Masyarakat yang ingin hadir saat Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka bisa mendaftar melalui aplikasi Pandang Istana mulai 4 Agustus 2025.
01 Agt 2025 14:21 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Memperingati Proklamasi Kemerdekaan, sepanjang Agustus kembali dijadikan sebagai Bulan Kemerdekaan. Selain Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi pada 17 Agustus 2025, pemerintah menggelar sejumlah acara untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan. Tak sebatas itu, pemerintah juga memutuskan 18 Agustus 2025 sebagai hari libur nasional. Peringatan kemerdekaan ini sekaligus menjadi peringatan pertama bagi Prabowo Subianto sebagai presiden.
Ketua Peringatan Hari-hari Besar Nasional dan Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-80 Republik Indonesia sekaligus Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengumumkan rangkaian kegiatan peringatan HUT Ke-80 RI di kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat (1/8/2025).
Bulan Kemerdekaan akan dimulai dengan acara doa kebangsaan, Jumat (1/8/2025) malam. Berbeda dengan pelaksanaan zikir kebangsaan pada tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung di halaman depan Istana Merdeka, Jakarta, doa kebangsaan diselenggarakan di Tugu Proklamasi.
Lokasi yang bersejarah ini, menurut Juri, dipilih sebagai simbol rasa syukur atas perjuangan para pendiri bangsa dan para pahlawan bangsa.
Tugu Proklamasi berkaitan dengan pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945 di kediaman Presiden Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Rumah itu kemudian menjadi Gedung Proklamasi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/27/c440e621cfc422dd6ee263b559b2d657-20250627kum7.jpg)
Tugu Proklamasi awalnya dibangun kelompok Ikatan Wanita Djakarta sebagai tugu peringatan setahun kemerdekaan RI. Karena itu, tugu yang terletak di depan Gedung Proklamasi ini awalnya dinamakan Tugu Peringatan Satoe Tahoen Repoeblik Indonesia.
Tugu ini pernah dihancurkan Presiden Sukarno pada tahun 1960. Tugu ini digantikan dengan Tugu Petir di tempat Bung Karno dan Bung Hatta berdiri saat membacakan naskah Proklamasi.
Tahun 1972, Tugu Proklamasi dibangun kembali dengan ukuran dan bentuk persis sama seperti yang lama.
Di kawasan Tugu Proklamasi, Jumat malam, sekitar 1.500 umat beragama akan berkumpul. Doa lintas agama pun akan didaraskan untuk persatuan dan kesejahteraan bangsa. ”Doa kebangsaan ini wujud bahwa bangsa Indonesia bukan hanya bangsa yang berketuhanan, melainkan juga bangsa yang penuh toleransi dan plural sesuai dengan Bhinneka Tunggal Ika,” tutur Juri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/08/01/b4223384-9708-44ef-b24a-96526aba81c1_jpg.jpg)
Sebelum Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi, Presiden Prabowo juga akan mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.
Selain itu, masih ada penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada individu, kelompok, dan institusi yang dinilai Presiden dan pemerintah memiliki jasa dan karya kepeloporan bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Menurut rencana, penganugerahan penghargaan diselenggarakan pada 13 Agustus di Istana Negara.
Rangkaian peringatan kemerdekaan juga akan diisi dengan pidato kenegaraan pada 15 Agustus. Pada 16 Agustus, pukul 00.00, dilaksanakan ziarah nasional dan renungan suci yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.
”Di seluruh wilayah Indonesia juga dilaksanakan apel renungan suci di taman makam pahlawan setempat, di provinsi ataupun kabupaten/kota,” kata Juri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/08/06/44e6d667-269c-4e6b-b1cd-c70dff845e69_jpg.jpg)
Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi akan didahului dengan kirab bendera pusaka dan teks proklamasi dari Monas ke Istana Merdeka menggunakan kereta kencana. Pasukan berkuda akan mengawal kirab yang dimulai pada pukul 08.00.
Sore harinya akan dilaksanakan upacara penurunan bendera. Baik Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi maupun upacara penurunan bendera, Presiden Prabowo akan menjadi inspektur upacaranya. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pun akan hadir di Jakarta.
Presiden Prabowo, kata Juri, mengarahkan supaya peringatan kemerdekaan ini harus hikmat serta bisa dirayakan dengan penuh sukacita, riang gembira, dan berdampak bagi masyarakat. Karena itu, rangkaian upacara di Istana akan diisi berbagai kegiatan yang dikemas secara inklusif, melibatkan partipasi masyarakat luas.
Sebagian besar undangan yang disebar, kata Juri, untuk masyarakat umum. Dari sekitar 8.000 undangan, 80 persennya adalah masyarakat umum. ”Kami akan mengurangi jumlah pejabat-pejabat dan menambah alokasi untuk masyarakat umum. Sebanyak 80 persen dialokasikan untuk masyarakat umum,” tutur Juri.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2022/08/17/156b1e57-2ed0-492e-a945-62eddf9223a3_jpg.jpg)
Masyarakat yang ingin hadir bisa mendaftar melalui aplikasi Pandang Istana yang akan dibuka mulai 4 Agustus 2025. Begitu pula masyarakat yang ingin hadir secara daring.
Menurut rencana, untuk memeriahkan peringatan ke-80 tahun kemerdekaan ini akan ditampilkan pula pergelaran kesenian yang menampilkan keberagaman kesenian dan budaya Indonesia di halaman Istana Merdeka.
Adapun di halaman tengah Istana Kepresidenan akan diselenggarakan pesta rakyat. Jadi, setelah upacara pada pagi hari, kata Juri, Presiden menyiapkan berbagai aneka hidangan, makanan, dan minuman yang diperuntukkan bagi masyarakat peserta upacara. Penyiapan hidangan ini melibatkan pedagang kaki lima yang sehari-hari berjualan di sekitar Istana, sekitar Monas, dan lainnya.
Pesta rakyat ini menjadi yang pertama kalinya diselenggarakan dalam perayaan HUT RI di Istana Kepresidenan. ”Jadi, kepada masyarakat umum, kami ingin mengimbau, jika berminat menjadi peserta Upacara Detik-detik Proklamasi Ke-80, nanti siap-siap untuk war undangan HUT Ke-80 RI mulai tanggal 4 Agustus 2025.”
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/17/00683cee-cd97-4bfb-a869-49554de63b8a_jpg.jpg)
Adapun masyarakat yang belum berkesempatan hadir langsung di Istana, tambah Juri, panitia akan menyelenggarakan pesta rakyat sehari semalam di kawasan Tugu Monas pada hari yang sama, tanggal 17 Agustus 2025. ”Jadi, dari pagi sampai malam akan ada pesta rakyat,” ujarnya.
Pesta rakyat di Monas ini akan diisi dengan berbagai perlombaan, panggung hiburan, kuliner gratis dari UMKM, dan pertunjukan kembang api pada malam harinya.
Kemeriahan 17 Agustus juga akan semakin semarak pada malam hari dengan kegiatan karnaval kemerdekaan. Karnaval ini melibatkan perwakilan semua instansi pemerintah, kementerian, lembaga, TNI, Polri, dan BUMN yang akan menampilkan program-program unggulan masing-masing dalam kendaraan hias. Kreativitas semua instansi ini diharapkan bisa menghibur masyarakat. Rute karnaval ini melintasi kawasan Monas, Jalan MH Thamrin, Jalan Sudirman, sampai persimpangan Semanggi.
Selain itu, sepanjang 17 Agustus 2025, tarif semua angkutan massal publik di Jakarta, baik Jaklingko, Transjakarta, LRT, MRT, maupun KRL, akan sama, yakni Rp 80.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/08/28/d91a2645-d5ca-4cce-a5dc-018942e47f5f.jpg)
Hadiah lain di Bulan Kemerdekaan, menurut Juri, adalah hari libur pada 18 Agustus. Hari libur setelah upacara, pesta rakyat, dan karnaval diharapkan memberikan keleluasaan bagi masyarakat untuk menggelar perlombaan dan kegiatan yang menyemarakkan peringatan HUT RI.
Perlombaan-perlombaan yang membangun semangat optimisme, kebersamaan, dan mendorong kreativitas diharapkan terus dihidupkan. Dengan demikian, Indonesia bisa terus maju sebagai bangsa yang sejahtera.
”Jadi, kami juga mengimbau masyarakat menghidupkan kembali perlombaan-perlombaan yang mendorong kreativitas,” kata Juri.
Perayaan dan kemeriahan ini juga diharapkan tak hanya ada di tingkat nasional atau pusat, tetapi juga di daerah-daerah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2020/08/15/f0b55fec-c939-4b9b-a5ff-710d98f72a9b_jpg.jpg)
Peringatan Hari Kemerdekaan Ke-80 juga akan dimeriahkan oleh penyelenggaraan Merdeka Run 8.OK pada 24 Agustus di Jakarta. Angka 8.0 dipilih sesuai dengan perayaan 80 tahun kemerdekaan Indonesia.
Selain itu, masih ada program diskon belanja nasional hingga 80 persen yang diinisiasi oleh pelaku usaha ritel modern dan pusat perbelanjaan.
Sebelum ini, Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan logo peringatan HUT Ke-80 RI yang berbentuk angka 80 yang saling terhubung tanpa ujung dan tak terputus. Logo ini disebut melambangkan persatuan bangsa.
Peresmian logo dilangsungkan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/7/2025). ”Tema ini dipilih karena selaras dengan visi besar negara dan mewakili arah perjuangan bangsa kita. Kita ingin selalu menjadi negara yang bersatu, Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda, tetapi satu,” ujar Prabowo saat peluncuran.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/08/13/34477eb6-db88-4e3b-bb83-9042bef6f2f1.jpg)
Tema peringatan HUT Ke-80 Republik Indonesia adalah ”Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Dengan demikian, perayaan kemerdekaan tidak hanya mengingat tanggal kemerdekaan, tetapi menjadi momentum untuk menjaga api semangat perjuangan dan pengorbanan kolektif. Harapannya, bangsa ini terus bertahan dan tumbuh menjadi bangsa yang besar, sejahtera, dan maju.
”Selain itu, kita akan merayakan dengan kegembiraan dan kemeriahan, serta memperkuat optimisme masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, tema peringatan HUT Kemerdekaan tahun ini bukan sekadar slogan, tetapi mencerminkan semangat bekerja bersama-sama, gotong royong, dan kerja nyata,” kata Juri.
Dia pun mengimbau seluruh masyarakat, instansi pemerintah pusat dan daerah, sekolah-sekolah, kampus, BUMN, BUMD, dan sektor swasta untuk turut berpartisipasi memeriahkan peringatan HUT Ke-80 RI. Setidaknya, semua bisa memasang bendera Merah Putih dan umbul-umbul di rumah-rumah ataupun di lingkungan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/08/15/2527f7c7-3596-4544-8ffe-e4d20651d025.jpg)
Imbauan memasang bendera Merah Putih sepanjang 1 Agustus sampai 31 Agustus 2025 ini juga disampaikan melalui Surat Edaran Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi kepada pimpinan lembaga dan instansi pemerintah di seluruh Indonesia. Dalam surat yang bertanggal 28 Juli 2025 ini, atribut dan logo HUT Ke-80 RI diharapkan diimplementasikan secara maksimal. Diimbau pula supaya semua lembaga menyelenggarakan kegiatan yang tidak hanya bersifat simbolis, tapi juga melibatkan partisipasi masyarakat.
”Jangan lupa juga di momentum Bulan Kemerdekaan untuk melakukan gotong royong, kerja bakti, membersihkan lingkungan, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya untuk membuat lingkungan menjadi bersih dan nyaman,” ujar Juri.
Penulis:
Nina Susilo, Kurnia Yunita RahayuEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Nur Adji