”Exit” dari Tragedi Brexit

Kemacetan panjang di jalan tol tak lagi menjadi momok bagi pemudik.

29 Mar 2025 08:48 WIB · Nusantara

Oleh Emanuel Edi Saputra

Kata ”macet” mungkin makin sulit ditemukan dari kamus pemudik yang melintas di jalan tol. Dalam beberapa tahun terakhir, kemacetan yang identik dengan mudik Lebaran sudah sangat jarang dirasakan. Bahkan arus lalu lintas di puncak mudik Lebaran sering kali lancar.

Tak terkecuali saat arus mudik Lebaran 2025 kali ini. Rekayasa lalu lintas berupa one way atau satu arah dari Gerbang Tol Cikarang Utama hingga GT Kalikangkung sepanjang 344 kilometer membuat arus lalu lintas lancar.

Apalagi, ruas tol Trans-Jawa sudah tersambung dari Merak hingga ke Pasuruan. Bahkan, kini pemudik tak harus berhenti di banyak gerbang tol untuk sekadar membayar tarif tol. Pembayaran hanya dilakukan saat pemudik keluar dari tol melalui sistem elektronik.

Logo Liputan Lebaran 2025

Kelancaran arus mudik salah satunya dirasakan Khusniyati (25), pemudik dari Jakarta menuju Batang, Jawa Tengah. Saat melintasi Palimanan, Jumat (28/3/2035) siang, arus lalu lintas cenderung lancar. Kendati terdapat antrean akibat kendaraan mogok, secara umum relatif lancar.

Hal itu, menurutnya, berbeda ketika mudik Lebaran tahun lalu. ”Tahun lalu mudik dari Jakarta ke Batang memerlukan waktu 6-7 jam. Untuk tahun ini kami bisa tiba di Batang sekitar 4,5 jam. Rekayasa lalu lintas oleh petugas juga, menurut saya, cukup membantu kelancaran mudik,” kata Khusniyati.

Panji Sukma Nugraha (32), warga lainnya, juga mudik menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta menuju Bojonegoro, Jawa Timur, pada Kamis (27/3/2025). Selama di perjalanan, Panji beberapa kali berhenti di area peristirahatan sehingga waktu tempuhnya sekitar 18 jam.  

Secara umum dia melihat Tol Trans-Jawa yang sudah tersambung membuat arus kendaraan lebih cepat terurai. Area peristirahatan juga, menurutnya, sudah kian bertambah. Kendati penataan alur kendaraan masuk dan keluar di area peristirahatan masih perlu dibenahi.

”Selain itu, saat rekayasa lalu lintas, petugas perlu juga mempertimbangkan keseimbangan volume antara kendaraan menuju Jawa Timur dan Jakarta. Jangan sampai kendaraan lebih banyak menumpuk di salah satu arah saja,” tuturnya.    

Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di pintu keluar tol Brebes Timur, Jawa Tengah, Sabtu (2/7/2016). Kemacetan panjang di jalan tol terjadi dari Pejagan menuju Brebes Timur sepanjang lebih dari 18 kilometer pada puncak arus mudik. Kompas/Lucky Pransiska (UKI) 02-07-2016 *** Local Caption *** Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di pintu keluar tol Brebes Timur, Jawa Tengah, Sabtu (2/7). Kemacetan panjang di jalan tol terjadi dari Pejagan menuju Brebes Timur sepanjang lebih dari 18 kilometer pada puncak arus mudik. Kompas/Lucky Pransiska (UKI) 02-07-2016

Sekitar sembilan tahun lalu, kemacetan parah pernah terjadi saat mudik Lebaran di jalur tersebut, tepatnya pada 2016. Saat itu, Tol Trans-Jawa belum terhubung hingga ke Jawa Timur. Selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (1-3/7/2026), wilayah Brebes dan Tegal, Jawa Tengah, menjadi titik paling melelahkan bagi para pemudik kala itu.  

Arus kendaraan terkunci berjam-jam karena membeludaknya jumlah kendaraan dan penyempitan ruas jalan. Masyarakat kerap menyebut kemacetan di kawasan Brebes kala itu dengan sebutan ”Brexit” atau Brebes Exit.

Kendaraan di jalur pantai utara Tegal saat itu sama sekali tidak bisa bergerak hampir enam jam. Sementara di dalam tol, kendaraan mengantre sangat panjang untuk keluar melalui Gerbang Tol Brebes Timur, Brebes Barat, dan Pejagan. Antrean kendaraan menjelang Gerbang Tol Brebes Timur mencapai 13 kilometer, dari Kilometer 269 hingga Kilometer 256, bahkan antrean pernah mencapai 33 kilometer.

Pemudik dari Jakarta menuju Solo saat itu membutuhkan waktu 12 jam dari Cirebon hingga Brebes yang berjarak 22 kilometer. Padahal, normalnya hanya 1,5 jam.

Pemudik terjebak ditengah kemacetan jalan tol Brebes Timur, Jawa Tengah, Sabtu (2/7/2016). Kemacetan panjang terjadi lebih dari 18 kilometer dari Pejagan menuju Brebes Timur pada puncak arus mudik. Kompas/Lucky Pransiska (UKI) 02-07-2016

Pengamat transportasi Deddy Herlambang menilai kemacetan panjang di Brexit pada 2016 terjadi karena Tol Trans-Jawa belum tersambung. Saat kendaraan keluar di Tol Brebes, terjadi panyempitan. Di sisi lain, Kota Brebes sendiri masih belum siap menampung luapan kendaraan kala itu.

Seiring waktu, Tol Trans-Jawa beroperasi secara fungsional hingga Semarang, Jawa Tengah. Lalu, sekitar 2018 Tol Trans-Jawa tersambung hingga ke Surabaya, Jawa Timur, sehingga arus kendaraan relatif tidak terjadi hambatan seperti 2016.

”Harusnya sekarang lebih lancar. Evaluasi mudik juga dilakukan setiap tahun,” ujar Deddy.  

Apalagi ada pemberlakuan rekayasa lalu lintas di jalan tol ketika kendaraan yang melintas sudah mencapai jumlah tertentu. Rekayasa lalu lintas itu, misalnya, dengan memberlakukan sistem lawan arah (contraflow) dan satu arah (one way).

Operator jalan tol juga tahun ini ada yang memberlakukan ketentuan bahwa pemudik yang tidak bisa singgah di area peristirahatan (rest area) bisa keluar tol beberapa saat untuk beristirahat. Setelah itu, pemudik diperbolehkan masuk lagi tanpa terkena tambahan tarif tol.

Kementerian Perhubungan bahkan mengklaim, waktu tempuh rata-rata perjalanan dari Jakarta ke Semarang saat puncak arus mudik Lebaran 2025 adalah 5 jam 21 menit. Waktu tempuh ini lebih cepat 42 menit atau 11,8 persen dibandingkan saat Lebaran 2024 yang mencapai 6 jam 3 menit.

Lalu, berapa lamakah perjalanan mudik Lebaran Anda tahun ini?


Kerabat Kerja

Penulis:

Emanuel Edi Saputra
 | 

Editor:

Iqbal Basyari
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari