Drama Penyisihan Grup Final BWF

Indonesia meloloskan tiga wakil ke semifinal turnamen Final BWF World Tour. Dua di antaranya ganda putra dari grup yang sama.

13 Des 2024 21:42 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

HANGZHOU, JUMAT—Persaingan dengan format round robin dalam turnamen bulu tangkis BWF lebih pelik dibandingkan sistem gugur. Namun, format tersebut bisa menyajikan drama seperti yang terjadi pada hari terakhir fase penyisihan grup Final BWF World Tour.

Drama tersebut terjadi di Hangzhou Olympic Sports Centre Gymnasium, China, Jumat (13/12/2024). Salah satu momen dramatis diciptakan pasangan Indonesia, Sabar Karyaman/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, ketika melawan Aaron Chia/Soh Wooi Yik pada pertandingan terakhir Grup B.

Pertemuan antara kedua pasangan itu memperebutkan satu tiket semifinal untuk mendampingi Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang lolos lebih dulu. Chia/Soh memiliki persyaratan lebih mudah untuk melaju ke babak empat besar, yaitu hanya perlu memenangi satu gim. Adapun Sabar/Reza harus menang straight games untuk melangkah lebih jauh dalam debut mereka di Final BWF.

Dengan syarat lebih berat, Sabar/Reza memenuhinya. Mereka mengalahkan Chia Soh dengan skor 21-16, 21-16 pada pertemuan pertama kedua pasangan itu. Dua ganda putra Indonesia akhirnya mendapatkan dua tiket semifinal dari grup yang sama, meskipun pada awalnya situasi tersebut bisa dipandang sebagai kerugian.

Final BWF berlangsung dengan format berbeda dibandingkan turnamen BWF lain yang hampir semuanya menggunakan sistem gugur. Ajang yang diikuti delapan wakil terbaik dari setiap nomor tersebut dimulai dengan penyisihan yang dibagi dalam dua grup.

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, kalah dari wakil Korea Selatan, Jin Yong/Seo Seung-jae pada babak kedua China Masters 2024 di Shenzhen, China, Kamis (21/11/2024)

Mereka bersaing dalam format round robin (melawan semua pemain di grup masing-masing) untuk mendapatkan posisi dua terbaik grup sebagai syarat menjadi semifinalis. Ketika tak ada pemain yang dominan pada satu grup, klasemen akhir bisa ditentukan pada hari terakhir penyisihan.

Kecuali Fajar/Rian, perjalanan lima wakil lain Indonesia ditentukan pada pertandingan terakhir mereka di grup masing-masing pada Jumat. Selain Sabar/Reza, kemenangan dalam persaingan “winner takes all” mengantarkan Jonatan Christie ke semifinal. Dia menang atas Kunlavut Vitidsarn 21-15, 21-12 dan menempati peringkat kedua Grup B tunggal putra di bawah Shi Yu Qi.

“Tentunya sangat besyukur karena kami tahu harus menang dua gim langsung untuk lolos dan kami bisa mewujudkannya. Kami menjadikan syarat itu sebagai motivasi, tetapi tidak mau fokus ke sana saat bertanding. Kami hanya berpikir bagaimana caranya untuk menang, straight game atau rubber game,” tutur Sabar.

Sabar/Reza mencapai tahap ini sebagai pemain independen. Mereka harus mengurus sendiri semua kebutuhan untuk latihan dan menjalani turnamen internasional. Namun, dalam beberapa turnamen, mereka mendapat bantuan pendampingan di sisi lapangan, seperti oleh Mohammad Ahsan dan pelatih ganda putra pelatnas, Aryono Miranat, saat tampil di Hangzhou.

Dalam laga semifinal, Sabtu, Sabar/Reza bertemu dengan Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen yang merupakan hasil undian setelah semua pertandingan penyisihan selesai pada Jumat malam. Adapun Fajar/Rian melawan Goh Sze Fei/Nur Izuddin.

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, melaju ke perempat final China Masters 2024 setelah mengalahkan pasangan nomor satu dunia, Liang Wei Keng/Wang Chang, di hadapan pendukungnya sendiri di Shenzhen, China, Kamis (21/11/2024). Mereka menang meyakinkan dua gim langsung, 21-10, 21-16.

Semifinal tersebut dicapai setelah Sabar/Reza kalah pada pertandingan pertama dari Fajar/Rian. Setelah itu, mereka bangkit dan memenangi dua laga berikutnya. Akan tetapi, kemenangan atas He Ji Ting/Ren Xiang Yu, pada Kamis, dihapus setelah pasangan China tersebut mengundurkan diri karena cedera pinggang yang dialami Ren.

Tiket semifinal melayang

Jonatan juga mencapai semifinal meski kalah pada laga pertama Grup B melawan Shi. Dia kemudian bangkit dengan mengalahkan Kodai Naraoka dan Vitidsarn.

Dalam perebutan tiket final, Jonatan akan berhadapan dengan Anders Antonsen dan semifinal lain mempertemukan Shi dengan Chou Tien Chen.

“Setelah kekalahan melawan Shi Yu Qi, saya melakukan evaluasi karena memang ada pola permainan yang tidak baik, strategi yang tidak berjalan. Untuk semifinal, saya harus lebih siap dan yang lebih penting menikmati setiap momen serta memaksimalkan setiap kesempatan,” kata Jonatan yang untuk ketiga kali beruntun lolos ke semifinal.

Pemain Malaysia, Lee Zii Jia, keluar lapangan pertandingan menggunakan kursi roda. Lee mengundurkan diri saat melawan Li Shi Feng dalam turnamen Final BWF World Tour di Hangzou, China, Jumat (13/12/2024).

Ketika persaingan tunggal putra di Grup B tak menyajikan kejutan yang berarti, momen berbeda terjadi pada Grup A. Momen dramatis dialami tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia, saat melawan pemain tuan rumah, Li Shi Feng.

Lee memasuki lapangan setelah dipastikan melaju ke semifinal berkat kemenangan atas Antonsen dan Chou, masing-masing, dalam dua gim. Dia pun berada di ambang kemenangan untuk ketiga kali dalam dua gim ketika memenangi gim pertama 22-20 dan unggul hingga 11 poin, 13-4, pada gim kedua.

Namun, tiket itu melayang dalam sekejap setelah Lee tak dapat menyelesaikan pertandingan melawan Li. Dia mengundurkan diri pada skor 15-11 karena cedera pergelangan kaki kanan. Engkelnya terkilir karena mendarat pada posisi yang tidak tepat saat unggul 13-5. Setelah itu, peraih perunggu Olimpiade Paris 2024 tersebut kesulitan bergerak.

Sesuai peraturan Final BWF, yang menggunakan format round robin pada fase penyisihan grup, semua hasil dari pemain yang mengundurkan diri dan lawannya dihapus. Maka, kemenangan Lee dicoret. Antonsen melaju ke semifinal sebagai juara Grup A diikuti Chou Tien Chen sebagai peringkat kedua.

Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi tersingkir pada penyisihan turnamen Final BWF World Tour di Hangzhou, China. Kekalahan dari Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, 14-21, 19-21, Jumat (13/12/2024), menjadi kekalahan kedua dari tiga pertandingan di grup.

Sementara tiga wakil Indonesia, yaitu Gregoria Mariska Tunjung, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, dan Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja, tersingkir karena kalah pada laga “hidup-mati” pada Jumat. Gregoria kalah dari Wang Zhi Yi dengan skor 8-21, 16-21.

Febriana/Amalia juga kalah dari wakil China, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, 14-21, 19-21. Adapun Dejan/Gloria dikalahkan Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie17-21, 15-21, 14-21. Mereka pada akhirnya hanya menempati peringkat ketiga grup.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase