Mata dunia akan tertuju ke paus ke-267, Paus Leo XIV.
10 Mei 2025 11:45 WIB · Foto
Paus baru telah terpilih pada hari kedua konklaf di Kapel Sistina, Vatikan, Kamis, 8 Mei 2025. Ia, Kardinal Francis Prevost, diperkenalkan untuk pertama kali sebagai Paus Leo XIV di balkon Basilika Santo Petrus. Pria 69 tahun kelahiran Chicago, Amerika Serikat (AS), yang berkarya di Peru ini kini menjadi perhatian dunia.
Dalam misa pertamanya sebagai Paus Leo XIV pada Jumat pagi di Kapel Sistina, Paus menekankan fungsi gereja sebagai ”mercusuar” untuk menjangkau daerah-daerah yang mengalami kekurangan iman, yang berfokus pada ”teknologi, uang, kesuksesan, kekuasaan, atau kesenangan”.
Selain itu, dalam homili pembukanya yang disiarkan oleh Vatikan, Leo mengatakan bahwa penunjukannya ini sebagai ”salib sekaligus berkat”, sambil mengajak para kardinal dan umat untuk bersama-sama membawa Injil ke tengah dunia yang kerap mencemoohnya.
Misa tersebut bersifat privat, dihadiri oleh para kardinal bertopi merah dari segala usia. Para kardinal yang ikut bukan hanya mereka yang berusia di bawah 80 tahun yang memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam konklaf.
Hal yang menarik adalah pelibatan dua perempuan sebagai pembaca Kitab Suci dalam misa perdana itu.
Banyak pihak membaca bahwa pelibatan kedua perempuan itu memang disengaja dan merupakan indikasi niat Leo untuk melanjutkan fokus Fransiskus dalam memperluas peran perempuan di gereja. Sebagai seorang kardinal, Leo mempraktikkan salah satu reformasi Fransiskus yang paling revolusioner, yaitu dengan menempatkan tiga perempuan di dewan Vatikan yang memeriksa nominasi uskup.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/10/68058eda-721d-437c-a3ce-5a4ecb78bc7b_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/10/b10807d6-279b-476f-8ef7-dede0983c794_jpg.jpg)
Para kardinal bertepuk tangan saat misa berakhir. Dalam misa pertama itu, Paus Leo terlihat mengenakan sepatu hitam sederhana dan menghindari sepatu kepausan merah yang biasa dipakai oleh beberapa paus tradisionalis sebelum dirinya. Hal ini sama seperti yang dilakukan Paus Fransiskus yang enggan memakai sepatu kepausan berwarna merah.
Paus Fransiskus mengejutkan sebagian gereja pada 2013 ketika memutuskan untuk tidak pindah ke apartemen kepausan di Istana Apostolik yang mewah, tetapi tinggal di sebuah apartemen sederhana di wisma tamu Santa Marta di Vatikan. Ia tinggal di sana hingga kematiannya bulan lalu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/10/74bfa219-880d-4f1b-b41e-433df3a9f64c_jpg.jpg)
Kini, semua mata akan tertuju pada apakah Leo XIV bakal mengikuti jejak Fransiskus?
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri Kumoro