Indonesia menempatkan dua wakil pada semifinal turnamen bulu tangkis China Terbuka. Mereka adalah Jafar/Felisha dan Fajar/Fikri.
25 Jul 2025 21:38 WIB · Olahraga
CHANGZHOU, JUMAT – Di tengah stagnannya prestasi bulu tangkis Indonesia pada level top dunia, dua wakil yang akan tampil pada semifinal China Terbuka menjadi hasil yang baik. Hal ini terjadi setelah tak ada satu pun atlet Indonesia yang melewati perempat final turnamen sebelumnya, Jepang Terbuka.
Tiket semifinal itu diperoleh pemain ganda, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (ganda putra) dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu (ganda campuran). Mereka menyingkirkan pemain unggulan pada perempat final yang berlangsung di Changzhou Olympics Sports Centre, Jumat (25/7/2025).
Jafar/Felisha, yang menang atas unggulan ketiga, Tang Chun Man/Tse Ying Tsuet (Hong Kong), membuat penggemar bulu tangkis di Tanah Air bisa menyaksikan wakil Indonesia pada akhir pekan nanti. Pada 2025, momen melihat pemain Indonesia di semifinal atau final turnamen BWF World Tour langka terjadi, apalagi melihat mereka menjadi juara.
Atlet “Merah Putih” baru mendapat dua gelar juara pada turnamen level rendah, Super 300, dari Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari (Thailand Masters) dan Jafar/Felisha (Taiwan Terbuka).
Dalam level tinggi Super 1000, seperti China Terbuka, hasil terbaik atlet Indonesia adalah final Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana di All England dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani (Indonesia Terbuka).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/25/7daff615-93c1-4743-aa26-cc3b0501d1eb_jpg.jpg)
Indonesia tertinggal dari China, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Denmark, dan Perancis, di turnamen Super 1000. Pemain Korea Selatan, An Se-young dan Seo Seung-jae/Kim won-ho, bahkan menjuarai tiga ajang level tersebut yang telah berlangsung, yaitu Malaysia Terbuka, All England, dan Indonesia Terbuka.
Perjalanan Seo/Kim untuk menyapu bersih gelar juara Super 1000 tahun ini akhirnya berhenti setelah dikalahkan Fajar/Fikri pada perempat final China Terbuka dengan skor 19-21, 14-21. Momen itu menjadi kekalahan pertama Seo/Kim saat menjadi ganda putra nomor satu dunia sejak 22 Juli. Posisi tersebut didapat setelah mereka menjuarai lima turnamen dari tujuh final pada 2025, salah satunya, gelar dari Jepang Terbuka, sepekan sebelum China Terbuka.
Fajar/Fikri berduet di Jepang dan China Terbuka ketika tak bisa bermain dengan partner masing-masing. Muhammad Rian Ardianto, sebagai pasangan Fajar, absen dari turnamen karena mendampingi istrinya, Ribka Sugiarto, melahirkan anak pertama mereka. Sementara Fikri tak bisa bermain bersama Daniel Marthin karena partnernya itu mengalami cedera lutut kiri.
BSudah semifinal, tidak ada yang harus ditakutkan. Harus berani. - Felisha Alberta Nat Pasaribu-
Sejak dipastikan bermain bersama Fikri, pada Juni, Fajar bertekad tak ingin menyia-nyiakan kesempatan bertanding di Jepang dan China meski bukan bersama Rian, partner tetapnya. Hal itu dijadikan Fajar untuk menguji kemampuan bekerja sama dengan pemain lain karena selalu berpasangan bersama Rian selama 11 tahun.
Tekad itu diperlihatkan melalui performa baik dalam dua turnamen di Asia ini. Meskipun tersingkir pada perempat final di Jepang Terbuka, mereka kalah dalam laga ketat melawan pasangan nomor satu dunia saat itu, Goh Sze Fei/Nur Izuddin (Malaysia).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/25/ea8513a3-2990-48be-a76d-5bee13f817dd_jpg.jpg)
Pekan ini, Fajar/Fikri menaklukkan pemain peringkat teratas lainnya berkat permainan taktis, terutama di lapangan depan. Pada gim kedua, Fajar/Fikri mendapat sembilan poin beruntun, dari 5-3 menjadi 14-3, berkat servis Fikri yang sulit dikembalikan Seo dan Kim.
“Saya memang mengandalkan servis untuk mendapat poin. Saya pun diberi masukan oleh Aa Fajar untuk lebih jeli dan bervariasi dalam melakukan servis,” ujar Fikri.
Fikri juga menuturkan bahwa lawannya, terutama Seo, menjadi inspirasi saat bertanding. Seo adalah pemain yang bisa berprestasi dengan siapapun pasangannya, dalam ganda putra dan campuran.
“Seo dipasangkan dengan siapapun bisa bagus, bisa juara. Saya harus mencontoh hal itu. Siapapun pasangannya, saya pun harus tampil maksimal,” kata Fikri yang tiga kali mengalahkan Seo/Kim bersama partner berbeda pada tahun ini.
Selain bersama Fajar, Fikri menang atas Seo/Kim pada babak kedua Kejuaraan Asia saat bermain bersama Daniel. Bersama partner sebelumnya, Bagas Maulana, Fikri juga menang atas Seo/Kim pada kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/10/22/3a7d05d3-67b4-41bc-97b7-3a566f27c88d_jpg.jpg)
Meski demikian, Fajar/Fikri memiliki kelemahan yang harus diperbaiki saat melawan wakil tuan rumah, Liang Wei Keng/Wang Chang, di semifinal, Sabtu. Mereka kehilangan fokus saat mendapat match point di perempat final hingga lawan bisa menambah poin dari skor 20-10 menjadi 20-14. Selain itu, Liang/Wang mempunyai faktor lain yang bisa menguntungkan mereka, yaitu dukungan dari penonton.
Jafar/Felisha juga akan berhadapan dengan wakil tuan rumah yang menjadi unggulan kedua, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, di semifinal. Jafar/Felisha bahkan menjadi satu-satunya semifinalis ganda campuran dari luar China karena semifnal lainnya mempertemukan sesama pemain tuan rumah, yaitu Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping dan Guo Xin Wa/Chen Fang Hui.
Semifinal sesama China ini terjadi, salah satunya, karena kemenangan Feng/Huang atas wakil Indonesia lainnya, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja 21-14, 21-11.
Laga melawan Jiang/Wei menjadi pertandingan level tertinggi yang akan dijalani Jafar/Felisha. Laga ini menjadi semifinal pertama mereka dalam turnamen Super 1000. Felisha mengatakan, perjalanan di China Terbuka memperlihatkan apa yang diperjuangkan selama proses latihan.
Meski demikian, atlet berusia 19 tahun yang selalu mengekspresikan diri dengan berteriak setiap mendapat poin itu sadar bahwa perjalanan belum berakhir. “Bertemu unggulan kedua di semifinal, kami harus bermain tanpa beban, tetapi tetap optimistis. Sudah semifinal, tidak ada yang harus ditakutkan. Harus berani,” kata Felisha.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/25/813577eb-b307-46b9-a18b-853291a785d1_jpg.jpg)
Sementara langkah Gregoria Mariska Tunjung dihentikan Han Yue pada pertandingan yang berakhir dengan skor 19-21, 18-21. China Terbuka menjadi turnamen kedua bagi Gregoria, selain Jepang Terbuka, ketika kembali ke kompetisi. Dia beristirahat selama tiga bulan karena mengalami vertigo.
Usai menyelesaikan pertandingan melawan Han, Gregoria tak langsung meninggalkan lapangan. Dia duduk sambil menanti kedatangan referee turnamen bersama tim medis yang mendapat penjelasan dari Gregoria dengan dibantu Han untuk menjelaskannya.
Imam Tohari, pelatih tunggal putri pelatnas Indonesia, menjelaskan, Gregoria merasa sedikit pusing pada akhir pertandingan, tetapi kondisinya semakin stabil. Imam melihat perkembangan positif dari penampilan Gregoria selama di Jepang dan China, terutama dalam membangkitkan kembali semangat berkompetisi.
“Tetapi, dia terlalu banyak membuat kesalahan. Selain itu, saya harus meningkatkan kelincahan dan daya tahan fisiknya untuk Kejuaraan Dunia,” kata Imam.
Dari Kejuaraan Asia Yunior di GOR Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, pemain Indonesia, Rinjani Kwinara Nastine, akan tampil dalam semifinal di ganda campuran dan putri. Atlet berusia 18 tahun itu mendapat tiket semifinal ganda campuran lebih dulu bersama Ikshan Lintang Pramudya setelah mengalahkan Loh Zheng/Noraqilah Maisarah (Malaysia) 21-18, 21-12 di perempat final.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/25/35a36709-559d-4655-9765-296468244609_jpg.jpg)
Setelah itu, dalam duet bersama Riska Anggraini, Rinjani menyingkirkan unggulan teratas ganda putri asal Thailand, Kodchaporn Chaichana/Pannawee Polyiam, 13-21, 21-10, 21-9. Di semifinal, mereka akan berjumpa pemain Thailand lainnya, Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan.
“Tentu senang bisa masuk semifinal di dua nomor. Target tentu ingin juara, tetapi tidak boleh berpikir berlebihan, tetap harus menjaga fokus. Saya juga harus menjaga pola pikir dan fisik. Memang sedikit capai, tetapi itu bukan kendala,” ujar Rinjani.
Rinjani memiliki bekal yang baik untuk mewujudkan targetnya tersebut. Dia menjadi bagian dari tim Indonesia saat menjadi juara dunia yunior beregu pada 2024. Pada ajang yang sama pula, Rinjani dan parternya Isyana Syahira Meida mencapai semifinal pada kategori perorangan di ganda putri.
Meski demikian, Rinjani memandang perjalanannya pada Kejuaraan Asia ini selangkah demi selangkah. Evaluasi, termasuk komunikasi dengan pasangan di ganda putri dan campuran, terus dilakukan menghadapi setiap pertandingan.
Selain Rinjani, semifinalis tunggal putra Kejuaraan Dunia Yunior 2024, Mohammad Zaki Ubaidillah, menjaga asa untuk menjadi juara Asia. Unggulan teratas ini meneruskan langkah ke semifinal setelah mengalahkan peman China, Gao Bo Xiao (China), 18-21, 21-11, 21-10.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/21/da6b31f8167a31d6f1fe77eb08802a35-WhatsApp_Image_2025_07_21_at_16.36.06.jpeg)
Tantangan berikutnya bagi Zaki datang dari sesama pemain Indonesia, Fardhan Rainanda Joe, yang menang atas pemain China lainnya, Ji Ning Xu, 21-17, 21-14.
Semifinal tunggal putra menghadirkan tiga pemain Indonesia dengan kemenangan yang didapat unggulan kedua, Richie Duta Ricardo, atas Luo Jing Yu (China) 21-13, 21-17. Richie bisa menciptakan final sesama pemain Indonesia jika bisa mengalahkan Liu Yang Ming Yu di semifinal.
Secara keseluruhan, tuan rumah menempatkan lima wakil pada semifinal yang akan berlagsung Sabtu. Namun, tak ada wakil Indonesia pada nomor tunggal putri dan ganda putra. Tunggal putri unggulan kelima, Thalita Ramadhani Wiryawan, kalah dari unggulan kedua, Tanvi Sharma (India), 19-21, 14-21.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase