Tim Piala Thomas Indonesia hampir kalah dari Thailand untuk pertama kalinya. ”Merah Putih” akhirnya menang dengan skor tipis 3-2.
26 Apr 2026 21:33 WIB · Olahraga
Humas PP PBSI
HORSENS, MINGGU — Kejuaraan beregu seperti Piala Thomas dan Uber memunculkan suasana yang bisa terasa berbeda bagi pesertanya. Kekompakan dan semangat juang tinggi demi tim bisa melahirkan hasil apa pun.
Atmosfer tersebut ada pada persaingan Grup D Piala Thomas 2026, salah satunya, dalam pertandingan Indonesia melawan Thailand yang berlangsung di Forum Horsens, Horsens, Denmark, Minggu (26/4/2026). Indonesia hampir kalah sebelum akhirnya menang 3-2.
Dalam laga penuh drama, ganda putra Indonesia dengan kombinasi baru, Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin, memperpanjang napas Indonesia ketika menyamakan skor menjadi 2-2. Mereka mengalahkan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul dengan skor 19-21, 21-17, 25-23 setelah berjuang selama satu jam 19 menit, durasi yang cukup lama untuk pertandingan ganda putra dengan tempo permainan cepat.
Fajar/Nikolaus seharusnya bisa menang lebih cepat karena unggul 18-11 dan mendapatkan match point pertama pada skor 20-18 di gim ketiga. Namun, lawan berbalik mendapat dua kali match point secara beruntun pada posisi 21-20 dan 22-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/26/ecc19ce309a1720b1b06a16dd87f8363-WhatsApp_Image_2026_04_26_at_19.35.06.jpeg)
Indonesia pun hampir kalah untuk pertama kalinya dari Thailand pada pertemuan ke-13 di Piala Thomas. Kedua tim itu pertama kali bertemu pada Piala Thomas 1958, lalu selalu berada dalam grup yang sama pada penyisihan setiap Thailand tampil di putaran final.
Atmosfer persaingan Indonesia dan Thailand bertambah panas pada momen kritis Fajar/Nikolaus melawan Sukphun/Teeraratsakul di gim ketiga. Servis kedua pasangan itu sering dinyatakan fault oleh hakim servis.
Pada gim penentuan ini, lebih dari sepuluh kali servis keempat pemain itu dinyatakan terlalu tinggi dari ketentuan 115 cm dari atas lantai. Maka, momen-momen akhir pun bagaikan perang mental saat servis.
Saya belum pernah melihat kejadian seperti ini. Tekanan ada pada pemain yang melakukan servis.
Kedua pasangan berulang kali menanyakan kesalahan yang mereka lakukan pada hakim servis, tetapi wasit pertandingan selalu meminta untuk tidak ada diskusi. Fajar mengatakan bahwa dia cukup terganggu dengan keputusan hakim garis, tetapi dia pun sadar bahwa lawan mengalami hal yang sama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/26/75ef792362af1e0c1b2b1655c1e186e5-WhatsApp_Image_2026_04_26_at_16.36.59.jpeg)
”Saya belum pernah melihat kejadian seperti ini. Tekanan ada pada pemain yang melakukan servis. Saat servis dinyatakan baik dan pertandingan berjalan, mereka tampaknya lega,” tutur komentator pertandingan untuk BWF.
Sebelum momen kesalahan servis ini berulang kali terjadi, Fajar menuturkan bahwa dia merasa tegang pada awal pertandingan karena bermain ketika Indonesia tertinggal 1-2.
”Kami mencoba rileks dan menikmati pertandingan, meskipun pada gim pertama belum terlalu klop. Baru pada gim kedua, komunikasi kami membaik dan bisa menerapkan strategi permainan,” kata Fajar.
Saking ketatnya persaingan dalam setiap perebutan poin, Fajar dan Nikolaus merayakan kemenangan dengan berteriak lantang bagai menjadi juara. Skuad ”Merah Putih” pun mendapat napas tambahan dan Mohammad Zaki Ubaidillah bisa melakukan tugasnya dengan memenangi partai kelima.
Dalam debut di Piala Thomas dan (kebetulan) harus menjadi penentu hasil pertandingan, Zaki mengalahkan Tanawat Yimjit 21-11, 21-12.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/26/9b0aeaba793338ad998699302aeb2a06-WhatsApp_Image_2026_04_26_at_20.56.33.jpeg)
”Awal-awal sempat tegang karena ada tanggung jawab buat tim, tetapi saya berusaha untuk tenang. Saya pun sudah siap dengan skenario apa pun, sudah ada ekspektasi jadi penentu. Dukungan dari kakak-kakak juga sangat berpengaruh. Mereka mengingatkan agar saya bermain tanpa beban,” kata Zaki.
Selain Fajar/Nikolaus dan Zaki, kemenangan untuk Indonesia didapat Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. Pasangan senior yang baru debut di Piala Thomas ini tampil sebagai ganda pertama dan menang atas Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-Nga 21-17, 21-18.
Meskipun pada akhirnya kalah, Thailand memperlihatkan bahwa tidak diperlukan banyak bintang untuk bersaing dalam kejuaraan beregu. Pada hari pertama turnamen, Jumat, Thailand mengalahkan Perancis yang memiliki pemain dengan catatan prestasi dan ranking yang lebih tinggi.
Di atas kertas, Thailand hanya memiliki Kunlavut Vitidsarn, juara dunia 2023 dan peraih medali perak Olimpiade Paris 2024. Selain tunggal putra ranking kedua dunia tersebut, atlet-atlet Thailand baru bisa menjuarai turnamen BWF Super 100 atau dengan level di bawah itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/26/0f99a1e26363e1d4eafd1d0e03fd4ddb-WhatsApp_Image_2026_04_26_at_15.32.37.jpeg)
Namun, tanpa banyak pemain bintang, Thailand justru tampil menonjol dalam persaingan Grup D. Vitidsarn dan kawan-kawan menaklukkan Perancis 4-1, dua hari sebelum bertemu Indonesia. Padahal, Perancis memiliki tiga tunggal putra di posisi 20 besar dunia, dua di antaranya, di peringkat sepuluh besar.
Dengan kekuatan tersebut, Perancis pun diuntungkan dengan dimainkannya tiga partai tunggal lebih dulu, lalu dua ganda. Akan tetapi, Thailand menggebrak dengan memenangi dua partai awal. Vitidsarn dan Panitchaphon Teeraratsakul membuat Perancis kehilangan angka dari dua atlet ranking keempat dan kesepuluh dunia, Christo Popov dan Alex Lanier.
Dua tunggal putra itu pula yang membuat tim Indonesia ketar-ketir. Thailand unggul dari dua pemain tunggal pada partai pertama dan ketiga melalui kemenangan Vitidsarn dan Teeraratsakul. Vitidsarn mengalahkan Jonatan Christie 21-16, 20-22, 22-20 untuk keempat kali dalam empat pertemuan terakhir, adapun Teeraratsakul menang atas Alwi Farhan yang bersaing sejak era yunior.
Kemenangan Teeraratsakul 14-21, 21-17, 21-16 datang pada momen yang tepat. Dia membuat timnya unggul 2-1 setelah membalas kekalahan dari Alwi yang terjadi pada final Indonesia Masters pada Januari lalu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/26/e41fe0ea70f16a8420eed9802714628d-WhatsApp_Image_2026_04_26_at_17.50.01.jpeg)
Alwi menilai, dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya di Indonesia Masters, kali ini, Teeraratsakul lebih berani dan nekat dalam menyerang, apalagi dengan kok yang melaju begitu cepat. ”Hari ini, serangannya tidak gampang diprediksi. Dibandingkan dengan dua pertemuan terakhir, di sini, dia membuat banyak spekulasi yang menyulitkan,” kata Alwi.
Pada partai pertama, Jonatan sebenarnya tak tampil buruk meski dia gagal memanfaatkan tiga match poin sejak unggul 20-17 hingga 20-19 pada gim ketiga. Pada momen kritis ini, salah satu kejadian yang membuatnya kecewa adalah senar raket yang putus hingga kok dari pengembalian smesnya tak menyeberangi net. Kejadian ini membuat skor menjadi 20-20.
Faktor yang mempengaruhi hasil akhir pertandingan selama satu jam 28 menit tersebut adalah penampilan Vitidsarn yang begitu tenang. Dalam posisi tertinggal 17-20, dia tak terlihat gugup. Tiga kali juara dunia yunior ini bahkan tampil konsisten, tidak membuat kesalahan hingga bisa merebut lima poin beruntun.
“Kunlavut dengan fighting spirit-nya dan kelebihannya bisa bertahan dan berbalik menang. Sangat disayangkan, saya sudah unggul 20-17 dan bola sudah tanggung tapi dia berhasil membalikkan. Lalu, pada poin 20-19, (senar) raket saya putus. Mohon maaf belum bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia hari ini,” ujar Jonatan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/26/2deb26f4f2408b4297acb4892cb96dc0-WhatsApp_Image_2026_04_26_at_15.32.39.jpeg)
Dengan dua pertandingan yang telah dijalani empat tim di Grup D, Indonesia berada di puncak klasemen dengan dua poin, hasil dari dua kali menang. Setelah itu, ada Thailand, Perancis, dan Aljazair pada posisi kedua hingga keempat. Perancis mendapat poin pertama setelah mengalahkan Aljazair 5-0.
Meskipun sama-sama memiliki nilai satu, Thailand berhak atas peringkat kedua karena unggul head to head atas Perancis. Thailand memiliki peluang lebih besar lolos ke perempat final, yaitu dengan syarat menempati peringkat dua teratas Grup D karena akan berhadapan dengan Aljazair pada pertandingan terakhir, Selasa. Pada hari yang sama pula, Fajar dan kawan-kawan akan melawan Perancis.
HASIL PIALA THOMAS INDONESIA – THAILAND
Jonatan Christie – Kunlavut Vitidsarn 16-21, 22-20, 20-22 (0-1)
Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani – Chaloempon Charoenkitamorn/Worrapol Thongsa-Nga 21-17, 21-18 (1-1)
Alwi Farhan – Panitchaphon Teeraratsakul 21-14, 17-21, 16-21 (1-2)
Fajar Alfian/Nikolaus Joaquin – Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 19-21, 21-17, 25-23 (2-2)
Mohammad Zaki Ubaidillah – Tanawat Yimjit 21-11, 21-12 (3-2)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto