SEPAK BOLA

Jalan Pembuka John Herdman Menyemai Cinta Suporter Timnas Indonesia

Merujuk kekuatan tim, Indonesia seharusnya tak kesulitan kalahkan Saint Kitts dan Nevis. John Herman ingin sajikan identitas baru permainan skuad ”Garuda”.

26 Mar 2026 19:43 WIB · Olahraga

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

JAKARTA, KOMPAS — Laga pertama FIFA Series 2026 menghadapi Saint Kitts dan Nevis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB, adalah kesempatan perdana John Herdman merengkuh simpati dari jutaan suporter tim nasional Indonesia. Terlepas dari ambisi Herdman menyajikan taktik berbeda dibandingkan dengan era sebelumnya, skuad ”Garuda” sangat memburu kemenangan.

Merujuk kualitas individu pemain, tidak ada alasan Indonesia gagal menang dan harus unggul besar atas tim asal zona CONCACAF atau Amerika Utara-Tengah itu. Hal tersebut merujuk peringkat FIFA Indonesia yang berada di posisi ke-122, sedangkan ”The Sugar Boys”, sebutan Saint Kitts dan Nevis, duduk di peringkat ke-157.

Tidak hanya itu, nilai pasar Jay Idzes dan kawan-kawan nyaris 60 kali lipat lebih tinggi daripada tim tamu. Akumulasi nilai pasar Indonesia mencapai 30,68 juta euro atau sekitar Rp 599,12 miliar. Adapun nilai pasar skuad Saint Kitts dan Nevis hanya 575.000 euro (Rp 11,22 miliar).

Namun, Herdman mengingatkan, FIFA Series baru tahap awal bagi dirinya membangun tim Indonesia. Persiapan utama selama tahun ini dimaksudkan untuk menyusun skuad terbaik pada Piala Asia 2027. Atas dasar itu, ia menekankan pentingnya memahami langkah demi langkah ketimbang sekadar melihat hasil akhir.

Pemain timnas Indonesia berlatih menjelang FIFA Series di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (26/3/2026). Indonesia akan menghadapi Saint Kitts dan Nevis dalam laga perdana yang berlangsung Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
26-03-2026

”Jika kami menang, itu hasil yang fantastis untuk kepercayaan diri dan pola pikir. Jika gagal (menang), itu adalah pelajaran bagi kami untuk berbenah jelang berkompetisi di level Asia. Intinya, saya menantang semua pemain untuk menciptakan sejarah (di FIFA Series),” tutur Herdman dalam konferensi pers jelang laga, Kamis (26/3/2026), di SUGBK.

Pelatih Saint Kitts dan Nevis Marcelo Serrano yakin anak asuhannya bisa memberikan perlawanan berarti bagi tim tuan rumah. Perbedaan peringkat FIFA dan kualitas individu, lanjutnya, tidak akan tersaji di atas lapangan.

”Kami sudah menghimpun banyak informasi tentang Indonesia. Jadi, kami sudah mengetahui kultur sepak bola dan permainan tim Indonesia,” kata Serrano yang berasal dari Brasil.

Ia pun tidak menganggap dukungan fanatik suporter Indonesia akan memengaruhi dan menurunkan moral anak asuhannya. Saint Kitts dan Nevis, negara kepulauan di Samudra Atlantik, hanya berpenduduk sekitar 53.000 jiwa. Luas wilayah negara itu hanya 261 km persegi atau hanya seluas wilayah Kota Medan, Sumatera Utara.

”Saya memiliki pemain yang berkarier di Inggris, jadi sudah terbiasa dengan dukungan ribuan suporter di dalam stadion. Justru tekanan dirasakan tim Indonesia yang disaksikan 280 juta pendukung yang menyaksikan laga di stadion, televisi dan ponsel,” ucap Serrano.

Pemain timnas Indonesia berlatih menjelang FIFA Series di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (26/3/2026). Indonesia akan menghadapi Saint Kitts dan Nevis dalam laga perdana yang berlangsung Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
26-03-2026

Lanjutkan warisan

Herdman mengungkapkan, laga pertama FIFA Series, yang juga gim perdananya menangani timnas Indonesia, merupakan ajang untuk mengenalkan identitas anyar skuad Garuda. Mantan pelatih timnas Kanada itu mengingatkan bahwa dirinya berusaha mengembangkan permainan Indonesia berfondasi dari warisan dua pendahulunya, Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert.

Ia menyebut Shin meninggalkan dasar struktur pertahanan kokoh. Kemudian, Kluivert menyajikan permainan terbuka.

”Saya ingin membawa mentalitas pemenang dan standar tinggi untuk tim. Penting pula untuk menghadirkan spirit tim agar mereka bisa semakin padu dan konsisten dalam momen-momen top di dalam laga,” kata Herdman yang berpaspor Inggris.

Lebih lanjut, Herdman mengungkapkan timnas Indonesia harus bermain dengan membawa identitas bangsa. Itu meliputi kerja keras dan persatuan yang kokoh.

”Kekuatan bangsa Indonesia itu harus terangkum dari identitas permainan kami di lapangan. Saya suka dengan kemampuan bertahan tim secara kolektif. Kami juga perlu meningkatkan transisi menyerang serta organisasi serangan yang lebih dinamis dan langsung,” ucapnya.

Pemain timnas Indonesia, Ole Romeny, berlatih menjelang FIFA Series di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (26/3/2026). Indonesia akan menghadapi Saint Kitts dan Nevis dalam laga perdana yang berlangsung Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
26-03-2026

Bek tengah Indonesia, Elkan Baggott, senang bisa berkesempatan berseragam Indonesia kembali setelah absen sejak Piala Asia 2023 di Qatar, Januari 2024. Baggott mengungkapkan sesuatu yang berbeda disajikan Herdman di dalam skuad Garuda.

”Pelatih menghadirkan energi besar yang segar di dalam tim. Selain itu, saya merasakan kualitas dan standar permainan tim semakin tinggi dibandingkan terakhir saya bergabung,” ucap Baggott yang berkarier di tim Liga Championship Inggris, Ipswich Town.

Ia menambahkan, ”Kami ingin menaikkan level tim. Hal itu akan kami usahakan dengan mendapatkan hasil positif di turnamen (FIFA Series) ini dan terus memperbaiki posisi di peringkat FIFA.”

Pada sesi latihan terakhir sebelum laga pertama, Herdman kembali memulai latihan di Hall Basket Senayan untuk mempertajam pemahaman taktik anak asuhannya. Ia menggunakan perlengkapan bola basket untuk membantu para pemain cepat beradaptasi dengan keinginan taktiknya.

Setelah itu, 23 pemain menuju Stadion Madya Senayan untuk melakukan latihan resmi. Di lapangan hijau, empat kiper langsung berlatih terpisah dengan 19 pemain outfield.

Kiper timnas Indonesia, Cahya Supriadi, berlatih menjelang FIFA Series di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (26/3/2026). Indonesia akan menghadapi Saint Kitts dan Nevis dalam laga perdana yang berlangsung Jumat (27/3/2026) pukul 20.00 WIB.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
26-03-2026

Empat kiper terbagi ke dalam dua kelompok. Emil Audero dan Nadeo Argawinata melatih refleks dan respons tangkapan bersama pelatih kiper, Andrej Kostolansky. Sedangkan Maarten Paes dan Cahya Supriyadi dipandu latihan menahan tembakan oleh asisten pelatih kiper, Damian van Rensburg.

Untuk 19 pemain lainnya memulai latihan di lapangan dengan kombinasi operan cepat di bawah arahan Herdman. Setelah itu, mereka sempat melakukan latihan fisik bersama pelatih performa dan fisik Cesar Meylan. Enam variasi latihan fisik, seperti lari zig-zag dan lari dengan mengangkat paha, dilahap pemain.

Seusai sesi fisik itu, pemain lanjut berlatih kombinasi operan. Empat pemain Persija Development, salah satunya Oliver Hemming, dan pemain asing Persija, Bruno Tubarao, ikut latihan untuk menambah jumlah pemain yang terbatas.

Lima pemain ”pinjaman” itu berpisah lagi dengan tim ketika sesi latihan ofensif dan defensif dimulai. Sebanyak 11 pemain yang disiapkan berperan dalam serangan berlatih tembakan dan serangan umpan silang oleh asisten pelatih khusus serangan, Elliot Dickman. Adapun 12 pemain lain berlatih bertahan dipandu asisten pelatih defensif, Steven Vitoria.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati