Mimpi Liar Newcastle Menduetkan Isak dan Ekitike

Sulit terbayang, Newcastle United mendatangkan pemain seharga lebih dari 75 juta euro hanya untuk menjadi pelapis. Maka, ada rencana lebih besar untuk Hugo Ekitike.

15 Jul 2025 15:30 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

NEWCASTLE, SELASA — Newcastle United tampak serakah di jendela transfer pemain pada musim panas kali ini. Tidak puas punya penyerang kelas dunia seperti Alexander Isak, mereka berniat mendatangkan striker muda berbakat, Hugo Ekitike, dari Eintrach Frankfurt. Pergerakan transfer itu sekaligus memperlihatkan mimpi liar Newcastle.

Newcastle mulai bergerak cepat di bursa transfer jelang musim baru. Setelah memboyong penyerang sayap Anthony Elanga dari Nottingham Forest, mereka kembali ingin menambah senjata di lini serang. Nama Ekitike, penyerang 23 tahun, muncul tiba-tiba di tengah rumor kepindahan ke Liverpool dan Manchester United.

Menurut The Athletic, pada Selasa (15/7/2025), Newcastle membuat langkah paling nyata di antara para pesaingnya. Mereka berani membayar lebih dari 75 juta euro untuk mantan pemain tim nasional sepak bola U-21 Perancis tersebut. Terakhir kali mengeluarkan uang sebanyak itu, Newcastle memecahkan rekor transfer dalam pembelian Isak (70 juta euro).

Ekitike merupakan salah satu striker muda paling diburu saat ini. Dia sukses menunjukkan potensi terbaik bersama Frankfurt pada musim lalu dengan sumbangan 22 gol di seluruh kompetisi. Kontribusi nyata itu membawa Frankfurt finis di peringkat ketiga Liga Jerman dan lolos ke Liga Champions Eropa.

”Kami sangat senang dengan perkembangan Hugo. Dia membuat peningkatan drastis hanya dalam setahun. Dia sudah memiliki jumlah gol yang luar biasa dan berpotensi menjadi salah satu penyerang terbaik di Eropa,” tutur Direktur Olahraga Sporting Markus Krosche, seperti dikutip situs resmi Liga Jerman.

Pemain Eintracht Frankfurt Hugo Ekitike merayakan golnya ke gawang Tottenham Hotspur pada laga pertama perempat final Liga Europa di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Jumat (11/4/2025) dini hari. Laga itu berakhir imbang 1-1.

Menariknya, profil Ekitike mirip dengan Isak. Mereka sama-sama striker bertubuh kurus dan tinggi yang bisa bergerak fleksibel, tidak hanya menunggu bola di kotak penalti. Mereka bisa menjemput bola ke lini tengah atau meyerang dari sayap. Kemampuan dribel, kecepatan lari, dan keterampilan teknis kedua pemain itu berada di atas rerata penyerang ”Nomor 9”.

Pertanyaan pun muncul, untuk apa Ekitike didatangkan jika sudah ada Isak? Tanda tanya itu membawa spekulasi ke jawaban liar dari sisi Newcastle. Manajer Eddie Howe mungkin saja menduetkan mereka di lini serang. Newcastle bisa kembali menggunakan formasi klasik 4-4-2 yang akrab dengan Howe.

Menduetkan penyerang

Howe memang lebih sering menggunakan formasi 4-3-3 atau 4-5-1 selama di Newcastle. Namun, formasi 4-4-2 sudah melekat dengan dirinya ketika melatih Bournemouth. Howe sering menduetkan penyerang Callum Wilson dan Dominic Solanke. Formasi itu juga pernah dicoba saat awal bersama Newcastle.

Keberadaan dua penyerang dinamis sangat mendukung karakter Newcastle sebagai tim yang lugas dalam transisi. Mereka merupakan salah satu tim menyerang terbaik walaupun tidak dominan dalam penguasaan bola. Manajer Manchester City Josep ”Pep” Guardiola pernah berkata, Newcastle membawa versi baru sepak bola modern.

Bukan kebetulan Ekitike juga terbiasa bermain dalam formasi 4-4-2. Dia bersinar pada musim ini berkat duet bersama penyerang Omar Marmoush. Ekitike baru dipercaya sebagai penyerang tunggal setelah kepergian Marmoush ke Manchester City pada jendela transfer Januari lalu.

Quote

Mereka bilang saya terlalu jauh dari posisi penyerang seharusnya. Saya sudah memperbaiki itu.

Duet Ekitike dan Marmoush dalam formasi 4-4-2 membuat Frankfurt tidak terbendung dalam transisi. Berdasarkan data The Athletic, Frankfurt menyudahi musim lalu di liga dengan catatan nilai peluang 11,4 expected goals (xG). Nilai itu merupakan yang tertinggi di empat liga terbesar se-Eropa, termasuk melampaui Liverpool (11,2) xG yang terkenal mematikan dalam transisi.

Alexander Isak dari Newcastle mencoba mencetak gol saat bertanding melawan Manchester United di Manchester, Inggris, Rabu, 15 Mei 2024. AP/DAVE THOMPSON

Ekitike berkata sudah banyak belajar dari pengalaman musim terakhirnya. ”Mereka bilang saya terlalu jauh dari posisi penyerang seharusnya. Saya sudah memperbaiki itu. Saya paham tekanan untuk selalu mencetak gol. Itu yang membuat saya lebih lugas dan selalu menghadap ke gawang lawan,” ujarnya pada Maret lalu.

Penyelesaian akhir merupakan satu-satunya aspek yang dikhawatirkan dari Ekitike. Dia tidak terlalu garang di depan gawang, hanya mampu menghasilkan 18 gol di liga dari total 22,3 xG. Bandingkan dengan Isak yang memproduksi 23 gol di Liga Inggris musim lalu hanya dari 20,4 xG.

Meskipun begitu, penyelesaian akhir Ekitike dipercaya bisa bertambah baik seiring waktu berjalan. Pengalaman serupa pernah dialami Isak yang datang dari Real Sociedad ketika berusia 22 tahun. Adapun sebelum pindah, Isak hanya mencetak 6 gol dari 32 laga di liga bersama Sociedad.

Sulit terbayang Newcastle mendatangkan Ekitike dengan harga setinggi langit hanya untuk menjadi pelapis. Mimpi liar untuk menduetkan Ekitike dengan Isak terlihat lebih realistis. Bagi Newcastle, kemungkinan terburuk dari transfer itu adalah Ekitike didatangkan agar bisa menjual Isak ke klub lain dengan harga fantastis. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul