SINGAPURA TERBUKA

Fajar/Fikri Terjegal Lagi di Final

Fajar/Fikri menjadi harapan terakhir Indonesia untuk mendapat gelar juara dari turnamen bulu tangkis Singapura Terbuka. Namun, mereka dikalahkan Shetty/Rankireddy.

31 Mei 2026 20:23 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

SINGAPURA, MINGGU — Untuk kelima kalinya sejak berpasangan pada Juli 2025, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dijegal lawan di final. Kali ini, mereka kalah dari Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy dalam final ganda putra turnamen bulu tangkis Singapura Terbuka.

Kekalahan itu terjadi di Singapore Indoor Stadium, Minggu (31/5/2026), pada hari turnamen berlevel BWF World Tour Super 750 tersebut. Fajar/Fikri kalah dengan skor 21-18, 17-21, 16-21.

Berbeda dengan penampilan ketika berhadapan dengan Liang Wei Keng/Wang Chang (China) di semifinal, kali ini, Fajar/Fikri kesulitan untuk keluar dari tekanan lawan. Setelah memenangi gim pertama, mereka selalu tertekan pada gim berikutnya. Apalagi, Shetty/Rankireddy punya serangan yang lebih kuat melalui smes. Sedikit saja pukulan Fajar/Fikri melambung, lawan mendapat poin hanya melalui satu atau dua kali smes.

Ganda putra nomor satu Indonesia itu masih bisa mengantisipasi pola itu dengan beradu pukulan drive pada gim pertama. Akan tetapi, mereka kesulitan menerapkan cara yang sama pada gim kedua dan ketiga.

Fajar Alfian bertahan dari serangan lawan pada final ganda putra turnamen Singapura Terbuka. Di Singapore Indoor Stadium, Minggu (31/5/2026), Fajar/Muhammad Shohibul Fikri kalah dari Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy (India).

Dikatakan Fikri, itu terjadi karena Shetty/Rankireddy mempercepat tempo pukulan pada servis dan pengembalian servis. Pertahanan pun lebih rapat sehingga Fajar/Fikri dengan terpaksa harus sering melambungkan pukulan yang membuka peluang lawan mendapat poin.

”Kami sudah main maksimal, tetapi harus diakui, lawan bermain sangat baik. Mereka sangat percaya diri dan mempunyai serangan yang sangat mematikan. Beberapa kali kami terpaksa mengangkat bola yang langsung bisa dimanfaatkan. Mereka tampil sangat baik di turnamen ini,” jelas Fajar yang kalah untuk ketiga kalinya di final Singapura Terbuka setelah 2022 dan 2024 saat berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto.

Fajar menyebut indikator lain penampilan baik Shetty/Rankireddy, yaitu ketika mengalahkan ganda putra nomor satu dunia, Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan), di semifinal. Shetty/Rankireddy menang dalam dua gim.

Muhammad Shohibul Fikri mengembalikan pukulan lawan pada final ganda putra turnamen Singapura Terbuka. Di Singapore Indoor Stadium, Minggu (31/5/2026), Fajar Alfian/Fikri kalah dari Chirag Shetty/Satwiksairaj Rankireddy (India).

Kekalahan di Singapura Terbuka menjadi kekalahan kelima Fajar/Fikri di final sejak mereka berpasangan pada Juli 2025. Kim/Seo menjadi pasangan yang dua kali mengalahkan mereka, yaitu di final Korea Terbuka dan Perancis Terbuka. Pada 2025 pula, mereka kalah dari rekan latihan, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, di final Australia Terbuka. Adapun final Singapura Terbuka menjadi final pertama Fajar/Fikri pada 2026.

”Kami mencoba belajar. Di samping latihan yang keras, kami juga harus mengasah mental dalam situasi sulit. Kami harus bisa memecahkan masalah ini. Sudah lima kali tampil di final, tapi selalu menjadi runner-up. Kami akan komunikasi dengan pelatih dan tim pendukung lainnya. Semoga kami bisa juara di lain kesempatan,” kata Fajar.

Kesempatan terdekat ada pada turnamen Indonesia Terbuka di Istora, Jakarta, 2-7 Juni. Ini adalah dengan level lebih tinggi dibandingkan Singapura Terbuka, yaitu Super 1000.

”Setelah ini, semoga kami terus konsisten di tahun ini. Kami memiliki banyak target di tahun ini, salah satu yang terdekat adalah Indonesia Terbuka, minggu depan. Kami ingin menampilkan yang terbaik di sana, di hadapan publik sendiri di Istora Senayan. Kami berharap bisa all out,” tutur Fajar.

An Se-young merayakan kemenangan di final tunggal putri Singapura Terbuka. Dia mengalahkan Akane Yamaguchi pada pertandingan di Singapore Indoor Stadium, Minggu (31/5/2026).

Berdasarkan undian, yang akan ditinjau kembali berdasarkan keikutsertaan peserta pada pertemuan manajer di Jakarta, Senin, Fajar/Fikri akan menghadapi tantangan berat sejak babak pertama. Pasangan yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga itu akan berhadapan dengan pasangan China ranking kesepuluh dunia, Chen Bo Yang/Liu Yi (China), pada babak pertama. Fajar/Fikri menang pada pertemuan sebelumnya di Kejuaraan Asia, April.

Ketika Fajar/Fikri lebih sering kalah di final, tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, menambah panjang daftar gelar juara. An meraih gelar BWF World Tour untuk ke-37 kali dan yang ketiga pada 2026. Di final, An mengalahkan salah satu rival beratnya, Akane Yamaguchi, dengan skor 21-11, 17-21, 21-19.

Final selama 1 jam 5 menit itu diwarnai drama ketika Yamaguchi memenangi gim kedua setelah tertinggal 12-15. Adapun An memenangi gim penentuan dengan merebut lima poin terakhir sejak tertinggal 16-19. An meraih gelar ketiga dari empat final pada tahun ini setelah Malaysia dan India Terbuka.

Alex Lanier (Perancis) memenangi final tunggal putra turnamen Singapura Terbuka di Singapore Indoor Stadium, Minggu (31/5/2026). Lanier mengalahkan Loh Kean Yew (Singapura).

”Saya dibantu pelatih dan tim saya untuk memulihkan kondisi setelah semifinal kemarin. Terima kasih atas bantuan mereka dan penonton di sini,” kata An di depan penonton di stadion.

Pada tunggal putra, Alex Lanier menjadi juara setelah mengalahkan wakil tuan rumah, Loh Kean Yew, 17-21, 21-15, 21-14. Lanier adalah atlet Perancis yang menghentikan langkah atlet Indonesia, Alwi Farhan, di final.

Dua gelar lain didapat pemain dari negara berbeda, yaitu Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China/ganda putri) dan Mathias Christiansen/Alexandra Boeje (Denmark/ganda campuran).


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto