Persaingan terpanas di Grup K mempertemukan dua jagoan sepak bola dari dua benua, Portugal dan Kolombia. Kongo dan Uzbekistan juga bisa membuat kejutan.
10 Jun 2026 14:15 WIB · Olahraga
AP Photo/Armando Franca
Grup K mencerminkan kekuatan sepak bola dunia karena dihuni wakil empat konfederasi, yakni Eropa/UEFA (Portugal), Amerika Selatan/CONMEBOL (Kolombia), Afrika/CAF (Republik Demokratik Kongo), dan Asia/AFC (Uzbekistan). Persaingan Grup K bakal sedap dilihat karena menampilkan gaya sepak bola yang berlainan, bahkan bertolak belakang.
Duel paling sengit di Grup K akan terjadi antara Portugal dan Kolombia. Kedua tim itu diprediksi berpeluang besar lolos ke babak 32 besar. Portugal diprediksi menjadi juara grup, sementara Kolombia peringkat kedua. Adapun RD Kongo dan Uzbekistan tidak difavoritkan lolos ke babak gugur meskipun mereka bisa menyulitkan lawan-lawannya di Grup K.
Berdasarkan peringkat FIFA, Portugal tim terkuat karena ada di urutan tertinggi, yaitu 5, diikuti Kolombia (13), RD Kongo (46), dan Uzbekistan (50). Terdapat jurang peringkat yang lebar di antara tim dalam Grup K.
Portugal adalah tim yang paling kenyang asam garam Piala Dunia dengan rekor sembilan kali tampil. Kolombia tujuh kali merasakan atmosfer Piala Dunia. Sementara partisipasi RD Kongo adalah yang kedua setelah edisi 1974 ketika masih bernama Zaire. Uzbekistan paling culun karena baru pertama kali berlaga di Piala Dunia.
Pelatih Portugal Roberto Martinez yang berpengalaman menangani Belgia pada Piala Dunia 2018 dan 2022 mengatakan, Piala Dunia 2026 berbeda dengan Piala Dunia lainnya. Piala Dunia ini adalah yang paling ”buas”. Digelar di tiga negara serta diikuti 48 tim membuat Piala Dunia 2026 lebih menantang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/66e6297518d6a9271247648ef5160fe6-000_B4NE2XD.jpg)
Menurut Martinez, kesuksesan di Piala Dunia bukan sesuatu yang bisa dipersiapkan. Jalan meraih sukses akan ketemu ketika menjalaninya. Di Piala Dunia, lawan, situasi pertandingan, dan keberuntungan, semua punya peran. Piala Dunia tidak dimenangi hanya dengan sepak bola indah.
Martinez setuju dengan pendapat Pelatih Brasil Carlo Ancelotti bahwa tim yang paling tangguh lebih sering menang daripada tim terbaik.
”Perbedaannya akan terletak pada adu penalti, keputusan yang tepat di sepertiga akhir lapangan, sedikit keberuntungan bola mengenai tiang dan gol atau mengenai tiang dan keluar,” kata Martinez.
Berbekal pandangan filosofis dan segudang pengalaman Martinez, Portugal menatap Piala Dunia 2026 dengan optimistis. Skuad penuh talenta seperti Portugal diyakini dapat menembus perempat final.
Mengutip The Athletic, Martinez adalah tipe pelatih yang gemar mengubah taktik sesuai kebutuhan dan berani bereksperimen. Dia cakap memakai skema 4-4-3, 4-2-3-1, atau 3-4-2-1.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/11/08/35fb6a99-0ac9-4006-a126-454b2913983c.jpg)
Taktik Martinez bertumpu pada pemain belakang yang punya naluri menyerang seperti Nuno Mendes dan gelandang berpengalaman seperti Bruno Fernandes dan Bernardo Silva. Bagi Martinez, dominasi penguasaan bola tidak terlalu penting. Dia lebih menyukai sebuah tim bermaterikan pemain-pemain yang serba bisa.
Tim Kolombia alias ”Los Cafeteros” membuat Piala Dunia lebih meriah lewat permainan yang memukau dan kualitas individu pemain-pemainnya. Penampilan terbaik Kolombia adalah edisi 2014, yaitu ketika mereka dikalahkan Brasil di babak perempat final.
Daripada meributkan taktik, Desabre lebih mengutamakan permainan kolektif dan menekankan semangat pantang menyerah.
Pada Piala Dunia kali ini, Kolombia adalah tim underdog dari Amerika Selatan. Brasil dan Argentina lebih difavoritkan, tetapi ini sebuah keuntungan karena Kolombia bisa bermain tanpa beban. Penentuan juara Grup K bisa saja melalui laga Kolombia versus Portugal. Kolombia pun berpeluang menjadi juara grup jika Portugal terjungkal.
Skuad Kolombia akan dipimpin kapten tim, James Rodriguez. Kali ini adalah penampilan terakhirnya di Piala Dunia sebelum pensiun. Rodriguez adalah pemain Kolombia paling bersinar sebagai peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2014 setelah menceploskan enam gol. Dia telah mencetak total 31 gol untuk Kolombia.
Skuad Kolombia dibesut Pelatih Nestor Lorenzo asal Argentina. Lorenzo pernah bermain di Piala Dunia 1990 sebagai bek. Saat itu, Argentina ditaklukkan Jerman Barat, 0-1, di babak final.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/10/140baccdce49941600f7a497a6c80cdf-1000241544.jpg)
Lorenzo tidak punya pengalaman sebagai pelatih di Piala Dunia, tetapi dia berhasil membawa Kolombia ke final Copa America 2024 dan lolos babak kualifikasi Piala Dunia meski terseok-seok.
Formasi favorit Lorenzo adalah 4-2-3-1 dengan pemain belakang yang agresif membantu serangan. Gelandang yang kreatif akan memainkan peran krusial. Los Cafeteros cenderung menggunakan pertahanan blok tengah dan mengutamakan transisi.
RD Kongo lolos ke Piala Dunia 2026 secara dramatis setelah mengalahkan Jamaika, 1-0, di babak playoff. Kemenangan ini disambut gembira rakyat RD Kongo yang sudah lama menderita akibat perang saudara.
Keberhasilan RD Kongo menembus babak utama Piala Dunia sedikit meredakan konflik antara pemerintah dan pemberontak M23. Kedua pihak mengucapkan selamat atas keberhasilan timnas RD Kongo.
Malangnya, persiapan tim ”Les Leopards” (Macan Tutul) terganggu wabah ebola. Rencana pemusatan latihan di Kinshasa terpaksa dibatalkan dan dipindahkan ke Belgia. Pemerintah Amerika Serikat bahkan mewajibkan tim Kongo diisolasi selama 21 hari sebelum masuk Amerika Serikat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/22/f8bf9cd0721dacb405abedcfc79775b8-20260522_GKT_Hadiah_Piala_Dunia_3_mumed.jpg)
Skuad RD Kongo ditangani pelatih asal Perancis, Sebastien Desabre. Dia adalah pelatih yang tidak saklek pada taktik. Daripada meributkan taktik, Desabre lebih mengutamakan permainan kolektif dan menekankan semangat pantang menyerah. Skuad RD Kongo biasanya tampil fleksibel dengan formasi 4-2-3-1 atau 4-4-2.
Kekuatan RD Kongo ada pada pemain diaspora. Desabre memanggil empat pemain yang bermain di Liga Inggris, yaitu Yoane Wissa (Newcastle United), Aaron Wan-Bissaka (West Ham United), Axel Tuanzebe (Burnley), dan Noah Sadiki (Sunderland). Nama-nama itu belum termasuk pemain-pemain lain yang berkiprah di klub-klub Eropa.
Pemain inti RD Kongo lainnya adalah bek sekaligus kapten tim, Chancel Mbemba (Lille), yang sudah tampil lebih dari 100 kali bersama timnas. Masih ada pemain sayap andalan Cedric Bakambu (Real Betis).
Minim pengalaman di Piala Dunia bukan berarti Uzbekistan akan tersingkir di babak grup dengan mudah. Sebagian besar pemain Uzbekistan bermain di liga lokal, tetapi beberapa dari mereka sudah merambah klub Eropa.
Mereka antara lain gelandang Abbosbek Fayzullayev dan striker sekaligus kapten tim, Eldor Shomurodov, di Liga Turki. Uzbekistan juga memiliki bek Abdukodir Khusanov yang melejit bersama Manchester City.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/27/b85e2663-6228-4b07-a0c8-b52b20af8dd1.jpg)
Tim yang dijuluki ”Serigala Putih” itu dibesut oleh pelatih legendaris asal Italia, Fabio Cannavaro. Cannavaro adalah kapten saat Italia juara Piala Dunia 2006. Dia menggantikan Pelatih Timur Kapadze, yang berjasa besar membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia pertama kalinya.
Penggantian Kapadze menimbulkan kontroversi, tetapi hal itu terkait dengan taktik Kapadze, yaitu sepak bola menyerang yang dianggap tidak cocok diterapkan Uzbekistan di Piala Dunia. Sebaliknya, Cannavaro sangat paham bagaimana menyusun strategi bertahan yang menguntungkan tim. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Wisnu Aji DewabrataEditor:
Prasetyo Eko Prihananto, Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar