Meski menurunkan kuartet penyerang andalannya sejak awal, AC Milan tetap tidak mampu mencetak gol saat takluk dari Feyenoord.
13 Feb 2025 13:26 WIB · Olahraga
FEYENOORD, KAMIS — Meski berganti-ganti pelatih, AC Milan masih kesulitan keluar dari perangkap inkonsistensi. Setelah meraih hasil positif atas Empoli dalam lanjutan Liga Italia, performa ”Rossoneri” kembali merosot saat takluk 0-1 dari Feyenoord pada laga pertama playoff babak 16 besar Liga Champions di Stadion Feyenoord, Kamis (13/2/2025) dini hari WIB.
Konsistensi meraih hasil positif sudah menjadi suatu kemewahan di internal Milan. Kecenderungan ini sudah terlihat pada akhir masa jabatan pelatih Stefano Pioli. Walau berhasil mempersembahkan gelar juara Liga Italia hampir tiga tahun lalu, Pioli pada akhirnya terdepak karena gagal mengeluarkan Milan dari perangkap inkonsistensi.
Suksesor Pioli, Paulo Fonseca, pun setali tiga uang. Ia hanya sempat memimpin Milan dalam 24 pertandingan atau sekitar enam bulan. Sejak menggantikan Pioli, Fonseca kesulitan membantu Milan menemukan bentuk permainan terbaiknya. Dalam 24 pertandingan, Fonseca hanya meraih 12 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 6 kali kalah.
Tidak puas dengan kinerja Fonseca, jajaran direksi Milan bergerak mencari juru taktik baru. Pilihan jatuh kepada Sergio Conceicao. Namun, pelatih asal Portugal itu juga belum berhasil membawa kestabilan bagi Milan. Dalam 12 laga yang sudah dijalani, Conceicao hanya berhasil mempersembahkan 7 kemenangan, 2 hasil imbang, dan 3 kali kalah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/776cc78820fa7a8bd9c33118032e4a68-wires_photo_23_.jpg)
Conceicao sempat menerbitkan asa dengan memenangi dua laga awal sebagai ”Allenatore” Milan. Bahkan, dia membekap Juventus pada laga debutnya.
Namun, performa Milan kembali naik-turun, termasuk saat kalah dari Feyenoord. Padahal, ia sebelumnya mampu memimpin Milan meraih dua kemenangan atas AS Roma dan Empoli.
Kekalahan dari Feyenoord menjadi tanda bahwa Conceicao tampaknya perlu waktu lebih lama untuk membuktikan kemampuannya. Mantan pelatih FC Porto itu pun mengakui dirinya masih perlu bekerja keras untuk menemukan keseimbangan di Milan.
”Kita semua, mulai dari saya, harus memberikan sedikit lebih banyak, meningkatkan level, dan kemudian pertandingan akan lebih mudah. Saya memiliki skuad dengan kualitas teknis dan kami harus mendatangkan karakteristik lain yang sangat penting, jika tidak, pertandingan akan menjadi sulit,” ujar Conceicao, dikutip dari Football Italia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/6b95f29560176db7079905980248e4da-wires_photo_30_.jpg)
Conceicao pun agaknya tidak habis pikir timnya akan menelan kekalahan walau mendominasi jalannya laga. Sepanjang laga, Milan bermain lebih agresif dengan mencatatkan enam tembakan tepat sasaran. Selain itu, nilai angka harapan gol (expected goals/xG) Milan sedikit lebih unggul atas Feyenoord, yaitu 0,57 berbanding 0,50.
Untuk mendukung ide permainan ofensifnya, Conceicao sengaja menurunkan empat penyerang sekaligus sejak awal. Ia memainkan Christian Pulisic, Rafael Leao, serta dua rekrutan anyar, Joao Felix dan Santiago Gimenez. Namun, kombinasi keempat penyerang itu tidak cukup efektif.
Meski kalah dominan, Feyenoord justru mampu unggul cepat melalui sepakan keras mendatar pemain sayap asal Brasil, Igor Paixao. Gol Paixao juga terbantu berkat blunder fatal kiper Mike Maignan.
Pada laga ini, Paixao yang beroperasi di sayap kiri tampil cemerlang dengan kerap merepotkan bek kanan Milan, Kyle Walker. Pemain berusia 24 tahun itu tercatat menciptakan dua kesempatan dan melakukan tiga percobaan tendangan. Selain dari aspek menyerang, Paixao juga kerap turun ke belakang membantu pertahanan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/9762d682adc182e3cc190e5e5a6ae8f2-wires_photo_26_.jpg)
”Paixao bermain dengan sangat baik. Selamat kepadanya. Namun, kami tetap menatap ke depan dan terus maju. Ada kekecewaan di ruang ganti,” kata Walker.
Dengan hasil ini, Milan wajib membalikkan keadaan pada pertemuan kedua yang berlangsung di Stadon San Siro jika ingin lolos ke babak 16 besar. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .