors kehilangan kans lolos langsung ke playoff setelah ditaklukkan Los Angeles Clippers di kandang sendiri. Skenario pertemuan dua megabintang, guard Warriors, Stephen Curry, dengan forward LA Lakers, LeBron James, pun harus tertunda.
Warriors kalah 119-124 dalam laga penentuan tiket playoff terakhir Wilayah Barat di Stadion Chase Center, Senin (14/4/2025) pagi WIB. Dampaknya, Curry dan rekan-rekan turun hingga peringkat ketujuh (48 menang-34 kalah) dan harus berjibaku melewati jalur play-in.
Clippers berhasil finis di peringkat kelima (50-32) dan berhak lolos langsung ke playoff. Mereka sudah dinanti tim peringkat keempat Denver Nuggets di babak pertama. Adapun jika menang, Warriors bisa menempati peringkat keenam dan berhadapan dengan Lakers yang berada di peringkat ketiga.
”Itu adalah laga yang besar. Mereka salah satu tim terbaik, begitu juga dengan kami. Para bintang benar-benar menjadi bintang. Permainan level tinggi diperlihatkan. Kami gagal mengeksekusi dengan baik di akhir, tetapi bukan karena kurang usaha,” kata Pelatih Kepala Warriors Steve Kerr.
Clippers sangat pantas mendapatkan tiket playoff. Duo bintang mereka, Kawhi Leonard dan James Harden, menampilkan performa terbaik dalam laga yang berlangsung sangat ketat tersebut. Kedua tim saling kejar, sampai laga harus ditentukan lewat lima menit babak tambahan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/14/deb7b38cdd228a5f5c2295f00f70470c-Los_Angeles_Clippers_v_Golden_State_Warriors_1_.jpeg)
Harden memimpin tim dengan sumbangan 39 poin, 10 asis, dan 7 rebound. Leonard mengikuti dengan 33 poin, 7 asis, dan 6 rebound. Harden merupakan sosok pahlawan tim tamu di babak tambahan. Dia menghasilkan 12 poin, mencuri bola dari Curry, dan memblok guard Brandin Podziemski.
”Kami tahu lingkungan (stadion) tidak akan bersahabat. Tujuan kami datang untuk menang. Karena itu, saya akan melakukan apa pun yang diperlukan, baik itu mencetak poin maupun mengatur permainan. Kami adalah tim yang bagus dan kami ingin memperlihatkan itu kepada dunia,” ucap Harden.
Sosok pembeda itu tidak ada di Warriors yang hanya mencetak delapan poin selama babak tambahan. Curry menghasilkan 18 poin di kuarter keempat, dari total sumbangan 36 poin. Namun, dia tidak banyak berbicara pada lima menit terakhir karena dijaga sangat ketat. Sama halnya dengan Jimmy Butler (30 poin dan 9 asis).
Momentum kemenangan Clippers tercipta pada 26,1 detik tersisa ketika mereka unggul 121-119. Warriors berkesempatan menyamakan kedudukan lewat forward Draymond Green, tetapi tembakan lay-up darinya meleset. Tuan rumah semakin sulit mengejar setelah itu karena waktu semakin tipis.
Sementara itu, momentum Warriors hilang pada pengujung kuarter keempat. Mereka sempat unggul empat poin saat waktu tersisa 1 menit 18 detik, seusai tembakan tiga angka Curry. Namun, keunggulan itu terkikis begitu saja karena dua turnover beruntun dari Podziemski dan Curry.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/14/b0afbd73a86b973e0974ce58920c8f6b-Los_Angeles_Clippers_v_Golden_State_Warriors_5_.jpeg)
Kerr mengatakan, kekalahan terjadi karena mereka kalah dalam urusan rebound (25-42). Center Clippers Ivica Zubac sangat dominan di bawah keranjang dengan catatan 17 rebound. ”Itu satu-satunya hal yang mengganggu saya,” ujar pelatih dengan empat cincin juara bersama Warriors tersebut.
Warriors sebenarnya bisa melewati jalur lebih mudah untuk lolos langsung ke playoff. Namun, tim asuhan Kerr itu membuat repot diri sendiri. Mereka kalah tiga kali dalam lima laga terakhir, termasuk dari tim yang sudah dipastikan gugur dari persaingan musim ini, yaitu San Antonio Spurs.
Pertemuan Curry dan James masih bisa terjadi, hanya saja jalan yang dilewati akan lebih rumit. Warriors akan melawan Memphis Grizzlies terlebih dulu di play-in, Rabu nanti, untuk berebut peringkat ketujuh. Jika menang, Warriors dinanti tim peringkat kedua Houston Rockets di babak pertama playoff.
Warriors dan Lakers langsung berhadapan di semifinal wilayah jika mampu melaju dari babak pertama. Skenario lain, mereka bisa bertemu di final wilayah. Syaratnya, Warriors kalah dari Grizzlies dan memenangi seluruh babak tersisa, mulai dari play-in terakhir (versus peringkat ke-9 atau ke-10), babak pertama (versus Oklahoma City Thunder), hingga semifinal.
Edisi selanjutnya duel Curry versus James sangat dinanti karena selalu ”ramai” ketika bertemu. Rivalitas kedua ikon NBA itu dimulai saat empat kali beruntun lolos ke final pada 2015-2018. Curry bersama Warriors, sementara James bersama Cleveland Cavaliers.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/15/248f1f63-047c-4950-b6bd-da22a8d4d1a5_jpg.jpg)
Setelah James bermigrasi ke Wilayah Barat, bersama Lakers, mereka sempat berhadapan sekali di playoff 2023. James memenangkan pertarungan di babak semifinal tersebut. Adapun Curry masih lebih unggul dalam urusan kemenangan di babak playoff, yaitu dengan keunggulan 3-2.
Kompleksitas hubungan Curry dan James juga dinanti. Selain rival, mereka juga bersahabat. Keduanya bersama-sama memenangkan emas Olimpiade Paris 2024 untuk Amerika Serikat pada musim panas lalu. Adapun Curry (37) dan James (40) sudah berada dalam usia pensiun sehingga kemungkinan akan sulit bertemu lagi pada masa depan. (AP)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .