TEL AVIV, MINGGU — Serangan ke gereja membuat pendakwah Kristen pendukung berat Israel marah ke pemerintah dan warga Israel. Desakan menghukum perusak mengemuka.
Desakan antara lain disampaikan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Michael Dale Huckabee. Politisi yang juga penceramah pada gereja baptis itu mendatangi Desa Taybeh, Sabtu (19/7/2025).
Dilaporkan Associated Press pada Minggu (20/7/2025), Huckabee mendatangi Gereja St George atau Kanisah Al Khidr. Pada 7 Juli 2025, gereja berusia 1.500 tahun itu dirusak sejumlah pemukim liar Yahudi di Tepi Barat. ”Saya mengunjungi para korban yang sejatinya mereka hanya ingin hidup damai di tanah kelahiran mereka,” kata Huckabee.
Ia datang dua hari setelah Israel merusak satu-satunya gereja Katolik di Gaza, Gereja Keluarga Kudus. Patriark Latin Katolik Roma Jerusalem Pierbattista Pizzaballa dan Pemimpin Gereja Kristen Ortodoks Yunani Theophilos III mengunjungi Jalur Gaza dan Gereja Keluarga Kudus pada Jumat.
Serangan ke Gereja Keluarga Kudus dilakukan militer Israel, Tzahal. Sementara perusakan Gereja St George dilakukan pemukim liar Yahudi. Bagi warga ekstremis Zionis Yahudi, kekristenan dianggap sebagai penyembahan berhala sehingga dianggap musuh Yudaisme.
”Entah itu masjid, gereja, atau sinagoga, tidak boleh dirusak. Ini tindakan yang tak dapat diterima dengan merusak tempat ibadah yang seharusnya diperlakukan dengan mulia,” kata Huckabee.
Gereja Al Khidr adalah salah satu saksi peradaban Kristiani yang kemudian berkembang di Eropa dan AS. Gereja itu berada di timur laut Ramallah.
Huckabee mendesak hukuman keras kepada semua yang bertanggung jawab dan terlibat pada serangan ke gereja di Taybeh. ”Tidak cukup hanya ditegur keras,” ujarnya.
Ia juga meminta hukuman keras ke pemukim liar Yahudi yang terlibat pembunuhan warga AS di Tepi Barat. Ia merujuk pada pembunuhan terhadap Saif Musallet (20) di Sinjil, 9 kilometer di barat laut Taybeh.
Tuntutan itu sangat tidak lazim dan sulit dipercaya. Sebagai penceramah gereja baptis, Huckabee dikenal pendukung berat Israel dan upaya perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat.
Warga di sekitar Taybeh melaporkan, para pemukim liar Yahudi telah membunuh tiga orang. Pemukim juga merusak dan menghancurkan sumber dan jaringan air bersih dalam dua pekan terakhir.
Modus mengusir warga Palestina oleh pemukim liar Yahudi adalah mengganggu ternak, merusak kebun zaitun, dan menghancurkan sumber air. Mereka juga melakukan berbagai gangguan hingga warga asli Palestina tidak betah atau harus melawan secara fisik.
Sejak Israel menyerang Gaza pada Oktober 2023, serangan ke warga Palestina di Tepi Barat juga meningkat. Tzahal dan pemukim liar Yahudi telah membunuh 957 warga Tepi Barat dalam 21 bulan terakhir. Jumlah yang cedera ada ribuan orang. Korbannya termasuk warga AS seperti Musallet.
Sejumlah pihak memprotes Pemerintah AS yang diam saja atas pembunuhan terhadap warganya di Tepi Barat. Sikap Washington DC berbeda terhadap warganya yang disandera Hamas dan sejumlah kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina.
Kebrutalan di Gaza
AS telah memasok ribuan ton persenjataan yang dipakai Israel menyerang Gaza. Dengan senjata AS, Israel terus menewaskan dan melukai warga Gaza. Bahkan, serangan dilancarkan Israel di dekat tempat penyaluran bantuan oleh lembaga bentukan AS, Gaza Humanitarian Foundation (GHF).
Dalam serangan pada Sabtu, Israel membunuh 39 orang dan melukai lebih dari 100 orang. Sudah berulang kali Israel menembaki warga Palestina yang antre mengambil bantuan makanan dari GHF.
Di awal Juni, AS-Israel menyebut penembakkan dilakukan Hamas atau kelompok lain di Gaza. Belakangan, sumber internal AS-Israel menunjukkan bukti penembakan dilakukan AS-Israel.
Penembakan pada Sabtu terjadi di dekat Khan Younis dan Rafah. Setidaknya empat saksi menyatakan melihat Tzahal menembaki warga.
Salah seorang saksi mengatakan, sedang menuju Al-Tina dekat Khan Yunis menjelang dini hari bersama lima kerabatnya untuk mencari bantuan pangan. Tiba-tiba Tzahal melepaskan berondongan tembakan ke arah warga.
”Saya dan kerabat kembali dengan tangan kosong. Setiap hari kita ke pusat bantuan berharap mendapat bahan makanan. Yang terjadi adalah berondongan tembakan dan kita kelelahan karena berjalan ke sana ke mari,” kata Abdul Aziz Abed (37).
Tzahal berkilah, ada sejumlah orang bergerak mencurigakan di antara antrean warga. Demi melindungi diri, prajurit menembak ke arah kerumunan. ”Insiden ini sedang diselidiki. Tembakan memang dilepaskan di lokasi sekitar 1 kilometer dari pusat bantuan kemanusiaan pada malam hari,” demikian pernyataan Tzahal.
Sementara GHF menyangkal ada penembakan dekat pusat distribusi bantuan. Lembaga bentukan AS itu telah berulang kali menyangkal ada korban di dan dekat lokasi distribusi bantuan yang mereka kelola. Mereka tetap menyangkal meski bukti-bukti menyatakan sebaliknya.
GHF juga mengumumkan, pusat bantuan hanya dibuka pagi sampai sore hari. Dari senja sampai subuh, warga Gaza dilarang mendekati lokasi distribusi.
Di tempat lain, Pertahanan Sipil Gaza melaporkan 12 orang terbunuh akibat serangan udara Israel ke Al Nuseirat di pusat Gaza. Israel membatasi kerja media di Gaza sehingga sulit dilakukan verifikasi. Lebih dari 90 persen penduduk Gaza mengungsi sejak perang Israel-Hamas pecah, 7 Oktober 2023.
Program Pangan Dunia PBB (WFP) melaporkan satu dari tiga warga Gaza kelaparan dan belum makan selama beberapan hari. Selain itu, ada ribuan orang yang kelaparan akut.
Badan PBB untuk Pekerjaan dan Pemulihan Pengungsi Palestina di Timur Jauh (UNRWA), Sabtu (19/7/2025), melaporkan memiliki cukup pasokan pangan di Gaza untuk tiga bulan. Namun, UNRWA tidak dapat menyalurkan karena blokade militer Israel.
Pembebasan masuknya bantuan ke Gaza adalah salah satu tuntutan Hamas untuk kesepakatan 60 hari gencatan senjata dan penarikan mundur Tzahal dari Gaza.
Adapun lembaga GHF mengendalikan pusat bantuan sejak Mei 2025 dan mendapat kritik PBB karena beroperasi sendiri demi kepentingan Israel.
GHF untuk pertama kali mengakui ada 20 orang tewas dekat pusat bantuan mereka di Khan Yunis, Rabu (16/7/2025). GHF menyalahkan ada provokator di antara kerumunan warga yang membawa senjata. GHF menuding provokator tersebut menembaki warga yang mencari bantuan.
Sebelumnya, PBB menyatakan, 875 orang terbunuh di Gaza saat mencari bantuan makanan. Sekurangnya 674 orang tewas di dekat pos bantuan kemanusiaan GHF.
Serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023 mengakibatkan 1.219 tewas (sebagian karena serangan balasan Israel) dan serbuan Israel mengakibatkan 58.765 warga Palestina tewas (sebagian besar perempuan dan anak-anak) di Jalur Gaza.
(AFP)
TEL AVIV, MINGGU — Serangan ke gereja membuat pendakwah Kristen pendukung berat Israel marah ke pemerintah dan warga Israel. Desakan menghukum perusak mengemuka.
Desakan antara lain disampaikan Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel Michael Dale Huckabee. Politisi yang juga penceramah pada gereja baptis itu mendatangi Desa Taybeh, Sabtu (19/7/2025).
Dilaporkan Associated Press pada Minggu (20/7/2025), Huckabee mendatangi Gereja St George atau Kanisah Al Khidr. Pada 7 Juli 2025, gereja berusia 1.500 tahun itu dirusak sejumlah pemukim liar Yahudi di Tepi Barat. ”Saya mengunjungi para korban yang sejatinya mereka hanya ingin hidup damai di tanah kelahiran mereka,” kata Huckabee.
Serial Artikel
Serangan Israel Hancurkan Gereja Katolik di Gaza
Tiga orang tewas dan 10 orang terluka, termasuk pastor paroki, akibat serangan itu. Israel menyalahkan peluru tank yang nyasar. Vatikan menyerukan gencatan senjata.
Ia datang dua hari setelah Israel merusak satu-satunya gereja Katolik di Gaza, Gereja Keluarga Kudus. Patriark Latin Katolik Roma Jerusalem Pierbattista Pizzaballa dan Pemimpin Gereja Kristen Ortodoks Yunani Theophilos III mengunjungi Jalur Gaza dan Gereja Keluarga Kudus pada Jumat.
Serangan ke Gereja Keluarga Kudus dilakukan militer Israel, Tzahal. Sementara perusakan Gereja St George dilakukan pemukim liar Yahudi. Bagi warga ekstremis Zionis Yahudi, kekristenan dianggap sebagai penyembahan berhala sehingga dianggap musuh Yudaisme.
”Entah itu masjid, gereja, atau sinagoga, tidak boleh dirusak. Ini tindakan yang tak dapat diterima dengan merusak tempat ibadah yang seharusnya diperlakukan dengan mulia,” kata Huckabee.
Gereja Al Khidr adalah salah satu saksi peradaban Kristiani yang kemudian berkembang di Eropa dan AS. Gereja itu berada di timur laut Ramallah.
Huckabee mendesak hukuman keras kepada semua yang bertanggung jawab dan terlibat pada serangan ke gereja di Taybeh. ”Tidak cukup hanya ditegur keras,” ujarnya.
Ia juga meminta hukuman keras ke pemukim liar Yahudi yang terlibat pembunuhan warga AS di Tepi Barat. Ia merujuk pada pembunuhan terhadap Saif Musallet (20) di Sinjil, 9 kilometer di barat laut Taybeh.
Tuntutan itu sangat tidak lazim dan sulit dipercaya. Sebagai penceramah gereja baptis, Huckabee dikenal pendukung berat Israel dan upaya perluasan permukiman Yahudi di Tepi Barat.
Serial Artikel
Israel Kembali Tewaskan Perempuan AS di Tepi Barat
Dalam 11 bulan ini, tiga warga AS tewas ditembak Israel di Tepi Barat. Belum ada satu kasus pun yang dituntaskan.
Warga di sekitar Taybeh melaporkan, para pemukim liar Yahudi telah membunuh tiga orang. Pemukim juga merusak dan menghancurkan sumber dan jaringan air bersih dalam dua pekan terakhir.
Modus mengusir warga Palestina oleh pemukim liar Yahudi adalah mengganggu ternak, merusak kebun zaitun, dan menghancurkan sumber air. Mereka juga melakukan berbagai gangguan hingga warga asli Palestina tidak betah atau harus melawan secara fisik.
Sejak Israel menyerang Gaza pada Oktober 2023, serangan ke warga Palestina di Tepi Barat juga meningkat. Tzahal dan pemukim liar Yahudi telah membunuh 957 warga Tepi Barat dalam 21 bulan terakhir. Jumlah yang cedera ada ribuan orang. Korbannya termasuk warga AS seperti Musallet.
Sejumlah pihak memprotes Pemerintah AS yang diam saja atas pembunuhan terhadap warganya di Tepi Barat. Sikap Washington DC berbeda terhadap warganya yang disandera Hamas dan sejumlah kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina.
Kebrutalan di Gaza
AS telah memasok ribuan ton persenjataan yang dipakai Israel menyerang Gaza. Dengan senjata AS, Israel terus menewaskan dan melukai warga Gaza. Bahkan, serangan dilancarkan Israel di dekat tempat penyaluran bantuan oleh lembaga bentukan AS, Gaza Humanitarian Foundation (GHF).
Dalam serangan pada Sabtu, Israel membunuh 39 orang dan melukai lebih dari 100 orang. Sudah berulang kali Israel menembaki warga Palestina yang antre mengambil bantuan makanan dari GHF.
Di awal Juni, AS-Israel menyebut penembakkan dilakukan Hamas atau kelompok lain di Gaza. Belakangan, sumber internal AS-Israel menunjukkan bukti penembakan dilakukan AS-Israel.
Penembakan pada Sabtu terjadi di dekat Khan Younis dan Rafah. Setidaknya empat saksi menyatakan melihat Tzahal menembaki warga.
Salah seorang saksi mengatakan, sedang menuju Al-Tina dekat Khan Yunis menjelang dini hari bersama lima kerabatnya untuk mencari bantuan pangan. Tiba-tiba Tzahal melepaskan berondongan tembakan ke arah warga.
”Saya dan kerabat kembali dengan tangan kosong. Setiap hari kita ke pusat bantuan berharap mendapat bahan makanan. Yang terjadi adalah berondongan tembakan dan kita kelelahan karena berjalan ke sana ke mari,” kata Abdul Aziz Abed (37).
Tzahal berkilah, ada sejumlah orang bergerak mencurigakan di antara antrean warga. Demi melindungi diri, prajurit menembak ke arah kerumunan. ”Insiden ini sedang diselidiki. Tembakan memang dilepaskan di lokasi sekitar 1 kilometer dari pusat bantuan kemanusiaan pada malam hari,” demikian pernyataan Tzahal.
Sementara GHF menyangkal ada penembakan dekat pusat distribusi bantuan. Lembaga bentukan AS itu telah berulang kali menyangkal ada korban di dan dekat lokasi distribusi bantuan yang mereka kelola. Mereka tetap menyangkal meski bukti-bukti menyatakan sebaliknya.
GHF juga mengumumkan, pusat bantuan hanya dibuka pagi sampai sore hari. Dari senja sampai subuh, warga Gaza dilarang mendekati lokasi distribusi.
Serial Artikel
Uskup Anglikan Jerusalem: Nasib Anak-anak Gaza Mirip di ”Hunger Games”
Mereka berebut makanan, ditembaki, sebagian di antaranya tewas mengenaskan laksana adegan di novel distopis ”Hunger Games”.
Di tempat lain, Pertahanan Sipil Gaza melaporkan 12 orang terbunuh akibat serangan udara Israel ke Al Nuseirat di pusat Gaza. Israel membatasi kerja media di Gaza sehingga sulit dilakukan verifikasi. Lebih dari 90 persen penduduk Gaza mengungsi sejak perang Israel-Hamas pecah, 7 Oktober 2023.
Program Pangan Dunia PBB (WFP) melaporkan satu dari tiga warga Gaza kelaparan dan belum makan selama beberapan hari. Selain itu, ada ribuan orang yang kelaparan akut.
Badan PBB untuk Pekerjaan dan Pemulihan Pengungsi Palestina di Timur Jauh (UNRWA), Sabtu (19/7/2025), melaporkan memiliki cukup pasokan pangan di Gaza untuk tiga bulan. Namun, UNRWA tidak dapat menyalurkan karena blokade militer Israel.
Pembebasan masuknya bantuan ke Gaza adalah salah satu tuntutan Hamas untuk kesepakatan 60 hari gencatan senjata dan penarikan mundur Tzahal dari Gaza.
Adapun lembaga GHF mengendalikan pusat bantuan sejak Mei 2025 dan mendapat kritik PBB karena beroperasi sendiri demi kepentingan Israel.
GHF untuk pertama kali mengakui ada 20 orang tewas dekat pusat bantuan mereka di Khan Yunis, Rabu (16/7/2025). GHF menyalahkan ada provokator di antara kerumunan warga yang membawa senjata. GHF menuding provokator tersebut menembaki warga yang mencari bantuan.
Sebelumnya, PBB menyatakan, 875 orang terbunuh di Gaza saat mencari bantuan makanan. Sekurangnya 674 orang tewas di dekat pos bantuan kemanusiaan GHF.
Serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023 mengakibatkan 1.219 tewas (sebagian karena serangan balasan Israel) dan serbuan Israel mengakibatkan 58.765 warga Palestina tewas (sebagian besar perempuan dan anak-anak) di Jalur Gaza.