Penjualan tiket Piala Dunia 2026 akan kembali dibuka mulai 1 April. Lebih dari 3,5 juta tiket diharapkan terjual sebelum laga final digelar.
26 Mar 2026 17:25 WIB · Olahraga
AP Photo/Marco Ugarte
ZURICH, RABU — Para penggemar sepak bola yang belum kebagian tiket menonton secara langsung Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada boleh berlega hati dan bersiap-siap memburu tiket. FIFA akan membuka kembali penjualan tiket fase keempat atau yang terakhir mulai 1 April sampai menjelang akhir turnamen.
”Penjualan tiket ’menit terakhir’ akan tersedia untuk umum berdasarkan prinsip siapa cepat dia dapat melalui situs web penjualan tiket resmi FIFA. Penggemar dapat memilih kursi tertentu untuk berbagai pertandingan yang tersedia atau menggunakan fitur ’pesan kursi terbaik’. Ketersediaan kursi dapat berubah sewaktu-waktu karena tiket akan dirilis secara bertahap, termasuk beberapa tiket untuk pertandingan di hari yang sama,” tulis juru bicara FIFA, Rabu (25/3/2026), di situs resmi FIFA.
Pada awalnya, penjualan tiket FIFA dibuka mulai Oktober 2025 hingga 22 Februari. Penjualan tiket yang lebih awal itu dilakukan untuk mencegah penjualan tiket yang tidak sah atau tidak valid karena permintaan tiket terus tinggi. Lebih dari 1 juta tiket telah terjual pada fase penjualan tersebut.
FIFA melaporkan, rekor jumlah penonton terbanyak sepanjang masa, yaitu sebanyak 3,5 juta orang pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat akan terlampaui pada Piala Dunia 2026 kali ini. Jika pada Piala Dunia 1994 terdapat 52 pertandingan, Piala Dunia 2026 akan menggelar 104 pertandingan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/22/4efb013a988e939fdc8f61fe18b5022a-20260122YGA15.jpg)
Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan, permintaan tiket pada Piala Dunia kali ini bagaikan permintaan untuk 1.000 tahun Piala Dunia sekaligus. Oleh karena itu, Infantino yakin, rekor penjualan tiket akan terjadi pada Piala Dunia 2026 ini.
Pengumuman dari FIFA itu datang hanya sehari setelah penggemar sepak bola Eropa mengajukan keluhan resmi atas tingginya harga tiket pada Piala Dunia 2026 yang dinilai jauh lebih mahal dibandingkan dengan Piala Dunia-Piala Dunia sebelumnya. Tiket untuk laga final di Stadion MetLife di New Jersey pada 19 Juli 2026, misalnya, dijual mulai dari harga 4.185 dolar AS (Rp 70,7 juta) atau tujuh kali lipat dibandingkan dengan harga tiket termurah pada final Piala Dunia 2022 di Qatar.
Suporter Sepak Bola Eropa (Football Supporters Europe/FSE) dan organisasi hak konsumen Euroconsumers mengajukan pengaduan setebal 18 halaman pada Selasa (24/3/2026) kepada Komisi Eropa di Brussels.
”FIFA memegang monopoli atas penjualan tiket untuk Piala Dunia 2026 dan telah menggunakan kekuasaan itu untuk memaksakan persyaratan kepada penggemar yang tidak akan pernah dapat diterima di pasar yang kompetitif,” kata FSE dan Euroconsumers dalam sebuah pernyataan bersama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/02/25/931dbcf16c62bd001f4546f8317b9462-Mexico_Akron_Stadium.jpg)
Pengaduan itu menuduh FIFA terlibat dalam ”iklan umpan”, penetapan harga dinamis yang ”tidak terkendali”, ”taktik penjualan yang memaksa”, kurangnya transparansi tentang lokasi tempat duduk, dan kebijakan pengembalian dana.
”Penetapan harga dinamis mengubah loyalitas penggemar menjadi perang penawaran, menaikkan biaya tanpa nilai tambah, dan menghalangi banyak pendukung,” kata Els Bruggeman, kepala kebijakan dan penegakan hukum di Euroconsumers, kepada ESPN.
Tuduhan iklan umpan atau bait advertising, yang ilegal menurut undang-undang konsumen Uni Eropa, merujuk pada klaim FIFA pada Oktober bahwa harga tiket babak penyisihan grup dimulai dari 60 dolar AS (Rp 1,01 juta). Namun, setelah kelompok penggemar di seluruh Eropa mengeluhkan kurangnya ketersediaan dengan harga tersebut, FIFA harus merilis lebih banyak tiket dengan harga tersebut pada Desember.
”Sepak bola adalah gairah universal, tetapi FIFA memperlakukannya seperti kemewahan pribadi dengan mengeksploitasi monopoli absolutnya atas penjualan tiket Piala Dunia,” kata Marco Scialdone, kepala litigasi di Euroconsumers, seperti dilansir The Athletic.
”Kami menyerukan kepada Komisi Eropa untuk segera turun tangan dengan langkah-langkah sementara untuk menghentikan praktik eksploitatif ini sebelum turnamen 2026 dimulai,” ujar Scialdone.
Piala Dunia digelar pada 11 Juni sampai 19 Juli, dengan pertandingan berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. (AP/Reuters)
Penulis:
Emilius Caesar AlexeyEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Retma Wati