Lagi, efektivitas serangan Real Madrid membuahkan hasil positif di Liga Champions. Man City dihukum akibat minimnya agresivitas untuk ”second ball”.
12 Feb 2025 09:35 WIB · Olahraga
MANCHESTER, RABU — Kedigdayaan Manchester City di kandang pada ajang Liga Champions akhirnya runtuh di tengah musim yang paling kelabu bersama Pep Guardiola. Real Madrid membenamkan ”The Citizens” dengan skor 2-3, Rabu (12/2/2025) WIB, di Stadion Etihad demi lebih dekat menuju babak 16 besar.
Sepasang gol Erling Haaland di menit ke-19 dan ke-80 sempat membuka asa City untuk membawa keunggulan menuju gim kedua di Stadion Bernabeu, pekan depan. Tetapi, keunggulan City menguap berkat dua gol telat Real yang diciptakan Brahim Diaz (86’) dan Jude Bellingham (90+2).
Sebelumnya, ”Los Blancos” sempat menyamakan kedudukan melalui sepakan melintir Kylian Mbappe di menit ke-60. Real menjadi tim pertama yang mampu menaklukkan City di ajang kontinental sejak September 2018. Tim terakhir yang mempermalukan City di Etihad adalah duta Perancis, Olympique Lyon.
Kemenangan Real dari Etihad membantu mereka lebih dekat ke babak 16 besar. Los Blancos tentu lebih percaya diri untuk menjalani gim kedua di kandang. Sebab, mereka belum pernah kalah dari City di kandang di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
Ancelotti menegaskan keberhasilan timnya membawa tiga poin dari Etihad belum berarti Real lebih berpeluang lolos ke babak berikutnya. Menurut dia, City masih memiliki potensi untuk membalas kekalahan di Bernabeu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/12/312c61d5ef96752a1f6b60c89759bef6-wires_photo_22_.jpg)
”Kami belum memastikan lolos, tetapi kami mendapatkan keuntungan kecil. Ini adalah laga yang baik untuk kami dan kami pantas senang. Sekarang kami harus mempersiapkan dengan baik laga kedua, tetapi kemenangan ini memberikan kami kepercayaan diri besar,” ujar Ancelotti dilansir Marca.
Bellingham, pencetak gol kemenangan Real, juga tidak ingin terlena dengan kemenangan di Etihad. Pemain berasal dari Inggris itu menekankan skuad Real akan tetap tampil dengan fokus tinggi di kandang.
”Ini hasil yang baik bisa membawa pulang keunggulan. Saya yakin Bernabeu akan bergemuruh. Kami bakal memberikan sajian performa yang mereka pantas saksikan lagi,” tutur Bellingham dilansir laman UEFA.
Demi pulang dengan hasil positif pertama dari kandang City, Ancelotti tetap menerapkan pola reaktif. Real tidak berusaha untuk mengimbangi keahlian City dalam penguasaan bola.
Meskipun mencatatkan 46 persen penguasaan bola, yang menjadi catatan tertinggi dalam empat lawatan terakhir ke Etihad, Los Blancos lebih mengandalkan fast break alias serangan balik cepat. Kehadiran Kylian Mbappe di musim ini kian mempertajam lini serang Real.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/12/9559b937a18217ffefca66082e410f01-wires_photo_30_.jpg)
Di menit ke-10, Mbappe sudah memberikan ancaman kepada gawang City melalui sepakan keras dalam proses serangan balik.
Dua gol terakhir Real diawali proses transisi positif kilat yang dilakukan Real. Pergerakan cair antara Mbappe dan Vinicius membuyarkan fokus pemain bertahan City di sepertiga akhir pertahanan mereka.
Meski tidak mencatatkan nama di papan skor, Vinicius memiliki andil besar untuk dua gol tersebut. Pada gol kedua Los Blancos, Vinicius melepaskan tembakan yang bisa ditepis kiper City, Ederson, kemudian Diaz memaksimalkan bola tepisan itu untuk menyamakan kedudukan.
Vinicius berperan besar untuk gol penentu kemenangan Real berkat keberhasilannya merebut bola yang mengarah kepada bek sayap kanan City, Rico Lewis. Dengan kecepatannya, Vinicius membelah pertahanan The Citizens yang diakhiri sepakan dan disempurnakan Bellingham untuk masuk ke gawang City.
Kebebasan Vinicius itu tidak lepas dari ketiadaan Kyle Walker yang telah hijrah ke AC Milan. Tak bisa dimungkiri, Walker memiliki kemampuan bertahan sekaligus kecepatan untuk meredam Vinicius.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/12/8822b0d5ee7cc3e9c34ec1e1c87adc5c-wires_photo_35_.jpg)
Real memang pantas menang. Mereka mengkreasi 20 tembakan yang delapan di antaranya tepat sasaran. Kuantitas ancaman itu dua kali lipat dari City yang hanya menghasilkan empat tembakan tepat sasaran dari 11 tembakan.
”Kami memainkan permainan yang bagus sesuai dengan ekpektasi kami. Terkadang kami kurang seimbang, tetapi dengan pengorbanan para pemain mereka mampu menunjukkan kualitas terbaik,” ucap Ancelotti.
Sementara itu, City kembali mengulangi keteledoran mereka di lini belakang yang sudah berulang kali tercipta pada musim ini. Terlepas mampu mencetak dua gol dari 1,6 expected goals (xG), pemain bertahan City gagal menjaga fokus di babak kedua.
Ketiga gol Real diawali kegagalan City memenangi duel bola kedua (second ball). Padahal, dalam beberapa musim terakhir, keunggulan perebutan bola kedua adalah senjata utama City untuk mendominasi setiap lawan.
Mbappe lolos dari penjagaan pemain City setelah Dani Ceballos memaksimalkan bola kedua dari sepakan bebasnya yang gagal demi mengirim umpan lob kepada Mbappe. Kemudian, pada gol kedua Real, lagi-lagi pemain City kurang agresif dan antisipasi untuk merebut bola kedua di kotak penalti sendiri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/12/22fa0490a914ccb12547d4fb47c1ccde-wires_photo_34_.jpg)
Dan, Lewis juga telah melakukan duel bola kedua dengan Vinicius yang mengawali gol kemenangan Real. Tak ayal, City telah kemasukan 17 gol dalam enam gim terakhir Liga Champions. Kuantitas kebobolan itu adalah yang terburuk dalam satu musim di kompetisi antarklub Eropa sejak mereka menembus final Liga Champions edisi 2020-2021.
”Setelah kami unggul, (kesalahan itu) kembali terjadi dalam banyak laga: Sporting, Brentford, dan Manchester United. Kami memberikan lawan kesempatan dalam banyak laga. Di level ini, situasi itu sangat menyulitkan,” kata Guardiola dilansir laman UEFA.
Ia menambahkan, ”Ketika kemenangan sudah di depan mata dan kami melepaskannya, itu sulit diterima. Tetapi, kami akan mencoba sebaik mungkin di laga kedua”.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko Prihananto