Emas Bulu Tangkis Beregu Putra, Pembuktian Para Debutan

Ketika mendapatkan kesempatan, para debutan berhasil memaksimalkan. Medali emas dan dominasi atas Malaysia pada beregu putra SEA Games Thailand 2025 jadi hadiahnya.

10 Des 2025 20:39 WIB · Olahraga

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Oleh Rebiyyah Salasah dari Pathum Thani, Thailand

PHATUM THANI, KOMPAS — Ibarat membukakan tirai sebuah panggung agar aktor bisa menunjukkan lakonnya, seperti itulah pentingnya sebuah kesempatan bagi para pemain muda dan debutan tim bulu tangkis putra Indonesia. Ketika mendapatkan kesempatan, mereka memainkan ”peran” dengan baik. Medali emas pun jadi hadiahnya.

Saat kok pengembalian pebulu tangkis Malaysia, Hoh Justin, keluar lapangan, saat itu juga pendukung Indonesia bersorak riang di Gymnastic 4 Universitas Thammasat Kampus Rangsit, Pathum Thani, Rabu (9/12/2025). Anggota tim putra Indonesia pun langsung menyerbu lapangan untuk memeluk tunggal kedua ”Merah Putih”, Mohammad Zaki Ubaidillah.

Kesalahan Hoh Justin memastikan Mohammad Zaki Ubaidillah menang 21-14, 21-12 pada partai final beregu putra SEA Games Thailand 2025. Hasil itu juga mengantarkan Indonesia mengungguli Malaysia, seperti pada SEA Games Kamboja 2023. Bedanya, Indonesia kali ini tak memberi poin satu pun untuk Malaysia. Bukan lagi menang 3-1, tetapi 3-0.

Zaki dan kawan-kawan juga sekaligus memberikan pelipur lara untuk para pendukung yang datang ke arena setelah lima jam sebelumnya, hasil berbeda diraih tim putri. Meski sama-sama lolos ke final seperti tim putra, tim putri tak bisa mengimbangi tuan rumah Thailand.

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, melawan pebulu tangkis tunggal putra Malaysia, Justin Hoh, di laga final nomor beregu putra SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, Bangkok, Thailand, Rabu (10/12/2025).
Ekspresi pebulu tangkis tunggal putra Malaysia, Justin Hoh, melawan pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, di laga final nomor beregu putra SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, Bangkok, Thailand, Rabu (10/12/2025).
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, melawan pebulu tangkis tunggal putra Malaysia, Justin Hoh, di laga final nomor beregu putra SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, Bangkok, Thailand, Rabu (10/12/2025).
Selebrasi para pemain bulu tangkis beregu putra seusai pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, menang atas pebulu tangkis Malaysia, Justin Hoh, di laga final nomor beregu putra SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, Bangkok, Thailand, Rabu (10/12/2025). Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, menang atas pebulu tangkis tunggal putra Malaysia, Justin Hoh, dengan poin 21-12, 21-14.
Pebulu tangkis beregu putra Indonesia menyanyikan lagu "Indonesia Raya" seusai pengalungan medali emas setelah menang melawan tim Malaysia di laga final nomor beregu putra SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, Bangkok, Thailand, Rabu (10/12/2025).
Pebulu tangkis beregu putra Indonesia memperlihatkan medali emas seusai menang melawan tim Malaysia di laga final nomor beregu putra SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, Bangkok, Thailand, Rabu (10/12/2025).
Pebulu tangkis beregu putra Indonesia memperlihatkan medali emas seusai menang melawan tim Malaysia di laga final nomor beregu putra SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, Bangkok, Thailand, Rabu (10/12/2025).

Tim putri, yang diperkuat peraih perunggu Olimpiade Paris 2024, Gregoria Mariska Tunjung, takluk 1-3. Hanya satu gim dari tunggal pertama, Putri Kusuma Wardani, yang berhasil diraih. Paceklik gelar 18 tahun tim putri belum juga berakhir.

”Senang bisa mendapatkan medali emas di SEA Games pertama. Menurut saya, ini menjadi bekal buat jenjang ke depannya, seperti Asian Games dan pengin juga ke Piala Thomas,” ujar Zaki.

Bagi Zaki, SEA Games Thailand 2025 merupakan panggung multicabang pertama. Jadi, di Thailand-lah Zaki menandai debutnya.

Semangat sebagai debutan itu menyala sejak gim pertama. Zaki tak membiarkan permainan Justin berkembang. Pemain berusia 18 tahun ini tidak mau kemenangan harus ditempuh hingga tiga gim, seperti saat pertemuan perdana mereka di Thailand Masters 2025 pada awal tahun ini.

comparison left
comparison right
before-after-arrow

Zaki juga mendapatkan suntikan semangat dari rekan setim dan para pendukung Indonesia yang terus memekikkan “Ubed.. Ubed”, yang merupakan nama panggilannya. Dukungan itu pula yang membantu Zaki mengatasi ketegangan.

Jalan Indonesia mempertahankan gelar pun tampak mulus. Alwi Farhan, pemain muda yang menjadi tunggal pertama, sukses memberi kemenangan pembuka. Alwi bahkan mampu bangkit pada gim kedua setelah tertinggal 8 poin untuk mencegah laga ditentukan gim ketiga.

”Practice makes perfect. Ya, jadi semua berkat keras dan hasil latihan, jadi saya terbiasa dengan situasi seperti itu,” ujar Alwi.

Bagi Alwi, SEA Games Thailand 2025 juga menjadi debutnya di beregu. Alwi menjadi anggota tim SEA Games Kamboja 2023 pada beregu putra sebagai tunggal ketiga, tetapi tak sempat bermain karena Indonesia selalu memenangi tiga partai lebih dulu.

Ekspresi pebulu tangkis putra Indonesia Alwi Farhan melawan pebulu tangkis Malaysia Leong Jun Hao di laga final nomor beregu putra SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, Bangkok, Thailand, Rabu (10/12/2025).  Alwi Farhan menang dua gim melawan Leong Jun Hao dengan poin 21-12, 21,19.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
10-12-2025

Kemenangan juga diraih ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani lewat dua gim langsung. Sabar/Reza menaklukkan ganda putra peringkat kedua dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, 21-12, 21-12. Mereka membuktikan bisa mengatasi tantangan Malaysia yang memang unggul di sektor ganda.

Meski terbilang pemain paling senior di antara skuad tim putra, Sabar/Reza juga merupakan debutan di SEA Games. Nama mereka masuk menjelang SEA Games untuk menggantikan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

”Ketika beberapa negara menurunkan skuad penuh, kita menurunkan tim yang muda. Namun, saya sebelumnya juga bilang, tidak menutup kemungkinan (bisa berprestasi). Kami berjuang dulu dan nyatanya kami membuktikan bisa. Intinya, beri kesempatan dan kepercayaan bagi mereka,” ujar pelatih tunggal putra, Indra Wijaya.

”Dua hal itu penting sekali untuk menambah jam terbang biar mereka menjalani proses. Tahun depan, tanggung jawab yang dipikul pasti lebih besar,” tuturnya lagi.

infografik
Tim Bulu Tangkis Indonesia di SEA Games Thailand 2025

Sementara itu, tim putri masih kesulitan mengatasi Thailand yang tak terputus meraih emas sejak SEA Games edisi 2011, kecuali ketika nomor beregu tak dipertandingkan pada SEA Games Myanmar 2013. Penantian gelar untuk tim putri pun berlanjut.

Padahal, tim putri ”Merah Putih” punya ikatan istimewa dengan Thailand yang bagai ”tanah impian”. Gelar terakhir tim putri di SEA Games direngkuh pada 2007, saat pesta olahraga itu berlangsung di Thailand. Bertahun-tahun sebelumnya, tepatnya pada edisi 1985 dan 1995, Indonesia juga mampu berjaya.

”Seluruh permainan yang saya bisa tunjukkan, jauh sekali dari kata lumayan. Sangat kecewa dengan hasil saya pribadi. Seharusnya jangan menyerah sebelum poin 21 karenasaya merasa tidak bisa menunjukkan hal itu,” kata Gregoria yang kalah dari Ratchanok Intanon dengan skor 21-7, 21-15.

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah dari Pathum Thani, Thailand
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari