SEPAK BOLA

Pacuan 22 Tim demi Enam Tiket Terakhir Piala Dunia 2026

Dibalut kendala berbeda, Italia dan Irak berambisi akhiri penantian tampil di Piala Dunia. Italia hadapi blok mental, Irak berjuang atasi tantangan perang.

25 Mar 2026 13:03 WIB · Olahraga

AFP/YUKI IMAWARA

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

BERGAMO, RABU — Hanya menyisakan sekitar 70 hari jelang pembukaan Piala Dunia 2026, terdapat 22 tim tersisa yang akan memperebutkan enam tiket terakhir menuju babak penyisihan turnamen sepak bola terakbar tahun ini. Pertarungan penentuan itu tersebar dari sejumlah negara di Eropa hingga dua kota di Meksiko, Guadalupe, dan Zapopan.

Susunan 22 tim yang masih memiliki asa lolos ke Piala Dunia 2026 terdiri atas 16 tim zona UEFA alias Eropa, lalu enam tim yang berjuang di playoff zona interkonfederasi. Sebanyak 16 tim Eropa itu terbagi ke dalam empat jalur berbeda dari A hingga D yang terdiri dari empat tim. Mereka akan memperebutkan empat tiket.

Adapun enam tim zona interkonfederasi tersebar ke dalam dua jalur untuk memperebutkan dua tiket tersisa. Masing-masing jalur itu diikuti oleh tiga tim.

Jalur A Eropa diisi oleh Wales, Bosnia-Herzegovina, Italia, serta Irlandia Utara. Jalur B diikuti oleh Ukraina, Swedia, Polandia, dan Albania. Untuk Jalur C menyajikan persaingan Slovakia, Kosovo, Turki, dan Romania. Terakhir, Jalur D melibatkan Ceko, Irlandia, Denmark, dan Makedonia Utara.

Demi menggenggam empat jatah tersisa Eropa, sebuah tim wajib menang dua kali. Itu terdiri atas satu laga semifinal, lalu dilanjutkan kemenangan lainnya pada laga final setiap jalur.

Pemain timnas Italia Nicolo Cambiaghi (tengah) berlatih bersama rekan-rekannya di Florence, Italia, Senin (23/3/2026). Italia akan menghadapi Irlandia Utara dalam babak playoff penyisihan Piala Dunia 2026 di Stadion Arena New Balance, Bergamo, Jumat (27/3/2025) pukul 02.45 WIB.

Sorotan tajam mengarah kepada Italia. Pemilik empat trofi Piala Dunia itu sudah absen pada dua edisi terakhir, Rusia 2018 dan Qatar 2022, akibat tumbang di babak playoff. Swedia dan Makedonia Utara adalah penghancur mimpi Italia pada dua edisi playoff zona Eropa sebelumnya.

Bayang-bayang kegagalan ketiga berturut-turut tampil di Piala Dunia membayangi Italia yang dilatih Gennaro Gattuso, juara Piala Dunia 2006. ”Gli Azzurri” asuhan Gattuso tidak memiliki kualitas setara dengan penguasa dunia edisi Jerman dua dekade silam.

Nama bintang besar pun hanya pantas disematkan kepada kiper sekaligus kapten, Gianluigi Donnarumma. Sebanyak 27 pemain lainnya tidak layak disebut pemain berkaliber kelas dunia.

Lini serang, misalnya, menjadi masalah utama Gattuso. Italia saat ini tidak memiliki pemain yang berstatus bintang utama di tim-tim besar Italia, seperti Inter Milan, AC Milan, dan Juventus.

Sebagai gambaran, penyerang dengan jumlah gol terbanyak di Gli Azzurri saat ini dipegang oleh Giacomo Raspadori, Mateo Retegui, dan Moise Kean yang sama-sama menorehkan 11 gol. Raspadori bermain untuk Atalanta, Kean membela Fiorentina, dan Retegui adalah pemain timnas Italia pertama yang berkarier di Arab Saudi bersama Al-Qadsiah.

Pelatih timnas Italia Gennaro Gattuso (belakang/kanan) mengawasi latihan para pemainnya di Florence, Italia, Senin (23/3/2026). Italia akan menghadapi Irlandia Utara dalam babak playoff penyisihan Piala Dunia 2026 di Stadion Arena New Balance, Bergamo, Jumat (27/3/2025) pukul 02.45 WIB.

Namun, di tengah keterbatasan itu, Italia wajib menaklukkan Irlandia Utara di Stadion Arena New Balance, Bergamo, Jumat (27/3/2025) pukul 02.45 WIB, lalu memenangi duel antara pemenang laga Wales kontra Bosnia demi kembali tampil di Piala Dunia. Situasi itu diakui Gattuso menghadirkan kegugupan di dalam skuad Italia.

”Tidak bisa dimungkiri ada kegugupan. Hanya orang tanpa aliran darah yang tidak merasakan itu. Namun, kami wajib menjalankan tugas yang baik untuk mengubah situasi itu menjadi hal positif,” tutur Gattuso dalam konferensi pers, Selasa (24/3/2026) malam waktu setempat atau Rabu (25/3/2026) dini hari WIB.

Harapan untuk lolos ke Amerika Utara 2026 disampaikan oleh seluruh publik Italia. Pemerintah Italia berharap Gli Azzurri mampu memenuhi ekspektasi seluruh negeri.

”Dari setiap generasi masyarakat Italia, Piala Dunia adalah waktu ketika bangsa berkumpul bersama dan mengibarkan bendera kami. Spirit nasional kami sekarang telah melampaui sepak bola, tetapi tetap menyaksikan tim di Piala Dunia adalah momen penting untuk memberikan pendukung muda perasaan yang dialami oleh generasi sebelumnya,” tutur Menteri Olahraga Italia Andrea Abodi kepada La Stampa.

Jika lolos ke Piala Dunia 2026, Italia sudah dinanti untuk bergabung di Grup B. Mereka akan bertarung dengan tuan rumah, Kanada, juga Qatar dan Swiss.

Pemain Timnas Indonesia Sandy Walsh (belakang) menempel ketat pemain Irak Ahmed Yahya dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (6/6/2024). Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Melawan perang

Ketika Italia menghadapi kutukan, Irak justru harus melawan situasi perang sebelum berduel di babak playoff. Duta Asia itu harus lebih dulu mencari cara untuk berangkat menuju Guadalupe, Meksiko, di tengah situasi perang di Timur Tengah.

Misil-misil yang berterbangan di langit Jazirah Arab akibat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran nyaris menguapkan mimpi Irak ke Piala Dunia sebelum menuju Meksiko. Padahal, Irak hanya butuh satu kemenangan untuk mengakhiri penantian selama 40 tahun untuk berkompetisi di pentas dunia.

Irak menunggu pemenang laga Bolivia versus Suriname yang berlangsung di Stadion BBVA, Jumat (27/3/2026) pukul 05.00 WIB. Setelah itu, laga Irak akan digelar pada Rabu (1/4/2026) pukul 09.00 WIB.

Presiden Asosiasi Sepak Bola Irak (IFA) Adnan Dirjal mengakui timnya harus bekerja ekstra keras untuk mempersiapkan skuad. Tidak hanya harus mencari penerbangan ideal demi keselamatan tim, Dirjal juga harus membujuk klub-klub pemilik pemain, termasuk klub Eropa.

Pemain Timnas Indonesia Thom Haye (kanan) mempertahankan bola dari kawalan pemain Irak Ahmed Yahya dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (6/6/2024). Kompas/Riza Fathoni (RZF)

”Setelah melalui komunikasi intensif, beberapa klub akhirnya bersedia memfasilitasi para pemain mereka untuk bergabung dengan timnas. Kami tiba di Meksiko dengan pesawat privat,” ujar Dirjal.

Andai lolos playoff, Irak akan kembali tampil di Piala Dunia sejak edisi Meksiko 1986. Mereka sudah ditunggu tiga kontestan Grup I, yakni Perancis, Norwegia, dan Senegal.

Satu jatah tiket babak utama dari playoff interkonfederasi lain diperebutkan oleh Kaledonia Baru, Jamaika, atau Kongo. (AP/AFP).


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra