Beberapa pihak berpendapat bahwa ancaman kenaikan tarif mungkin hanya gertakan atau serangan pembuka dalam negosiasi perdagangan di masa mendatang.
30 Nov 2024 15:26 WIB · Internasional
FLORIDA, SABTU — Ancaman presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, menaikkan tarif barang hingga 25 persen memberi tekanan ganda pada Kanada. Selain perekonomian, kenaikan tarif akan mengancam posisi politik Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.
Trudeau telah berbicara dengan Trump melalui telepon. Meski berjalan baik, tidak ada kepastian ada perubahan kebijakan kenaikan tarif bagi Kanada. Trudeau lantas memutuskan untuk menemui Trump di Florida, Jumat (29/11/2024) malam waktu setempat atau Sabtu waktu Indonesia. Jika pertemuan langsung buntu, Kanada siap membalas kebijakan yang sama bagi barang-barang asal AS yang masuk.
Seorang saksi mata Reuters mengatakan, Trudeau terlihat meninggalkan sebuah hotel di West Palm Beach, Florida. Ia diperkirakan pergi ke kediaman pribadi Trump di Mar a-Lago. Menurut media Kanada, CBC, Trudeau didampingi Menteri Keamanan Publik Dominic LeBlanc. Kantor Trump dan kantor Trudeau tidak segera menanggapi permintaan konfirmasi atas pertemuan tersebut.
Beberapa pihak berpendapat bahwa ancaman kenaikan tarif mungkin hanya gertakan, atau serangan pembuka dalam negosiasi perdagangan di masa mendatang. Namun, Trudeau menolak pandangan tersebut.
”Donald Trump, ketika dia membuat pernyataan seperti itu, dia berencana melaksanakannya,” katanya kepada wartawan di provinsi Prince Edward Island. ”Tidak perlu diragukan lagi.”
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/30/ec23968cc7adfaad378aeac339779ebf-000_36NP99F.jpg)
Pada Jumat, Trudeau mengatakan, dirinya telah menekankan kepada Trump ”perlunya bekerja sama untuk memastikan kemakmuran di kedua sisi perbatasan.”
Ia mengatakan, penting untuk menunjukkan tarif 25 persen atas impor Kanada tidak hanya akan merugikan warga Kanada, tetapi juga warga AS. ”Pada akhirnya, melalui banyak pembicaraan yang konstruktif dengan Presiden Trump, saya akan melakukan hal yang akan membuat kita terus bergerak maju di jalur yang benar untuk semua warga Kanada,” katanya.
Rencana kenaikan tarif oleh Trump akan menjadi pukulan bagi Trudeau yang berupaya menjaga popularitas Partai Liberal. Jajak pendapat memperlihatkan potensi kekalahan partai dari oposisi, Partai Konservatif, dalam pemilihan pada Oktober 2025.
Popularitas dan dukungan bagi Trudeau dan Partai Liberal saat ini jauh berkurang karena perlambatan ekonomi dan lonjakan biaya hidup selama beberapa tahun terakhir. Kenaikan tarif adalah kebijakan terakhir yang diinginkan Trudeau dan Partai Liberal.
Dari segi ekonomi, mengutip laman CBC, nilai impor AS dari Kanada pada 2022 bernilai 614,3 miliar dollar Kanada. Impor AS dari Kanada periode Januari-September mencapai 435 miliar dollar Kanada.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/30/42d96b4c943f9f2c5b1bce90cdf683fd-000_36NQ99M.jpg)
Pada 2023, ekspor Kanada ke AS bernilai sekitar 592,7 miliar dollar Kanada. Angka ini merepresentasikan sekitar 75 persen ekspor Kanada keseluruhan yang didominasi oleh AS.
Hampir 2 juta pekerjaan di Kanada bergantung pada perdagangan. Daftar barang yang dikirim Kanada ke AS panjang, mulai dari gas alam, mobil dan suku cadang mobil, mesin, plastik, emas, listrik, kayu, aluminium, besi, dan baja, hingga produk pertanian.
AS adalah pelanggan terbaik Kanada dalam minyak dan gas bumi. Sebanyak 60 persen impor minyak mentah AS pada 2022 bersumber dari Kanada.
Soctt Lincicome, Wakil Presiden Ekonomi dan Pusat Kebijakan Perdagangan Steifel Cato Institute mengatakan, kenaikan tarif tidak akan terlalu membebani importir. Sebaliknya, beban tambahan akan ditanggung oleh konsumen. ”Ini yang menjadi pukulan yang sangat besar bagi konsumen dan produsen AS,” kata Lincicome.
Ia juga menilai, rezim tarif akan menyuntikkan ketidakpastian dalam rantai pasok.
Flavio Volpe, Presiden Asosiasi Produsen Suku Cadang Otomotif mengatakan, dengan tarif universal 10 persen saja industri otomotif Kanada dan AS kesulitan untuk memperoleh laba. Kenaikan tarif hingga 25 persen, menurut dia, sama saja menutup secara keseluruhan industri otomotif. ”Tidak ada gunanya berbisnis,” ujarnya.
Dia mengingatkan, separuh kendaraan yang dibuat di Kanada adalah merek-merek AS. Pada saat yang sama, sebagian besar komponen dan bahan baku yang digunakan untuk membuat kendaraan-kendaraan tersebut berasal dari AS. Volpe mengatakan tidak yakin tarif 25 persen oleh Trump akan membuahkan hasil. ”Tenanglah sedikit. Dia senang melakukan ini,” ujarnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/30/852fa01150f812a1c48d0648c5c47393-000_36NB2EE.jpg)
Pengamat lain berpendapat, ancaman tersebut harus ditanggapi dengan serius. Catherine Cobden, Presiden Asosiasi Produsen Baja Kanada, dalam pernyataan mengatakan, pengumuman kenaikan tarif Trump merupakan sinyal untuk tindakan segera.
”Menerapkan tarif pada baja Kanada akan berdampak luar biasa di banyak sektor, seperti otomotif, energi, dan konstruksi, membuat semuanya menjadi lebih mahal bagi konsumen Amerika dan Kanada,” katanya.
Menyikapi potensi kebuntuan dalam pembicaraan dengan Trump, pemerintahan Trudeau mempersiapkan berbagai skenario. Ini termasuk skenario terburuk, yakni tarif balasan. Seorang pejabat senior pemerintah yang meminta namanya tidak disebut mengatakan, pemerintah tengah mengidentifikasi daftar komoditas AS yang menjadi sasaran.
Setelah Trump dinyatakan memenangi pemilihan, Wakil Perdana Menteri Kanada Chrystia Freeland menyusun kembali sekelompok menteri untuk mengelola hubungan Kanada-AS. Ini pernah dilakukan selama masa jabatan pertama Trump di Gedung Putih (2017-2021). Mereka bertugas menyiapkan tanggapan terhadap tindakan AS dan melobi anggota parlemen AS serta anggota lingkaran dalam Trump.
Selama masa jabatan pertama Trump, Ottawa membalas pengenaan tarif pada baja dan aluminium Kanada pada 2018. Namun, Kanada memilih untuk menargetkan produk AS karena dampak politiknya, bukan ekonominya, seperti jus jeruk Florida dan bourbon Kentucky. Kedua produk berasal dari negara bagian yang dipimpin oleh Partai Republik. (AFP/Reuters)
Penulis:
Mahdi MuhammadEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase