”El Clasico” Jadi Penentu Arah Juara

Hasil minor yang diraih Real Madrid dan Barcelona memaksa persaingan gelar juara liga berlanjut hingga akhir musim. ”El Clasico” pada Mei akan jadi penentu.

06 Apr 2025 12:08 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

BARCELONA, MINGGU — Kekalahan Real Madrid dari Valencia serta hasil imbang Barcelona dengan Real Betis mewujudkan skenario ideal persaingan gelar juara Liga Spanyol. Barca yang awalnya punya kesempatan memperlebar jarak dari Real menjadi enam poin harus berhitung ulang. Liga pun tidak jadi berakhir lebih dini. Pemenang liga sesungguhnya bisa jadi akan ditentukan via laga ”El Clasico” bulan depan.

Valencia yang tidak diunggulkan justru berbalik membungkam Real, 1-2, di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid. Itu merupakan kemenangan pertama Valencia di markas Real sejak terakhir kali meraihnya pada 2008 atau 17 tahun silam. Selain menanggung malu ditaklukkan Valencia yang masih berjuang di papan bawah, Real juga gagal mencetak poin penuh untuk mengejar Barca di puncak klasemen.

Barca sangat diuntungkan dengan kekalahan mengejutkan Real itu. Namun, keuntungan itu mereka sia-siakan setelah hanya mampu meraih hasil imbang 1-1 kontra Betis di Stadion Olimpiade Lluis Companys, Barcelona, Minggu (6/4/2025) dini hari WIB. Hasil imbang itu lebih terasa sebagai kekalahan bagi Barca. Fans Barca menyebut itu bukanlah satu poin yang diperoleh, melainkan dua poin yang hilang.

Betis selalu menjadi tembok tangguh yang sulit diruntuhkan Barca. Pada pertemuan pertama di markas Betis, Barca juga hanya bisa memaksakan hasil imbang 2-2. Akan tetapi, hasil imbang kali ini terasa lebih menyesakkan karena Barca berpeluang mengakhiri musim lebih dini dengan memperlebar keunggulan dari Real yang kalah beberapa jam sebelumnya.

Pemain Real Madrid Vinicius Junior mengontrol bola saat melawan Valencia pada laga Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Sabtu (5/4/2025). Vinicius mencetak satu gol, tetapi Madrid kalah 1-2 pada laga itu.

Gol Barca tercipta pada menit ke-7 melalui Gavi yang merupakan jebolan akademi Betis. Sebagai bentuk penghormatan kepada mantan klub yang mendidiknya, Gavi memilih tidak berselebrasi seusai mencetak gol. Proses gol Gavi berawal dari upaya para pemain Barca menekan lawan secara kolektif sejak mereka membangun serangan. Berkat itu, para pemain Betis tidak pernah bisa leluasa mengalirkan bola ke depan.

Kekacauan pada saat transisi dari bertahan ke menyerang itu dioptimalkan Barca untuk mengurai pertahanan solid Betis. Lamine Yamal yang melakukan kombinasi umpan dengan Ferran Torres kemudian memberikan umpan terukur kepada Gavi.

Akan tetapi, Betis hanya butuh waktu 10 menit untuk membalas. Tim besutan Pelatih Manuel Pellegrini itu memaksimalkan keunggulan dalam mengeksekusi bola-bola mati (set piece). Bek tengah Betis, Natan Bernardo de Souza, memenangi duel bola udara melawan Ronald Araujo. Sejauh musim ini, Betis termasuk tiga besar tim dengan gol set piece terbanyak di Liga Spanyol, yaitu 10 gol.

”Pada hari-hari ketika Anda tidak mencetak gol, Anda harus menerimanya. Anda harus berpikir positif. Saya yakin bahwa kami telah mencoba segalanya. Saya optimistis. Ini poin yang lain. Sekarang bulan April, dan kami berada dalam posisi yang baik. Kami harus terus maju,” kata Pelatih Barca Hansi Flick seusai laga.

Pemain Barcelona Pablo Gavi (kanan) menendang bola untuk mencetak gol ke gawang Real Betis pada laga Liga Spanyol di Stadion Olimpiade Lluis Companys, Barcelona, Minggu (6/4/2025) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 1-1.

Dengan hasil imbang ini, Barca sukses memperlebar jarak menjadi empat poin atas Real di peringkat kedua. Walau bisa menjauh, hasil ini agak disesali para pemain Barca yang merasa seharusnya bisa mempertahankan keunggulan dan mencetak gol tambahan.

”Kami melakukannya dengan baik dan melakukan segala sesuatunya dengan benar. Namun, hari ini kami tidak berhasil. Kami kurang memiliki ketegasan dan keinginan besar untuk menang,” kata bek Barca, Pau Cubarsi.

Di sisi lain, hasil kurang memuaskan yang diraih Barca justru membuat persaingan menuju gelar juara tidak menjemukan. Disparitas poin antara Real dan Barca menjadi tidak terpaut terlalu jauh. Dengan begitu, masih sulit menerka siapa yang akan mengangkat trofi pada akhir musim.

Barca belum bisa sepenuhnya tenang dari kejaran Real. Adapun Real masih punya kesempatan melampaui Barca dalam delapan pertandingan tersisa. Satu laga yang pastinya berpengaruh terhadap arah juara adalah ”El Clasico” antara Real dan Barca di Stadion Olimpiade Lluis Companys pada Mei mendatang.

Pemain Real Betis Natan Bernardo de Souza merayakan golnya ke gawang Barcelona pada laga Liga Spanyol di Stadion Olimpiade Lluis Companys, Barcelona, Minggu (6/4/2025) dini hari WIB. Laga berakhir imbang 1-1.

”El Clasico” adalah momen paling masuk akal bagi Real untuk terus membayangi Barca. Akan tetapi, hal itu cukup sulit diwujudkan mengingat inferioritas Real di hadapan Barca arahan Flick. Semenjak Flick tiba pada musim ini, belum sekalipun ia pernah kalah dari Real. Dalam dua laga sebelumnya, Flick selalu bisa mengatasi Real dengan skor cukup telak. Pada pertemuan pertama, Real dibekap 0-4. Kemudian, pada pertemuan kedua di final Piala Super Spanyol, Flick membawa Barca unggul 5-2.

”Sekarang situasinya menjadi lebih rumit untuk memperjuangkan liga. Namun, kami ingin bermain dengan baik hingga akhir karena kami masih punya kesempatan. Kami harus terus berjuang hingga pertandingan terakhir,” kata Pelatih Real Carlo Ancelotti. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra