PIALA FA

Dua Pekan Penentu Empat Gelar Manchester City

City membutuhkan rotasi skuad yang baik untuk mengatasi dua pekan krusial dalam perburuan gelar. Masalahnya, rotasi mereka tidak terlalu baik sejak awal musim.

07 Mar 2026 05:08 WIB · Olahraga

AP

Oleh Kelvin Hianusa

NEWCASTLE, JUMAT — Manchester City menatap titik paling krusial dalam perjalanan musim ini. Nasib mereka di empat kompetisi bisa ditentukan hanya dalam dua pekan ke depan. Reaksi dan rotasi tim asuhan Manajer Pep Guardiola itu akan diuji, dimulai dari markas angker Newcastle United, Stadion St James Park.

City akan menghadapi putaran kelima Piala FA di St James Park, Newcastle, Inggris, Minggu (8/3/2026) pukul 03.00 WIB. Laga itu hanya berselang tiga hari seusai Manchester City ditahan 2-2 oleh Nottingham Forest dalam pertandingan Liga Inggris. Hasil imbang tersebut merusak momentum mereka dalam perburuan gelar liga.

Guardiola berkata, mereka harus segera bereaksi jika ingin menyelamatkan musim ini. ”Kami akan melakukannya bersama-sama seperti yang selalu kami lakukan. Terkadang saya berbicara dengan tim (setelah mengalami kemunduran), terkadang tidak. Hal terpenting saat ini adalah mempersiapkan diri untuk Newcastle,” ujarnya.

Manchester City's head coach Pep Guardiola reacts as he stands on the touchline during the English Premier League soccer match between Manchester City and Nottingham Forest in Manchester, England, Wednesday, March 4, 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Hasil di markas Newcastle akan sangat krusial bagi City. Opsinya hanya dua, mereka bisa bangkit atau semakin terpuruk. Sebab, ”The Citizens” langsung dinanti empat laga penting. Mereka akan menghadapi West Ham United di liga domestik, Real Madrid di 16 besar Liga Champions (dua kali), dan Arsenal di final Piala Liga Inggris.

Semua laga itu, termasuk versus Newcastle, akan berlangsung dalam rentang dua pekan. Artinya, mereka akan bermain setiap tiga hari. Tidak ada waktu lebih lagi untuk memulihkan fisik ataupun mentalitas karena semua laga terasa seperti final. Semua gelar yang diperjuangkan City sejak awal musim pun bisa hilang dalam sekejap.

Masalahnya, rotasi City agak mengkhawatirkan untuk rentetan laga tersebut. Skuad mereka tidak terlalu dalam. Lihat saja pada tengah pekan lalu. City melakukan rotasi dua pemain di lini tengah, memainkan Rayan Cherki dan Phil Foden. Hasilnya, mereka kehilangan tren empat kemenangan beruntun di liga. Itu bukan suatu kebetulan.

Salah satu pemain yang diganti adalah gelandang Nico O’Reilly. Pemain 20 tahun itu tidak bisa tampil karena mengalami cedera engkel. Perannya begitu penting belakangan ini. Sejak dia dipindahkan dari bek sayap ke gelandang pada awal Februari, City tampil sangat dominan. O’Reilly menjadi mesin transisi tim di dua sisi lapangan.

Guardiola menemukan peran baru O’Reilly bersamaan dengan formasi mutakhir 4-1-3-2. Posisi O’Reilly pun nyaris tidak tergantikan dalam skuad inti. Sama halnya dengan nama-nama lain di lini tengah dan depan yang masuk formula tim kemenangan ala Guardiola, yaitu Antoine Semenyo, Bernardo Silva, Haaland, dan Rodri.

Dari bangku cadangan City, tidak banyak opsi pengganti sepadan ataupun pengubah keadaan. Hanya Cherki satu-satunya yang bisa masuk ke starter dan tidak memengaruhi kualitas tim secara signifikan. Pemain pelapis lain, seperti Foden, Savinho, dan Jeremy Doku, sedang kesulitan menemukan performa terbaik.

Nottingham Forest's Elliot Anderson, left, scores his side's second goal during the English Premier League soccer match between Manchester City and Nottingham Forest in Manchester, England, Wednesday, March 4, 2026. (AP Photo/Dave Thompson)

Rencana rotasi Guardiola pun menarik untuk dinanti. Sang manajer berkata, turnamen tertua di dunia itu merupakan salah satu prioritas City. Dia berkomitmen menurunkan tim terbaik. ”Piala FA sangat penting. Kami berkunjung ke Newcastle untuk memenangi pertandingan, untuk lolos ke putaran selanjutnya,” katanya.

City dan Newcastle menjanjikan pertarungan sengit. Kedua tim itu sudah bertemu empat kali pada musim ini. Di pertemuan terakhir, sekitar dua pekan lalu, City berhasil menang tipis 2-1 di kandang dengan susah payah. Mereka diselamatkan oleh aksi heroik kiper Gianluigi Donnarumma pada pengujung laga.

Di St James Park, City dan Newcastle saling mengalahkan. Newcastle menang 2-1 terlebih dulu dalam pertandingan liga pada November 2025, lalu dibalas oleh City, 2-0, dalam semifinal pertama Piala Liga pada awal tahun. Semua laga itu selalu dipisahkan dengan margin yang sangat tipis. Pembedanya hanya efisiensi di kotak penalti.

”Semua pertandingan berlangsung ketat. Pertandingan yang kami menangi berlangsung ketat, saat kalah juga ketat. Kami memiliki peluang, tetapi tidak cukup klinis untuk memenangi beberapa laga itu. Kami perlu bermain solid, melibatkan (dukungan) penonton ke dalam permainan,” kata Pelatih Newcastle Eddie Howe.

Berbicara soal kepercayaan diri, Newcastle jauh lebih unggul dibandingkan tim tamu. Anthony Gordon dan rekan-rekan baru saja memberikan kekalahan pertama untuk Manchester United di era pelatih interim Michael Carrick. Istimewanya, mereka menghasilkan kemenangan itu di St James Park dengan hanya sepuluh pemain.

Meskipun begitu, Howe juga perlu memikirkan rotasi skuad. Mereka dinanti laga yang tidak kalah berat, melawan Barcelona di babak 16 besar Liga Champions pada tengah pekan depan. Setelah itu, mereka akan menghadapi Sunderland untuk memainkan salah satu laga derbi terpanas di Inggris, yaitu derbi Timur Laut. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti