Kapolri: Puncak Arus Mudik Kemungkinan Terjadi Jumat Malam

Sistem ”one way” atau satu arah di Km 70 hingga Km 414 dimulai pada Jumat (28/3/2025) pukul 09.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.

28 Mar 2025 14:56 WIB · Nusantara

Oleh Nikolaus Harbowo

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah dan kepolisian belum dapat memastikan sampai kapan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way nasional akan diberlakukan karena semua tergantung tingkat kemacetan di Tol Trans-Jawa. Ada kemungkinan puncak arus mudik yang ditandai dengan peningkatan volume kendaraan diperkirakan akan terjadi pada Jumat (28/3/2025) malam.

”Kami belum bisa memprediksi apakah sudah melampaui puncak arus mudik atau tidak; sehingga kami minta (seluruh pihak) mempersiapkan bahwa ada kemungkinan puncak arus mudik bisa terjdi nanti (Jumat) malam atau menjelang pagi,” ujar Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo di Karawang, Jawa Barat, seperti ditayangkan di Kompas TV.

Logo Liputan Lebaran 2025

Menurut dia, peningkatan volume kendaraan sudah terjadi sejak Kamis (27/3/2025) malam. Rekayasa lalu lintas berupa one way atau satu arah bahkan diberlakukan mulai Kilometer 70 hingga Km 263.

”Saat terjadi kemacetan dan volume kendaraan sudah melebihi kapasitas, kami mengambil alternatif terakhir berupa one way,” tuturnya.

Adapun rekayasa lalu lintas satu arah secara nasional telah diberlakukan di Kilometer 70 Tol Cikampek Utama hingga Km 414 Tol Kalikangkung. Satu arah dimulai pada Jumat (28/3/2025) pukul 09.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, rekayasa one way nasional ini dilakukan dengan mempertimbangkan parameter kepadatan jalan di Tol Cikampek. Parameternya adalah kepadatan lalu lintas telah mencapai 8.500 kendaraan per jam.

”Dengan jumlah kendaraan yang sudah 8.500 per jam, kami bisa menyampaikan bahwa hari ini adalah puncak dari mudik. Dan, sepertinya parameter yang telah ditetapkan oleh kepolisian ataupun Jasa Marga sudah terlewati sehingga memudian diterapkan rekayasa one way nasional,” ujar Dudy.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam rapat koordinasi persiapan angkutan Lebaran 2025 di Jakarta, Rabu (5/2/2025).

Pemberlakuan one way nasional ini akan dilakukan selama masih dibutuhkan, sesuai dengan parameter kepadatan kendaraan. Parameter ini ditetapkan oleh Jasa Marga dan Polri. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan terus berkoordinasi dengan Jasa Marga dan Polri.

”Jadi, sepanjang parameter itu masih memungkinkan untuk dilakukan one way nasional, akan tetap diberlakukan. Namun, kalau memang sudah tidak memenuhi, tentunya one way nasional akan diberhentikan,” tutur Dudy.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini kondisi arus lalu lintas memang padat, tetapi masih aman terkendali. Berdasarkan data Jasa Marga, hingga Jumat (28/3/2025) pagi, jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta sudah mencapai 1,2 juta.

Jasa Marga memprediksikan total jumlah kendaraan yang akan keluar dari Jakarta hingga H+2 Lebaran adalah 2,1 juta. Artinya, per Jumat pagi ini, sebanyak 60 persen dari total prediksi pemudik keluar Jakarta sudah terealisasi dan sekitar 40 persen sisanya akan tersebar dalam beberapa hari.

Foto udara kendaraan melintas di Jalan Tol Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ), Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/3/2025). Jasa Marga memberlakukan buka tutup di Jalan Tol Layang MBZ arah Cikampek imbas adanya kepadatan pada H-3. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/wpa.

Dudy meyakini rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan akan cukup untuk menangani jumlah kendaraan yang memadati tol. Namun, agar arus lalu lintas bisa terus terkendali, perlu juga dibarengi dengan kesiapan petugas, baik dari pihak kepolisian maupun Jasa Marga.

”Personel jaga sudah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, baik di lajur one way nasional ini maupun di jalan arteri. Kesiapan jalan arteri juga sama. Baik kepolisian maupun Jasa Marga sudah menempatkan personelnya di jalan arteri untuk membuat jalan arteri tetap lancar,” ucap Dudy.

Ia mengimbau agar masyarakat berkendara dengan hati-hati dan mengikuti aturan lalu lintas yang berlaku. Masyarakat juga bisa mengakses berbagai informasi lalu lintas pada kanal-kanal resmi pemerintah.

Sejumlah mobil terlibat kecelakaan saat melintas di jalur one way Kilometer 98 Tol Cipali, Jumat (28/3/2025). Arus lalu lintas sempat tersendat.

Berdasarkan pantauan Kompas melalui kamera pemantau (CCTV) yang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol, arus lalu lintas Tol Trans-Jawa terpantau ramai lancar. Tidak ada kemacetan di sepanjang Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) ataupun Tol Palimanan-Kanci.

Namun, sempat terjadi insiden kecelakaan di jalur one way Km 98 Tol Cipali pada pukul 13.00 WIB. Dari video dan foto yang didapat Kompas, kecelakaan melibatkan dua mobil sedan. Bumper bagian depan kedua mobil terlihat rusak parah. Belum diketahui dampak korban jiwa dari insiden ini. Arus lalu lintas sempat tersendat, tetapi saat ini sudah normal kembali.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nikolaus Harbowo
 | 

Editor:

Iqbal Basyari
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra