Djokovic Mempertahankan ”Wilayah Kekuasaannya”

”Big match” dalam perempat final tunggal putra Australia Terbuka dimenangi Novak Djokovic. Dia mengatasi perlawanan tangguh Carlos Alcaraz.

21 Jan 2025 23:06 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

MELBOURNE, SELASA — Perempat final tunggal putra Australia Terbuka, Novak Djokovic, melawan Carlos Alcaraz, menjadi pertemuan antara petenis dengan gelar terbanyak di arena Grand Slam dan talenta muda terbaik. Sang senior memulangkan anak muda yang sering menyulitkannya dalam dua tahun terakhir.

Rod Laver Arena, lapangan terbesar di Melbourne Park, menjadi tempat yang sangat dikenal Djokovic. Di lapangan keras plexicushion berwarna biru, Djokovic mendapatkan 10 trofi juara Australia Terbuka yang menjadikannya sebagai petenis yang paling sering menjuarai Australia Terbuka. Sepuluh gelar itu menjadi bagian dari 24 gelar Grand Slam, yang juga jumlah terbanyak, sama seperti yang dimiliki Margaret Court.

Namun, setelah menjadi juara pada 2023, Djokovic diungguli Jannik Sinner pada semifinal Australia Terbuka 2024. Gelar itu menjadi pintu gerbang bagi Sinner untuk menjadi petenis nomor satu dunia dan mendapat gelar kedua Grand Slam di Amerika Serikat Terbuka.

Pada Australia Terbuka 2025, tantangan yang sama besarnya seperti melawan Sinner datang lebih awal, yaitu pada perempat final dengan melawan Alcaraz, pada Selasa (21/1/2025). ”Big match” Djokovic melawan Alcaraz bisa dikatakan terjadi lebih awal mengingat mereka selalu bertemu di semifinal atau final pada tujuh pertemuan lain.

Djokovic unggul 4-3, termasuk pada pertemuan terakhir yang terjadi di final Olimpiade Paris 2024. Akan tetapi, tujuh semifinal dan final, sebelum mereka bertemu untuk pertama kalinya di Melbourne Park, menunjukkan kualitas Alcaraz.

APTOPIX Australian Open Tennis

Dalam usia 21 tahun, dia memperoleh empat gelar Grand Slam dan menjadi petenis nomor satu dunia termuda. Di antara momen terbaiknya adalah ketika menjuarai Wimbledon 2023 dan 2024 dengan mengalahkan Djokovic pada kedua final.

Meski terlihat tegang dan pergerakannya kaku pada awal pertandingan di Melbourne Park, Alcaraz terlihat bisa menjadi batu sandungan Djokovic untuk meraih gelar Grand Slam ke-25 dengan memenangi set pertama.

Quote

Seandainya pertandingan ini terjadi di final. Ini salah salah satu laga epik dalam karier saya.

Dalam persaingan sesama petenis elite di arena Grand Slam, memenangi set awal bisa bermakna berbeda, menjadi modal baik bagi yang memenanginya atau tak berarti apa pun karena persaingan tunggal putra berlangsung dengan format best of five sets. Kemungkinan kedua akhirnya terjadi karena Djokovic menang dengan skor 4-6, 6-4, 6-3, 6-4 melalui pertandingan yang berlangsung tiga jam 37 menit.

Durasi itu cukup lama karena kedua petenis memperlihatkan kemampuan yang berada di atas rata-rata petenis top lain. Mereka beradu taktik dengan mengombinasikan pukulan dari baseline dengan dropshot, membuat lawan kesulitan dengan pukulan bersudut tajam, dan pukulan down the line.

Djokovic dan Alcaraz, bahkan, bisa mempertahankan kualitas permainan mereka dalam 20-an pukulan atau durasi lebih dari lima menit hanya untuk mempertahankan satu servis. Pada set keempat, persaingan, bahkan, berlangsung lebih intens.

APTOPIX Australian Open Tennis

Perebutan salah satu poin berlangsung dalam 33 pukulan dan ini merupakan reli yang panjang dalam permainan tenis. Setelah Alcaraz mendapat poin karena unforced error Djokovic, mereka hanya bisa membungkukkan badan. Momen yang sangat melelahkan bagi kedua petenis ini menjadi hiburan bagi penonton. Rod Laver Arena kian meriah pada dini hari.

”Seandainya pertandingan ini terjadi di final. Ini salah salah satu laga epik dalam karier saya,” komentar Djokovic kepada mantan petenis Jim Courier, di lapangan.

”Saya memberi apresiasi kepada Carlos, dia adalah kompetitor muda terbaik. Saya beruntung masih punya dua kaki dan dua tangan untuk bertahan meski sebenarnya hanya dengan 1,5 kaki. Namun, perawatan yang diberikan tadi sangat membantu,” kata Djokovic yang menjalani medical timeout saat tertinggal 4-5 pada set pertama dan kembali ke lapangan dengan paha kiri dibebat.

Walaupun dengan kondisi yang tak begitu fit dan melawan petenis yang 16 tahun lebih muda darinya, Djokovic memperlihatkan bahwa tekad besar bisa membawanya untuk mengatasi kesulitan. Dia masih mempertahankan peluang menjadi satu-satunya petenis dengan gelar Grand Slam terbanyak dengan lolos ke semifinal untuk berhadapan dengan Alexander Zverev. Petenis Jerman unggulan kedua itu mengalahkan Tommy Paul 7-6 (1), 7-6 (0), 2-6, 6-1.

Atas tantangan sangat besar yang bisa ditaklukkannya pada perempat final, Djokovic melampiaskan emosi dengan berteriak sebelum bersalaman dengan Alcaraz di net. Dia menghampiri tim pelatih di sudut lapangan dan memeluk keyang bergabung dengan timnya sejak Desember 2024.

APTOPIX Australian Open Tennis

Murray, mantan petenis Inggris Raya yang biasanya emosional saat menjadi pemain, kali ini bersikap harus lebih tenang, apalagi ketika Djokovic kesal. Murray pun menunjukkan sportivitasnya dengan menyalami Alcaraz yang melakukan pendinginan dengan bersepeda statis.

Di lapangan, ketika masih diwawancara Courier, Djokovic juga berterima kasih kepada penonton yang tetap memenuhi stadion hingga pertandingan selesai pada Rabu pukul 01.00 waktu setempat. Berada di tribune dengan kapasitas 14.500 penonton itu adalah kedua anaknya, Stefan (10) dan Tara (7), dan itu membuat Djokovic terkejut. ”Saya tak menduga anak-anak saya masih di sini pada jam seperti ini,” katanya.

Sabalenka Bertahan

Pada tunggal putri, Aryna Sabalenka harus bertahan dari momen sulit untuk tetap berada di jalur juara Australia Terbuka tiga kali secara beruntun. Kesempatan tersebut hampir terlepas pada perempat final saat melawan Anastasia Pavlyuchenkova, petenis yang sebenarnya tak begitu diunggulkan untuk berada di fase tersebut.

Sabalenka akhirnya menang dengan skor 6-2, 2-6, 6-3 dan akan berhadapan dengan Paula Badosa pada semifinal. Bagi Badosa, kemenangan atas Cori Gauff 7-5, 6-4 mengantarkannya pada semifinal Grand Slam untuk pertama kali.

Sebelumnya, pencapaian terbaik petenis Spanyol berusia 27 tahun tersebut adalah ketika tampil pada perempat final Perancis Terbuka 2021 dan AS Terbuka 2024. Karena itu, melawan Sabalenka di semifinal Australia Terbuka akan menjadi tugas berat bagi Badosa.

Reaksi petenis Belarus, Aryna Sabalenka, setelah mendapat poin dalam pertandingan perempat final Australia Terbuka melawan petenis Rusia, Anastasia Pavlyuchenkova, di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Selasa (21/5/2025).

Sabalenka menguasai persaingan tunggal putri di Melbourne Park dengan menjadi juara pada 2023 dan 2024. Dia menjadi tunggal putri pertama yang bisa mempertahankan gelar sejak Victoria Azarenka juara pada 2012 dan 2013.

Dominasi itu diperlihatkan melalui statistik bahwa petenis nomor satu dunia itu hanya kehilangan satu set di Melbourne Park sebelum Pavlyuchenkova merebut set kedua darinya. Pavlyuchenkova sebenarnya tak terlalu difavoritkan untuk menjadi lawan Sabalenka di perempat final. Berada pada jalur yang sama dengan Pavlyuchenkova dalam undian adalah finalis 2024, Zheng Qin Wen, tetapi unggulan kelima yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tersebut kalah dari Laura Siegemund pada babak kedua.

Meski demikian, Pavlyuchenkova menjadi petenis yang hampir menggagalkan hattrick juara Sabalenka. Dia bisa mengatasi servis keras Sabalenka pada set kedua.

Pavlyuchenkova juga selalu unggul pada awal set ketiga saat mematahkan servis lawan lebih dulu, yaitu pada gim pertama dan ketiga. Namun, Sabalenka bisa membalasnya secara langsung.

Perlawanan Pavlyuchenkova akhirnya menurun sejak gim ketujuh, setelah skor 3-3, karena servis yang buruk. Servisnya dipatahkan Sabalenka pada gim kedelapan dan petenis Belarus itu memenangi pertandingan dengan mempertahankan servis pada gim kesembilan. Tak hanya dari lawan, Sabalenka juga berhasil mengatasi tekanan dari alam, yaitu angin yang bertiup kencang.

APTOPIX Australian Open Tennis

”Sejujurnya, saya hanya berdoa agar bola tetap berada di lapangan dalam kondisi yang sangat berat ini. Selain kondisi ini, Anastasia juga bermain baik dan sangat agresif. Saya sangat senang bisa menang,” kata Sabalenka.

Tiket semifinal lainnya akan diperebutkan pada pertandingan Rabu. Di tunggal putri, Iga Swiatek akan berhadapan dengan Emma Navarro dan Elina Svitolina melawan Madison Keys.

Sinner akan berusaha mempertahankan peluang juara untuk dua kali beruntun dengan melawan andalan tuan rumah, Alex de Minaur. Pemenang dari pertandingan ini akan melanjutkan penampilan dengan melawan Ben Shelton atau Lorenzo Sonego. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata