Inggris belajar dari perang Irak yang didasari klaim bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal. Klaim itu ternyata palsu.
04 Mar 2026 11:00 WIB · Internasional
AFP/Joshua Whiting/MOD
WASHINGTON, RABU — Perseteruan Amerika Serikat dengan Inggris dan Spanyol kian sengit terkait dengan perang Iran. Presiden AS Donald Trump meluapkan kekesalan karena Washington sempat tidak bisa memakai pangkalan militer Inggris untuk mendukung operasi militer ke Iran.
Trump juga mengancam, hendak memutus seluruh perdagangan AS dengan Spanyol. Pemicunya serupa, Madrid menolak pangkalan militernya dipakai untuk meluncurkan serangan ke Iran.
Trump kesal karena AS sempat tidak bisa menggunakan pangkalan udara strategis Inggris di Diego Garcia. ”Inggris sangat sangat tidak kooperatif,” kata Trump saat jumpa pers bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz di Gedung Putih, Selasa (3/3/2026) waktu setempat atau Rabu WIB.
Menurut Trump, karena penolakan Inggris, AS butuh tiga sampai empat jam untuk mencari tempat mendarat. ”Akan jauh lebih nyaman mendarat di sana ketimbang terbang berjam-jam lebih lama. Jadi, kami sangat terkejut,” ujar Trump.
Trump lalu menyerang Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara personal. Ia membandingkan Starmer dengan PM Inggris di Perang Dunia II Winston Churchill. ”Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/7050f53cc9501c5ebc3e93f3d860abea-Trump_US_Germany.jpeg)
Trump juga menyatakan hubungan historis AS-Inggris tidak seperti dulu. Padahal, katanya, hubungan AS-Inggris merupakan hubungan paling kokoh secara historis. Sekarang, AS punya hubungan yang sangat kuat dengan negara-negara lain di Eropa, seperti Perancis dan Jerman.
”Starmer tidak membantu. Saya tidak pernah menyangka akan melihat itu. Saya tidak pernah menyangka akan melihat itu dari Inggris,” kata Trump.
Menurut Trump, Starmer tampak khawatir soal legalitas serangan ke Iran. Pernyataan di Ruang Oval itu menjadi serangan terbuka ketiga Trump terhadap Starmer dalam sepekan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/1365a7e7b548510cba936a07b6c95eba-wires_photo_3_.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/01edc09a528e204c8d58c4826441a4b0-Trump_Britain_4_.jpeg)
Serangan udara AS terhadap Iran memicu kekhawatiran di kalangan sebagian mitra Washington. Mereka menilai perang itu gegabah dan melanggar hukum internasional.
Sebelumnya, Starmer menegaskan Inggris tidak ikut dalam serangan AS-Israel ke Teheran. Alasannya, setiap aksi militer Inggris harus memiliki rencana yang layak dan dipikirkan matang. Ia juga menyatakan pemerintahannya tidak percaya pada pergantian rezim dari langit.
Namun, keputusannya berubah setelah Iran membalas dengan menyerang sekutu-sekutu AS di kawasan dengan pesawat nirawak (drone). Balasan Iran juga mencapai pangkalan Inggris di Siprus.
Pada Senin (2/3/2026), sebuah pangkalan Inggris di Siprus diserang drone. Pejabat itu menyebut serangan terjadi Senin dini hari dan melibatkan drone buatan Iran. Salah satu drone disebut menghantam landasan pacu.
”Serangan drone buatan Iran yang menghantam pangkalan RAF Akrotiri di Siprus terjadi akhir pekan menyebabkan kerusakan kecil dan tidak menimbulkan korban luka,” kata Starmer.
Starmer kemudian mengizinkan AS memakai dua pangkalan Inggris, yaitu RAF Fairford di Gloucestershire, Inggris barat, dan pangkalan gabungan Inggris–AS di Diego Garcia, Kepulauan Chagos, di Samudra Hindia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/1259f3c95faf4250786a5311da8d7327-wires_photo_2_.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/04/fc3f83628492fee315c744e495989980-wires_photo_1_.jpg)
Akan tetapi, penggunaannya tetap terbatas, yaitu hanya untuk serangan defensif guna melemahkan kemampuan Teheran. Kedua pangkalan itu hanya diizinkan untuk menarget lokasi rudal balistik Iran dan tempat penyimpanannya, bukan lokasi lain. Starmer juga menekankan pangkalan Akrotiri di Siprus tidak digunakan oleh pengebom AS.
Sebelumnya, serangan AS-Israel ke Iran tak hanya menyasar fasilitas militer. Lokasi-lokasi publik juga dibom, bahkan sekolah putri yang menewaskan sekitar 165 anak-anak.
Di Inggris, keputusan Starmer menuai kritik dari berbagai arah. Kelompok oposisi kiri mendesaknya mengecam aksi militer tersebut. Adapun pemimpin oposisi kanan Kemi Badenoch dan Nigel Farage menyerang Starmer karena dinilai tidak membela sekutu utama Inggris di bidang keamanan dan intelijen.
Di tengah beragam tekanan itu, Starmer lebih mendengarkan suara publik Inggris mengenai serangan ke Iran. Jajak pendapat YouGov yang dipublikasikan Selasa menunjukkan publik Inggris cenderung menolak serangan AS ke Iran. Sebanyak 49 persen menentang dan hanya 28 persen publik Inggris mendukung.
”Presiden Trump menyatakan ketidaksetujuannya atas keputusan kami untuk tidak terlibat dalam serangan awal, tetapi adalah tugas saya menilai apa yang menjadi kepentingan nasional Inggris,” kata Starmer di Parlemen Inggris, Senin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/01/d42c2b7645048efaf65f6b1b40517bfb-AP26059675394717.jpg)
Starmer juga menegaskan Inggris belajar dari Irak. ”Kita semua ingat kesalahan di Irak, dan kita sudah belajar dari pelajaran itu,” kata Starmer.
Menteri senior Inggris Darren Jones menjelaskan, dalam perang Irak 2003, London bergabung dengan aksi militer AS untuk menggulingkan Saddam Hussein. Serangan AS itu didasari klaim bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal. Klaim itu selanjutnya terbukti palsu.
Menurut Jones, setelah Baghdad, Inggris hanya akan terlibat dalam aksi militer jika ada dasar hukum dan rencana yang jelas yang sejalan dengan kepentingan nasional Inggris.
”Salah satu pelajaran dari Irak adalah lebih baik selaras dengan mitra-mitra internasional saat terlibat dalam situasi seperti ini, dan seperti yang saya katakan, dengan dasar hukum yang jelas dalam rencana tersebut. Itulah sebabnya, kami tidak terlibat dalam serangan awal di Iran,” kata Jones.
Kita semua ingat kesalahan Irak, dan kita sudah belajar dari pelajaran itu. (Keir Starmer)
Pada Selasa, Starmer mengumumkan pengiriman helikopter berkemampuan antipesawat nirawak dan kapal perang HMS Dragon untuk memperkuat pertahanan Siprus. Langkah ini sebagai bagian dari operasi defensif. ”Inggris sepenuhnya berkomitmen pada keamanan Siprus dan personel militer Inggris yang ditempatkan di sana,” tulis Starmer di X.
Selain itu, sebagaimana dikemukakan pejabat tinggi di Kementerian Luar Negeri Inggris, Stephen Doughty, London menolak anggapan hubungan khusus AS-Inggris sedang di ujung tanduk. ”Hubungan kami dengan Amerika Serikat kuat. Hubungan itu telah bertahan, terus bertahan, dan akan bertahan di masa depan, baik di bidang ekonomi maupun keamanan,” katanya pada Selasa di parlemen Inggris, House of Commons.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/03/03/0a535f10-b14f-48c0-b408-40d404b00a15.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/17/36a31dc4c4a093dfcca783ddf64aec39-20260217_ADI_Rudal_Iran_mumed.png)
Selain kepada Inggris, kegusaran Trump juga mengarah kepada Spanyol karena menolak memberi akses pangkalan. Senin lalu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menolak mengizinkan pangkalan Rota dan Moron dipakai untuk misi AS menyerang Iran. Penolakan itu membuat AS memindahkan 15 pesawat, termasuk tanker pengisian bahan bakar, dari dua pangkalan tersebut.
”Spanyol itu buruk sekali. Kami akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak mau ada urusan apa pun dengan Spanyol,” kata Trump menanggapi penolakan Sanchez.
Trump pun kembali menekan Spanyol soal belanja pertahanan NATO 5 persen pendapatan domestik bruto (PDB).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/03/02/a6cbf40f-e7f1-4243-aa63-1f93a9445ef0_jpg.jpg)
Pemerintah Spanyol merespons dengan menyatakan AS harus mempertimbangkan otonomi bisnis swasta, hukum internasional, dan perjanjian dagang AS-Uni Eropa. Madrid mengatakan memiliki sumber daya untuk meredam dampak embargo dan mendukung sektor terdampak, tetapi akan terus mendorong perdagangan bebas dan kerja sama ekonomi.
Trump tidak bisa menghukum Spanyol secara sepihak lewat embargo perdagangan. Merz menegaskan kepada Trump bahwa Spanyol adalah anggota Uni Eropa sehingga urusan tarif dengan AS harus dinegosiasikan bersama UE, bukan dipukul secara sepihak. ”Tidak ada cara untuk memperlakukan Spanyol secara khusus dengan buruk,” kata Merz.
(AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Nur Adji