Keimigrasian di AS menjadi masalah bagi pemain, ofisial tim, wasit, jurnalis, hingga suporter jelang Piala Dunia 2026. FIFA tidak bisa mengintervensi keputusan AS.
09 Jun 2026 10:29 WIB · Olahraga
AFP/KENZO TRIBOUILLARD
MIAMI, SENIN — FIFA secara resmi mencoret wasit berprestasi asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, dari daftar pengadil lapangan di Piala Dunia 2026. Keputusan ini diambil setelah otoritas imigrasi Amerika Serikat menolak masuknya Artan saat tiba di Bandara Internasional Miami dari penerbangan Istanbul, Turki, Sabtu (6/6/2026).
Dalam keterangan resmi yang dirilis pada Senin (8/6/2026) waktu AS atau Selasa (9/6/2026) WIB, FIFA menyatakan penyesalannya atas insiden yang menimpa salah satu wasit terbaik Afrika tersebut. Artan adalah salah satu dari tujuh wasit yang terpilih untuk bertugas di Piala Dunia edisi ke-23 dari Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Merujuk agenda FIFA, Artan bersama 52 wasit utama, 88 asisten wasit, dan 30 asisten wasit video (VAR), akan menjalani pelatihan terakhir sebelum bertugas di Piala Dunia pada Selasa ini. Setelah pelatihan itu, FIFA akan mengumumkan penugasan pertandingan bagi para pengadil lapangan terbaik di dunia itu.
”FIFA dapat mengonfirmasi bahwa petugas pengadil pertandingan Omar Abdulkadir Artan tidak akan dapat mengikuti pelatihan dan memimpin pertandingan di Piala Dunia 2026 setelah ia ditolak masuk ke Amerika Serikat,” ujar juru bicara FIFA dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada AFP.
Lebih lanjut, FIFA menekankan independensi otoritas tuan rumah dalam urusan penapisan perbatasan. Mereka tidak memiliki kewenangan untuk memengaruhi keputusan terkait keimigrasian itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/09/380f7b7dddd7faae6cc98e8e3cd6412f-1000241388.jpg)
”FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk dalam ajudikasi visa, dan telah diberi tahu oleh otoritas berwenang bahwa status Artan tidak akan berubah saat ini. Sejalan dengan ajang FIFA terdahulu, pemerintah tuan rumah pada akhirnya memegang keputusan penuh mengenai siapa yang berhak menerima visa dan siapa yang diizinkan masuk ke negara mereka,” ucap juru bicara tersebut kemudian.
Pencoretan ini menjadi pukulan telak bagi dunia sepak bola Somalia. Artan, yang resmi mendapatkan lisensi sebagai wasit FIFA pada tahun 2018, sejatinya hampir mengukir sejarah emas sebagai orang Somalia pertama yang memimpin pertandingan babak utama Piala Dunia. Bahkan, timnas Somalia pun belum pernah tampil di pesta sepak bola terakbar di dunia itu.
Tak heran, Pemerintah Somalia mengecam aturan visa Pemerintah AS yang menghalangi Artan menciptakan sejarah dalam dunia sepak bola negara Afrika itu.
Masalah visa dan penolakan imigrasi bagi anggota tim peserta, staf teknis, hingga ofisial dari berbagai tim peserta telah memengaruhi citra kesiapan AS sebagai tuan rumah.
Ciise Aden Abshir, penasihat senior Kementerian Pemuda dan Olahraga Somalia, mengungkapkan, Artan telah mengantongi visa AS sebelum meninggalkan negaranya. Ia pun bisa menempuh perjalanan udara dari Istanbul, Turki, menuju AS.
Padahal, Pemerintah Somalia telah memberikan Artan paspor diplomatik dalam penugasan di Piala Dunia 2026. Ia tidak menggunakan paspor umum.
”Melarang dia (Artan) masuk ke AS dan mencegahnya dari memimpin pertandingan (Piala Dunia) yang telah dijadwalkan tidak hanya melukai dia secara pribadi, tetapi juga merusak komitmen sepak bola terhadap keadilan, prestasi, dan semangat permainan yang adil,” tutur Abshir.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/29/f4676223-8344-4f89-9f38-071a7fe95001.jpg)
Abshir merupakan mantan kapten timnas Somalia. Ia membela negaranya pada laga-laga internasional periode 2003 hingga 2011.
Artan pun sudah kembali berada di Istanbul. Dalam pernyataan resmi, Artan berkomitmen untuk tidak larut dalam kekecewaan akibat gagal bertugas di Piala Dunia 2026.
”Saya ingin berterima kasih kepada FIFA dan seluruh dukungan mereka. Saya berjanji akan terus meningkatkan kualitas perwasitan saya karena saya telah berkonsentrasi ke masa depan,” kata Artan yang kelahiran 1992.
”Saya ingin berterima kasih kepada keluarga sepak bola atas pesan baik dan berharap kolega saya menjalani kesuksesan selama Piala Dunia. Saya berharap bisa bergabung pada turnamen lain,” ucapnya menambahkan.
Dalam tiga tahun terakhir, kiprah Artan menanjak pesat di Afrika. Ia diakui sebagai pengadil pertandingan sepak bola terbaik di Afrika setelah dinilai sukses memimpin sejumlah laga di Piala Afrika Pantai Gading 2023.
Kualitasnya semakin mendapat apresiasi setelah dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik Tahun Ini oleh CAF pada 2025 berkat kepemimpinan dan integritasnya di lapangan hijau.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/17/fdc700a500de997495b875c8b6df30d6-20260117_GKT_Piala_Dunia_dan_Konflik_mumed.png)
Rekam jejak mentereng ini bahkan membuat Presiden Somalia Hassan Sheikh Mohamud memuji Artan sebagai simbol inspirasi yang luar biasa bagi generasi muda masyarakat Somalia.
”Saya menghargai usaha, profesionalisme, dan integritas yang ditunjukkan oleh wasit Omar (Artan),” ucap Mohamud.
Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (US Customs and Border Protection/CBP) merilis pernyataan resmi untuk membela tindakan mereka di bandara. CBP menegaskan bahwa kepemilikan dokumen visa tidak serta-merta menjamin seseorang bisa lolos begitu saja dari pemeriksaan ketat di pintu masuk negara.
”Selama pemrosesan kedatangan, pengunjung itu menjalani pemeriksaan tambahan yang merupakan bagian rutin dari proses inspeksi CBP ketika petugas perlu memverifikasi informasi atau menentukan kelayakan masuk,” ujar CBP dalam keterangan seperti dikutip ESPN.
”Setelah pemeriksaan selesai, pengunjung yang merupakan wasit untuk Piala Dunia itu dinyatakan tidak dapat diterima masuk karena adanya kekhawatiran dalam proses penapisan. Karena itu, akses masuknya ditolak,” lanjut CBP tanpa memerinci detail perkara keamanan yang dimaksud.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/24/0e251ba8-57ad-425d-b742-064557c24db1.jpg)
Meskipun CBP menggunakan dalih ”kekhawatiran penapisan” secara umum, kegagalan Artan masuk wilayah AS diyakini akibat status geopolitik Somalia. Negara di Afrika timur itu merupakan salah satu dari puluhan negara yang masuk dalam daftar pembatasan perjalanan ketat yang diterapkan Presiden Donald Trump atas dasar keamanan nasional.
Walaupun kebijakan tersebut memiliki klausul pengecualian bagi atlet dan staf Piala Dunia, petugas CBP di bandara kedatangan tetap memiliki hak veto mutlak untuk membatalkan izin masuk tersebut berdasarkan data penegakan hukum yang tersedia pada saat inspeksi kasus per kasus.
Kasus penolakan Omar Artan ini sayangnya bukan satu-satunya noda imigrasi yang membayangi persiapan menjelang kick-off Piala Dunia 2026. Masalah visa dan penolakan imigrasi bagi anggota tim peserta, staf teknis, hingga ofisial dari sejumlah tim peserta telah memengaruhi citra kesiapan AS sebagai tuan rumah.
Delegasi tim nasional Iran, misalnya, sempat mengalami ketegangan diplomatik setelah 15 anggota staf pendukung mereka, termasuk kepala federasi sepak bola dan direktur media, ditolak visanya pada menit-menit terakhir oleh otoritas AS. Hal itu memaksa tim Iran memindahkan basis pelatihan mereka dari wilayah AS ke Meksiko. Skuad Iran hanya mendapatkan visa sementara yang membuat mereka tidak bisa bermalam di wilayah AS.
”Kami tidak mempermasalahkan para atlet. Kami menerapkan hal itu untuk mengantisipasi adanya anggota kontingen yang memiliki kepentingan lain yang dapat mengganggu keamanan negara,” ucap Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio ketika menjawab pertanyaan Senat AS mengenai status visa Iran, pekan lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/cb12e0272dde8f79edc8ea2115a9e900-wires_photo_4_.jpg)
Kasus interogasi yang berlarut-larut juga menimpa striker andalan Irak Aymen Hussein, yang ditahan dan diinterogasi selama hampir tujuh jam di Bandara O’Hare, Chicago, sebelum akhirnya diizinkan masuk. Hal itu berbeda dengan yang dialami fotografer timnas Irak yang tidak bisa masuk AS.
”Mengapa Amerika bisa menggelar Piala Dunia jika mereka sangat agresif kepada warga asing?” respons Hussein dilansir Al Jazeera.
Gelandang tim nasional Swiss Breel Embolo juga sempat ditolak visa masuknya pekan lalu sebelum akhirnya berhasil lolos setelah Pemerintah Swiss mengajukan banding darurat.
Kisah serupa dengan Artan dialami pemain Maroko Zakaria El Ouahdi yang pengajuan visanya ditolak. Bek sayap klub Belgia, Genk, itu akhirnya diganti oleh Ali Maamar. (AFP/AP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji