Eskalasi perang Iran melawan Israel dan AS meningkat. Hingga hari kelima perang, korban tewas hampir mencapai 800 orang.
04 Mar 2026 20:09 WIB · Internasional
AFP/Rabih DAHER
TEHERAN, RABU — Hingga hari kelima perang, Rabu (4/3/2026), Iran dan Israel yang dibantu Amerika Serikat masih saling serang. Pada serangan di hari kelima, bom yang ditembakkan Israel menghantam tempat pertemuan Majelis Pakar di kota Qom yang akan memilih Pemimpin Tertinggi Iran. Sementara Iran juga terus melancarkan serangan ke sejumlah tempat di Israel dan properti serta pangkalan AS di negara-negara lain di Timur Tengah.
Serangan Israel menghancurkan gedung yang disebut menjadi lokasi pertemuan Majelis Pakar Iran di Qom. Belum ada laporan jumlah korban tewas dan terluka dalam serangan itu. Namun, serangan udara ini diyakini untuk mengganggu suksesi kepemimpinan Iran.
Majelis Pakar Iran terdiri atas 88 orang yang dipilih oleh publik setiap delapan tahun. Majelis ini bertugas memilih Pemimpin Tertinggi negara itu. Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, pemilihan Pemimpin Tertinggi tidak akan memakan waktu lama.
Keterangan dari pihak Iran menyebutkan, tidak ada pertemuan Majelis Pakar di gedung tersebut. Pertemuan berlangsung secara daring dan majelis akan segera mengumumkan hasilnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/01/e7e6e260-7b3a-4031-8649-2691e0c924e5.jpg)
Sementara itu, Mojtaba Khamenei, putra kedua Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan selamat dari serangan Israel dan AS. Mojtaba menjadi calon kuat menggantikan ayahnya yang tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel di Teheran, Sabtu (28/2/2026). Sumber yang dikutip kantor berita Reuters mengatakan, Mojtaba tidak berada di Teheran saat serangan terhadap ayahnya terjadi.
Media Iran International melaporkan, Mojtaba Khamenei siap ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. ”Majelis Pakar Iran memilih putra Ali Khamenei, Mojtaba, sebagai Pemimpin Tertinggi berikutnya,” tulis media tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/3f5793e469f8a7c434844ab9031b03ed-Iran_US_Mojtaba_Khamenei_Profile_136626482.jpg)
Mojtaba Khamenei punya relasi kuat di IRGC yang dikenal sebagai loyalis utama Ali Khamenei. Ia bertugas di angkatan bersenjata selama perang Iran-Irak dan disebut memiliki pengaruh di balik layar sebagai penjaga kekuasaan ayahnya.
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi dari Pemerintah Iran mengenai terpilihnya Pemimpin Tertinggi yang baru. Saat ini Iran masih dipimpin oleh Dewan Kepemimpinan Sementara yang terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan ulama senior dari Dewan Penjaga Konstitusi, Alireza Arafi.
Di sisi lain, Israel menegaskan akan memburu siapa pun pengganti Ali Khamenei. ”Setiap pemimpin yang ditunjuk oleh rezim teror Iran untuk melanjutkan dan memimpin rencana menghancurkan Israel, untuk mengancam AS, dan dunia bebas serta negara-negara di kawasan ini, dan untuk menindas rakyat Iran, akan menjadi target untuk dieliminasi,” tulis Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, di platform X miliknya.
Eskalasi perang Iran melawan Israel dan AS terus meningkat. Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran mengatakan, serangan Israel dan AS telah menyebabkan 1.045 orang di Iran tewas. Perang juga berdampak terhadap sejumlah negara lainnya di Timur Tengah, salah satunya Lebanon.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/03/e8b0b3b15d6188b88520e0280eed57ab-wires_photo_291.jpg)
Dalam serangan terbaru, rudal Israel menghantam kompleks perumahan di kota Baalbeck. Serangan itu dilancarkan untuk membalas serangan Hizbullah. Empat orang dilaporkan tewas dalam serangan ini.
Sebaliknya, rudal dan drone Iran juga menyasar sejumlah lokasi di Kuwait. Kuwait menjadi sasaran karena negeri itu dituding ikut mendukung serangan udara gabungan AS-Israel ke wilayah Iran.
”Mereka yang mengatakan atau melakukan apa pun yang sejalan dengan kehendak Amerika dan rezim zionis (Israel) berada di pihak musuh dan harus ditangani berdasarkan prinsip-prinsip revolusioner Islam dan sesuai dengan masa perang,” ujar Gholam-Hossein Mohseni-Ejei dalam wawancara dengan televisi Pemerintah Iran.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/03/a55eb873-4ef6-4593-b91b-b8fe3f71acde.jpg)
Pentagon mengidentifikasi empat dari enam tentara AS tewas dalam perang sejauh ini. Mereka terkena serangan drone di Kuwait.
Sementara itu, kapal angkatan laut Iran tenggelam di lepas pantai Sri Lanka. Belum diketahui penyebab tenggelamnya kapal yang membawa 180 kru ini. Seorang pejabat tinggi di Sri Lanka mengatakan, sebanyak 32 orang telah diselamatkan dari fregat Iran, Iris Dena.
Sejumlah negara mengkhawatirkan meningkatnya eskalasi perang di Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha telah membahas situasi di Timur Tengah dan implikasinya terhadap keamanan global dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/03/1d1ed523-a5c6-4dde-a006-6686cd6ff9c5.jpg)
Sybiha menyatakan solidaritasnya terhadap Arab Saudi. Menurut dia, serangan Iran ke sejumlah negara di Timur Tengah telah mengancam stabilitas regional.
”Bagi Ukraina, ancaman ini bukanlah hal yang abstrak. Kami menghadapi serangan rudal dan drone setiap hari, termasuk drone Shahed buatan Iran yang digunakan Rusia terhadap kota-kota dan warga sipil kami,” jelasnya.
Kedutaan Besar AS di Arab Saudi dan Konsulat AS di Uni Emirat Arab diserang oleh pesawat tak berawak, Selasa. Laksamana Angkatan Laut AS Brad Cooper mengatakan, sejauh ini Iran telah meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan 2.000 drone. (AP/REUTERS/AFP)
Penulis:
Tatang Mulyana SinagaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan