SEPAK BOLA

Dony Tri Pamungkas, dari Liga Kompas U-14 Menuju Andalan John Herdman

Dony Tri Pamungkas adalah penyemangat baru pelatih di akar rumput untuk melahirkan pemain timnas Indonesia. Dony jadi oase dari pembinaan nasional yang belum ideal.

28 Mar 2026 12:54 WIB · Olahraga

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Dony Tri Pamungkas, satu pemain muda yang langsung mendapat kesempatan bermain pada laga perdana John Herdman menangani timnas Indonesia. Kontra Saint Kitts-Nevis, Jumat (27/3/2026) malam, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Dony tidak hanya sebagai pelengkap skuad, ia bermain penuh selama 90 menit dan menyajikan sejumlah statistik menawan.

Herdman datang menangani timnas Indonesia dengan warisan pemain-pemain lokal dan diaspora. Namun, ia tidak terpaku pada pemain-pemain yang sudah rutin tampil di kualifikasi Piala Dunia 2026 periode 2024–2025.

Buktinya, hal itu ditunjukkan juru taktik asal Inggris itu dengan memasukkan nama Dony dan Cahya Supriadi dalam susunan 23 nama skuad untuk FIFA Series 2026. Kedua pemain lulusan Persija Development itu sejatinya bergabung dengan tim besutan Herdman bukan sebagai calon debutan.

Mereka pernah membela tim senior Indonesia pada Kejuaraan ASEAN 2024 yang merupakan turnamen pamungkas bersama Shin Tae-yong. Namun, kala itu, Indonesia menurunkan mayoritas pemain berusia di bawah 23 tahun, bukan tim utama.

Itu artinya Dony, yang berusia 21 tahun, baru benar-benar bergabung dengan tim utama skuad Garuda di bawah kendali Herdman. Menjadi pemain termuda dalam susunan pemain FIFA Series tidak menggetarkan semangat dan mental bersaing Dony. Ia pun tidak gugup menjalani debut tampil di Stadion Utama Bung Karno bersama timnas Indonesia.

Pemain Indonesia berfoto sebelum melawan Saint Kitts dan Nevis dalam laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia menang 4-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
27-03-2026

Herdman langsung percaya kepada Dony dengan memainkannya sebagai pemain inti menghadapi Saint Kitts-Nevis. Dony ditempatkan di sisi sayap kiri. Perannya tidak hanya dalam satu posisi.

Dalam situasi menguasai bola, Dony bertugas sebagai gelandang sayap yang sejajar dengan para pemain tengah. Untuk kondisi bertahan dan tanpa bola, Dony akan menjadi kunci bagi terbentuknya susunan kuartet bek Indonesia bersama Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Elkan Baggott.

Dalam dua peran itu, ia bermain disiplin dengan tidak pernah meninggalkan lubang di sisinya. Utamanya, penampilan Dony tidak gagap mengubah peran selama 90 menit berlaga. Situasi itu membuat Dony bersama Ridho dan Maarten Paes sebagai tiga pemain yang tampil penuh.

Merujuk catatan statistik Lapang Bola, Dony menjalankan peran-peran penting dalam bertahan. Ia mencatatkan dua tekel sukses dan enam intersep. Dalam dua statistik bertahan itu, ia hanya kalah dari dua seniornya di Persija, yakni Ridho (empat tekel) dalam urusan tekel sukses dan Jordi Amat (tujuh intersep) untuk tugas intersep.

Tak ketinggalan, Dony mampu melakukan dua sapuan. Angka itu sekadar inferior dibandingkan catatan tiga sapuan yang diciptakan dua bek tengah, Idzes dan Baggott.

Selain peran bertahan, Dony juga memiliki fungsi yang signifikan dalam permainan Indonesia ketika menguasai bola. Ia mengoleksi 54 operan sukses. Statistik itu lagi-lagi hanya kalah dari Ridho dengan 69 operan sukses.

Pemain Indonesia, Dony Tri Pamungkas, bersiap mengeksekusi sepak pojok saat melawan Saint Kitts dan Nevis dalam laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia menang 4-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
27-03-2026

Dan, ada satu catatan statistik dalam laga Indonesia versus Saint Kitts-Nevis yang dipuncaki Dony. Itu adalah koleksi umpan kunci. Dony mencatatkan tiga umpan kunci. Tidak ada pemain lain dalam laga FIFA Series 2026 itu yang mampu melakukan lebih dari satu umpan kunci.

Dua dari tiga umpan kunci itu diciptakan pemain berusia 21 tahun itu ketika menjalankan tugasnya sebagai eksekutor sepak pojok. Satu eksekusi sepak pojok pada menit ke-52 menjadi awal Ole Romeny mencetak gol ketiga Indonesia.

Kemudian, Dony juga melepaskan umpan sepak pojok akurat ke sisi tiang jauh yang diterima Justin Hubner pada menit 90+2. Sayang, tembakan voli kaki kanan bek Fortuna Sittard itu hanya menggetarkan sisi luar jaring gawang tim tamu.

Lalu, satu umpan kunci Dony diciptakan ketika melakukan overlap pada menit ke-52. Ia menarik satu pemain Saint Kitts-Nevis sehingga membuka ruang untuk Beckham Putra. Operan dari Dony dimaksimalkan Beckham untuk melepaskan tembakan melengkung yang bisa ditepis dengan ujung jari kiper Saint Kitts-Nevis Julani Archibald.

Pemain Indonesia, Dony Tri Pamungkas, bersiap mengeksekusi sepak pojok saat melawan Saint Kitts dan Nevis dalam laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia menang 4-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
27-03-2026

”Saya melihat masa depan cerah dari penampilan Dony dan Beckham (mencetak dua gol). Para pemain muda itu mampu mengatasi tekanan dengan baik. Para pemain lokal akan menjadi andalan kami di Kejuaraan ASEAN nanti,” sebut Herdman seusai pertandingan.

Vitor Tinoco, Asisten Pelatih Saint Kitts-Nevis, yang juga Asisten Pelatih Persik Kediri, mengungkapkan timnya telah mempelajari banyak pemain Indonesia yang berkarier di BRI Liga Super. Dony, salah satu pemain di liga lokal, dianggap sebagai salah satu pemain cemerlang pada pertandingan itu.

”Menurut saya, para pemain liga lokal pemain bagus. Hal itu juga diakui oleh pelatih (Marcelo Serrano) yang bilang banyak pemain luar biasa di liga lokal Indonesia,” ucap Tinoco yang mengawali karier sebagai pelatih fisik Persik pada musim 2022–2023.

Ditempa pembinaan lokal

Dony, begitu pun Beckham, Ridho, dan Yakob Sayuri, membuktikan bahwa pemain homegrown alias yang lahir dari sistem pembinaan Indonesia mampu menjadi pilar penting di timnas Indonesia. Herdman pun tidak membeda-bedakan kualitas mereka.

Bagi Herdman, yang rutin menyaksikan laga-laga Liga Super, konsistensi pemain amat penting. Dony, misalnya, mencatatkan rerata 77 menit penampilan per laga dalam 18 pertandingan bersama Persija musim ini.

Pemain Indonesia, Dony Tri Pamungkas, berebut bola dengan pemain Saint Kitts dan Nevis dalam laga FIFA Series di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026). Indonesia menang 4-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
27-03-2026

”Saya selalu melihat ada hal baru dan peningkatan yang ditampilkan Dony ketika menyaksikan laga Persija. Dia memiliki banyak potensi untuk naik level dengan banyak memainkan laga internasional. Saya sangat senang bisa membantu dia,” tutur Herdman.

Sebelum ditempa di tim Persija Development untuk tampil di Elite Pro Academy hingga promosi ke tim utama ”Macan Kemayoran”, Dony terlebih dahulu menjadi salah satu pemain remaja yang berkiprah di Liga Kompas U-14 edisi 2019-2020.

Pemain kidal itu berstatus kapten untuk tim Bina Taruna. Peran Dony sangat signifikan di tengah performa Bina Taruna yang berstatus tim papan tengah. Hal itu ditandai dengan penghargaan Pemain Terbaik Bulan Oktober 2019 yang diterima Dony.

Gelandang SSB Bina Taruna, Dony Tri Pamungkas (kiri), berebut bola dengan gelandang Villa 2000, Bintang Ramadhansyah, pada laga pekan ke-18 Liga Kompas Kacang Garuda U-14 di lapangan sepak bola GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (19/1/2020).
Direktur Liga Kompas Kacang Garuda Adi Prinantyo (kanan) menyerahkan penghargaan Pemain Terbaik Bulan Oktober 2019 persembahan dari Suzuki kepada pemain SSB Bina Taruna Dony Tri Pamungkas (kiri) pada acara Liga Kompas Kacang Garuda U-14 di Stadion GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (3/11/2019).

Kemudian, titik awal Dony mulai dikenal secara nasional adalah penampilannya di Kejuaraan ASEAN U-19 2024. Di bawah kendali Indra Sjafri, Dony membantu Indonesia meraih gelar juara. Ia pun dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Turnamen.

Laga pertama FIFA Series menunjukkan Dony telah berada di jalur yang tepat untuk menjadi wajah masa depan timnas Indonesia. Kehadiran Dony mengingatkan perjalanan karier gelandang sayap kiri Kanada, Alphonso Davies, yang bertransformasi dari pemain muda menjadi pemain top dunia bersama Herdman.

Terbang kian tinggi, Dony!


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji