KONFLIK TIMUR TENGAH

Israel Tingkatkan Serangan Udara di Teheran, Iran Perluas Balasan di Wilayah Teluk

Israel menyerang gedung tempat pemilihan pemimpin tertinggi Iran hingga peluncur rudal. Sebaliknya, Iran meluaskan serangan balasan.

04 Mar 2026 13:10 WIB · Internasional

AFP/ATTA KENARE

Oleh Adrian Fajriansyah

DUBAI, RABU — Israel mengklaim melancarkan serangan udara terhadap peluncur rudal hingga tempat pemilihan pemimpin tertinggi Iran, Selasa (3/3/2026). Sementara itu, Iran disebutkan melakukan serangan balasan ke seluruh wilayah Teluk dengan target Kedutaan Besar Amerika Serikat dan mengganggu pasokan energi serta lalu lintas perjalanan.

Hingga kini, informasi dari Iran sangat terbatas karena komunikasi yang buruk, serangan udara sepanjang waktu, dan pembatasan ketat terhadap jurnalis. Namun, ledakan terdengar di seluruh Teheran, ibu kota Iran, pada Selasa.

”Sejak tengah malam, saya dan istri mendengar suara ledakan,” ujar Ali Amoli, insinyur yang tinggal di Teheran Utara dilansir AP, Rabu (4/3/2026).

Citra satelit yang diterbitkan Vantor, perusahaan intelijen spasial berbasis di Colorado, AS, pada Selasa, menunjukkan, atap kubah Kompleks Kepresidenan Iran di Teheran telah hancur.

Hal itu mendukung klaim Israel tentang serangannya. Namun, Iran tidak mengakui kerusakan atau melaporkan adanya korban jiwa.

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Brigadir Jenderal Effie Defrin mengatakan, pihaknya telah menyerang satu gedung di kota Qom, Iran.

Gedung itu diperkirakan menjadi tempat para ulama bertemu untuk membahas pemilihan pemimpin tertinggi baru menggantikan Ayatollah Ali Khamenei yang tewas pada hari pertama serangan gabungan Israel-Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). Namun, Defrin belum memastikan apakah serangan itu memakan korban atau tidak.

Asap mengepul setelah ledakan di Teheran pada Selasa (3/3/2026). Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari, membunuh pemimpin tertinggi Iran dan pemimpin militer tertinggi.

Selain itu, militer Israel menyebutkan, mereka telah menyerang situs-situs Iran yang memproduksi dan menyimpan rudal balistik. Mereka pun menghancurkan situs yang diduga markas nuklir bawah tanah rahasia Iran.

Sebaliknya, Iran terus melancarkan serangan balasan ke seluruh wilayah Teluk. Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, mengalami kebakaran terbatas setelah diserang dua drone Iran.

Di tempat berbeda, satu drone Iran menyebabkan kebakaran kecil setelah menghantam tempat parkir luar Konsulat AS di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). UEA menyebutkan, Iran telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan rudal dan drone ke wilayahnya. Namun, sebagian besar serangan itu berhasil dicegat.

Serangan Iran yang terus meluas mengakibatkan Kedutaan Besar AS di Arab Saudi, Kuwait, dan Lebanon ditutup untuk umum. Departemen Luar Negeri AS pun memerintahkan evakuasi personel nondarurat dan keluarga di Kuwait, Bahrain, Irak, Qatar, Jordania, dan UEA.

Di samping itu, warga AS didesak meninggalkan lebih dari selusin negara Timur Tengah walau banyak yang terjebak penutupan wilayah udara.

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan, pihaknya sedang mempersiapkan penerbangan militer dan penerbangan pesawat sewa untuk warga AS yang ingin meninggalkan Timteng. Negara-negara lain pun sedang mengatur penerbangan untuk pemulangan warga negara mereka masing-masing.

Korban jiwa

Perang antara Israel-AS dan Iran telah memakan banyak korban jiwa yang sebagian besar merupakan warga sipil. Palang Merah Internasional mendata, serangan gabungan Israel-AS menewaskan sedikitnya 787 orang di Iran.

Adapun serangan balasan Israel terhadap kelompok militan Hizbullah di Lebanon menyebabkan sedikitnya 50 orang tewas, termasuk tujuh anak-anak. Sebaliknya, 11 orang di Israel tewas sejak perang terjadi.

Sebelumnya, Kuwait melaporkan gadis berusia 11 tahun tewas akibat pecahan peluru saat pasukannya mencegat serangan udara musuh. Selain itu, perang menyebabkan satu orang tewas di Bahrain dan tiga orang tewas di UEA. Militer AS mengonfirmasi, enam tentara mereka tewas.

Tangkapan layar dari video yang disiarkan Komando Operasi Tengah (CENTCOM) Amerika Serikat pada Rabu (4/3/2026) menunjukkan peluncur roket gerak cepat (HIMARS) menembakkan rudal PrSM yang disebut dipakai dalam Operation Epic Fury. Operasi itu adalah nama sandi serangan AS-Israel ke Iran sejak 28 Februari 2026

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengkritik serangan Iran terhadap negara-negara tetangga di kawasan Teluk. Serangan itu berisiko memperluas perang jika negara-negara Teluk tersebut melakukan balasan.

Presiden AS Donald Trump menyebutkan, perang akan berlangsung beberapa minggu atau lebih. Namun, situasi Timteng yang semakin memburuk menimbulkan pertanyaan tentang kapan dan bagaimana perang itu akan berakhir.


Kerabat Kerja

Penulis:

Adrian Fajriansyah
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji