Adu strategi Liverpool dan Newcastle dalam perebutan penyerang memaksa kedua tim kehilangan target utama. Manchester United yang tidak terlibat berpotensi terdampak.
18 Jul 2025 18:09 WIB · Olahraga
LIVERPOOL, JUMAT — Newcastle United sempat bermimpi menghadirkan penyerang berbakat Hugo Ekitike untuk berduet dengan Alexander Isak. Namun, mimpi itu dirusak seketika oleh Liverpool yang memberikan buah simalakama kepada Newcastle untuk pilihan striker.
Liverpool, menurut The Athletic, resmi menawar Ekitike dari Eintracht Frankfurt dengan nilai 80 juta euro (Rp 1,51 triliun) pada Kamis (17/7/2025) WIB. Pergerakan Liverpool hanya berjarak dua hari setelah tawaran Newcastle sebesar 75 juta euro ditolak oleh Frankfurt.
Ekitike sebenarnya bukan prioritas bagi Liverpool di jendela transfer musim panas ini. Target utama mereka adalah Isak, sang penyerang bintang Newcastle. Liverpool menggunakan ketertarikan terhadap Ekitike sebagai alat tawar untuk mendapatkan Isak.
Berdasarkan laporan jurnalis spesialis transfer Fabrizio Romano, Liverpool sempat menyiapkan paket sebesar 120 juta euro (Rp 2,27 triliun) untuk Isak. Jika Isak dibiarkan pergi oleh Newcastle, Liverpool akan berhenti mendekati Ekitike. Begitu pun sebaliknya. Newcastle diberikan buah simalakama.
Newcastle dipaksa untuk memilih kehilangan Isak atau sang calon striker baru. Mereka ternyata lebih ingin mempertahankan Isak yang sudah terbukti di Liga Inggris. Ekitike pun terpaksa dilepas. Newcastle enggan berperang harga dengan Liverpool untuk memperebutkan penyerang 23 tahun itu.
Preferensi Isak dan Ekitike turut menentukan arah transfer tersebut. Isak, yang masih terikat kontrak sampai tiga tahun lagi di Newcastle, tidak berpikiran untuk pindah. Ekitike lebih tertarik pindah ke Liverpool yang merupakan berstatus klub terbaik di Inggris pada musim lalu.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/11/363b9531-cdf0-4d46-a4f0-d0bc635cb6be_jpg.jpg)
Alhasil, baik Liverpool maupun Newcastle sama-sama gagal mendapatkan target penyerang utama. Peluang Liverpool mendapatkan Isak sudah tertutup, sementara Newcastle harus merelakan Ekitike. Mereka pun langsung beralih menuju target kedua.
Enggan berperang harga dengan Liverpool, Newcastle mengalihkan tujuan ke penyerang Brentford, Yoane Wissa. Harga Wissa lebih terjangkau karena kontraknya tinggal tersisa satu tahun bersama Brentford. Penampilan Wissa terbilang memukau musim lalu dengan koleksi 19 gol di Liga Inggris.
Di media sosial, banyak pihak berspekulasi soal strategi genius Newcastle. Mereka dinilai hanya menjadikan Ekitike sebagai umpan. Tujuannya agar Liverpool segera melakukan pergerakan di bursa transfer dan melupakan Isak. Namun, hal itu tidak terbukti dari pergerakan terbaru Newcastle.
Tim asuhan Pelatih Eddie Howe itu memang membutuhkan penyerang tambahan untuk menjadi pelapis atau berduet dengan Isak. Wissa pun menjadi pilihan alternatif. Adapun Howe sempat berkata pada akhir musim lalu, Newcastle akan sangat aktif dalam bursa transfer kali ini.
Kenyataannya, Newcastle baru mendatangkan penyerang sayap Anthony Elanga dari Nottingham Forest. ”Baru sedikit yang datang. Tentu kami senang dengan kedatangan Elanga, tetapi kami masih harus melakukan banyak hal untuk musim baru,” ujar Howe dalam tayangan resmi klub.
Perubahan target Liverpool dan Newcastle akan berdampak terhadap rencana tim masing-masing. Jika mendapatkan Isak, Pelatih Arne Slot hampir pasti memasang sang penyerang sebagai ujung tombak utama tim. Rencana serupa sangat berisiko jika dilakukan dengan Ekitike.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/05/20/cb4dc317-b74e-4fa6-afd0-197c0acd2648_jpg.jpg)
Ekitike masih ”mentah” dan belum memiliki pengalaman di Liga Inggris. Dia juga belum terbukti bisa konsisten mencetak gol di level tertinggi. Ekitike baru pernah dua kali mencetak dua digit gol di liga domestik sepanjang kariernya, salah satunya adalah musim lalu di Liga Jerman (15 gol).
Situasi Ekitike sebenarnya lebih cocok untuk Newcastle. Tidak hanya berduet di lini depan, pemain asal Perancis itu juga bisa dibimbing langsung oleh Isak. Mereka bisa saling melengkapi. Isak dari sisi kematangan, sementara Ekitike dengan semangat darah muda yang berapi-api.
Bagi Newcastle, prospek terhadap Ekitike dengan Wissa juga sangat berbeda. Ekitike masih bisa meningkat berkali-kali lipat dalam beberapa musim ke depan. Berbeda dengan Wissa yang sudah berusia 28 tahun. Adapun Isak saja masih lebih muda dibandingkan Wissa, 25 tahun.
Di sisi lain, perubahan target Newcastle bisa berdampak ke Manchester United. Seperti diketahui, MU sedang berupaya menyelesaikan kesepakatan transfer dengan penyerang sayap Brentford, Bryan Mbeumo. Mereka sudah bernegosiasi sejak sebelum jendela transfer dibuka pada awal Juli.
Masalahnya, menurut Sky Sports, Brentford kemungkinan besar tidak mau menjual dua penyerang sekaligus. Pilihannya melepas Mbeumo atau Wissa. Adapun kedua pemain itu menyumbang total 39 gol di liga pada musim lalu atau hampir 60 persen dari seluruh gol Brentford.
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar