Fernanda Torres, Aktor Kebanggaan Brasil

Fernanda Torres mengungguli nama-nama besar dan menang sebagai aktor perempuan terbaik di Golden Globes. Ia adalah aktor Brasil pertama yang menerima piala itu.

09 Jan 2025 19:30 WIB · Tokoh

Oleh Sekar Gandhawangi

Setelah puluhan tahun berakting, nama Fernanda Torres (59) akhirnya mendapat pengakuan dunia seusai berlaga di film I’m Still Here (2024). Aktingnya dipuji hingga akhirnya diganjar piala Golden Globe. Ia adalah aktor Brasil pertama yang memenangi piala tersebut.

Fernanda Torres terkesiap saat namanya disebut aktris Viola Davis dari atas panggung. Namanya resmi diumumkan sebagai pemenang piala Golden Globe di kategori Best Performance by a Female Actor in a Motion Picture-Drama, Minggu (5/1/2025), di Beverly Hills, California, Amerika Serikat. Golden Globes adalah ajang penghargaan film dan televisi global. Ini adalah perhelatan Golden Globes ke-82.

Torres tidak langsung bereaksi. Satu alisnya sempat terangkat sedikit. Sejurus kemudian, wajahnya merekah dengan campuran ekspresi senang dan kaget. Torres betul-betul tidak menyangka bakal menang. Bisa masuk nominasi saja dia sudah senang betul, apalagi menang!

Quote

Saya tidak menyiapkan apa pun karena saya sudah senang.

Di kategori yang diduduki Torres ada sejumlah aktor kenamaan Hollywood yang turut menjadi nomine. Mereka adalah Nicole Kidman, Kate Winslet, Tilda Swinton, Angelina Jolie, dan Pamela Anderson. Adapun ini pertama kalinya Torres menjadi nomine di Golden Globes.

”Saya tidak menyiapkan apa pun karena saya sudah senang,” kata Torres yang mengenakan gaun hitam panjang.

Brazilian actress Fernanda Torres poses with the Best Performance by a Female Actor in a Motion Picture – Drama award for "I'm Still Here" in the press room during the 82nd annual Golden Globe Awards at the Beverly Hilton hotel in Beverly Hills, California, on January 5, 2025. (Photo by Robyn Beck / AFP)

Sebelumnya di karpet merah, Torres menyebut bahwa dirinya adalah aktor Brasil kedua yang jadi nomine Golden Globes. Aktor Brasil pertama yang jadi nomine adalah ibunya.

Kemenangan Torres ini disambut hangat. Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva turut mengapresiasi Torres melalui unggahan di akun X. Katanya, film yang Torres perankan ini adalah pengingat sejarah, karya seni, memori, dan resiliensi.

”Ini adalah bukti bahwa seni dapat bertahan di kehidupan, bahkan di masa-masa sulit,” tutur Torres.

Kisah nyata

Adapun I’m Still Here mencuplik kisah hidup Eunice Paiva (diperankan Torres) yang semula hidup nyaman sebagai ibu rumah tangga. Hidupnya berubah drastis saat sang suami yang juga politisi, Rubens Paiva (Selton Mello), ”dijemput” dan tidak pernah kembali lagi. Kehidupan keluarga Paiva berubah menjadi mencekam.

I’m Still Here diadaptasi dari kisah nyata keluarga Paiva. Anak Rubens Paiva, Marcelo Rubens Paiva, menulis kisah keluarganya ke buku berjudul Ainda Estou Aqui yang jika diterjemahkan adalah Saya Masih di Sini. Rubens Paiva lantas diketahui disiksa dan dibunuh, tetapi pembunuhannya baru diakui 25 tahun kemudian.

Kengerian yang dialami keluarga Paiva berlangsung pada 1971. Itu adalah masa ketika diktator militer berkuasa di Brasil pada 1964-1985. Sejumlah kejahatan terhadap hak asasi manusia terjadi pada periode itu.

Quote

Menurut Laporan Komisi Kebenaran di Brasil, sedikitnya 434 orang tewas atau hilang di masa diktator tersebut. Diperkirakan jumlah korbannya melampaui angka itu.

Menurut Laporan Komisi Kebenaran di Brasil, sedikitnya 434 orang tewas atau hilang di masa diktator tersebut. Diperkirakan jumlah korbannya melampaui angka itu. Laporan itu juga menyebut sejumlah kejahatan yang dilakukan ke korban, yakni penyiksaan, penghilangan paksa, pembunuhan, dan pemerkosaan (Kompas, 12/12/2014).

”Saya tidak tahu apakah warga Brasil menganggapnya personal. (Film) ini sesuatu yang sangat patriotik di Brasil,” ucap Torres.

Adapun I’m Still Here ditonton sekitar 2 juta orang di bioskop sejak tayang pada November 2024. Film ini juga menjadi nomine di Oscar 2025. Sementara itu, buku Ainda Estou Aqui menjadi salah satu karya dengan penjualan terbaik.

”Saya ingin mengatakan bahwa penghargaan Golden Globe ini membuat Brasil menjadi negara yang sangat bahagia. Kami benar-benar merayakannya di sana dan saya sangat bangga menjadi salah satu alasan untuk itu,” tutur Torres.

Keluarga aktor

Di tengah euforia kemenangan malam itu, Torres tak lupa menyebut ibunya di atas panggung. ”Saya ingin mendedikasikan (piala) ini untuk ibu saya. Anda mungkin tidak tahu. Dia (ibunya) ada di sini 25 tahun lalu,” katanya semringah.

Torres memang berasal dari keluarga aktor. Ibunya, Fernanda Montenegro (95), adalah aktor senior di Brasil. Sementara itu, ayahnya, mendiang Fernando Torres, adalah aktor, produser, dan sutradara. Orangtuanya kerap berlatih peran di meja makan saat Fernanda Torres kecil. Inilah yang menumbuhkan kecintaan Torres pada dunia akting.

Torres pun mulai berakting sejak usia belasan tahun. Ia terlibat di film Inocencia (1983) saat berusia 16 tahun. Ia lalu membintangi sejumlah film, seiring dengan bangkitnya sinema Brasil seusai era diktator militer tumbang.

Brazilian actress Fernanda Torres poses with the Best Performance by a Female Actor in a Motion Picture – Drama award for "I'm Still Here" in the press room during the 82nd annual Golden Globe Awards at the Beverly Hilton hotel in Beverly Hills, California, on January 5, 2025. (Photo by Robyn Beck / AFP)

Pada 1986, Torres meraih penghargaan Palme d’Or sebagai aktris terbaik pada Festival Film Cannes. Kala itu ia berperan di film Love Me Forever or Never (1986).

Quote

Di I’m Still Here, kami semua bertemu kembali—Walter (Salles), ibuku, dan saya. Ini sangat mengharukan.

Tepat 26 tahun sebelum Fernanda Torres meraih piala Golden Globe, ibunya juga menjadi jajaran nomine di Golden Globes 1999. Montenegro adalah pemeran utama di film Central Station (1998). Montenegro tidak menang kala itu, tetapi Central Station meraih piala di kategori Best Motion Picture-Non-English Language.

Central Station juga sempat menjadi nomine pada perhelatan Oscar 1999. Montenegro pun menjadi nomine, bersaing dengan nama-nama besar, seperti Gwyneth Paltrow (pemenang) dan Meryl Streep.

Film Central Station kala itu disutradarai Walter Salles. Dua dekade berselang, Salles dan Montenegro bertemu kembali di film I’m Still Here. Salles jadi sutradara, Montenegro memerankan tokoh Eunice Paiva saat tua. Adapun Torres memerankan Eunive Paiva muda.

Rupanya, ini bukan kali pertama Torres bertemu Salles. Melansir W Magazine, Torres pernah bekerja sama dengan Salles pada 1994 di film Foreign Land. Di masa itu, keduanya masih belajar cara mengarahkan film dan menulis naskah.

”Di I’m Still Here, kami semua bertemu kembali—Walter (Salles), ibuku, dan saya. Ini sangat mengharukan,” tutur Torres.

 

Fernanda Torres

Lahir: Rio de Janeiro, 15 September 1965

Penghargaan, antara lain:

-Piala Golden Globe 2025

-Palme d’Or 1986

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Sekar Gandhawangi
 | 

Editor:

Moh. Hilmi Faiq
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .