BULU TANGKIS

Final Beruntun Fajar/Fikri

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri meneruskan langkah di China Terbuka dengan mencapai final. Mereka berpeluang menjuarai dua turnamen beruntun.

25 Jul 2026 22:20 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

CHANGZHOU, SABTU — Untuk pertama kali pada 2026, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menembus final dalam dua turnamen secara berturut-turut. Final turnamen bulu tangkis China Terbuka juga menjadi final beruntun setelah mereka juara pada 2025.

Final itu akan dijalani ganda putra terbaik Indonesia tersebut di Olympic Sports Centre Gymnasium, Changzhou, Minggu (26/7/2026), setelah memenangi semifinal menegangkan melawan wakil tuan rumah, Sabtu. Fajar/Fikri mengalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang dengan skor 21-19, 14-21, 21-19.

Kemenangan itu mengulang momen pada turnamen yang sama, setahun lalu, ketika Fajar/Fikri mengalahkan Liang/Wang dalam dua gim. Saat itu, China Terbuka menjadi turnamen kedua Fajar/Fikri, setelah Jepang Terbuka, sejak berpasangan.

Mereka kalah pada perempat final di Jepang, lalu menjadi juara di China dengan mengalahkan pasangan top dunia, seperti Liang/Wang, Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan), dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia).

Quote

Kembali ke final China Terbuka dan final kedua selama dua minggu berturut-turut ini berkat saling percaya. Saya percaya Fikri, begitu pun sebaliknya.

Fajar Alfian memotong pukulan lawan di depan net  pada semifinal ganda putra turnamen China Terbuka di Changzhou, Sabtu (25/7/2026). Fajar/Muhammad Shohibul Fikri menang atas Liang Wei Keng/Wang Chang (China).

Setelah momen China Terbuka, duet pemain asal klub SGS Bandung itu menembus persaingan ganda putra level tinggi, di antaranya saat mencapai final beruntun di Korea Terbuka, Denmark Terbuka, dan Perancis Terbuka, meski tanpa gelar juara.

Pada awal hingga pertengahan 2026, perjalanan Fajar/Fikri tak semulus tahun lalu dengan tersingkir awal pada turnamen bergengsi, yaitu babak kedua All England dan babak pertama Indonesia Terbuka. Setelah gagal menunjukkan performa terbaik di depan publik sendiri, jeda sekitar sebulan setelah Indonesia Terbuka digunakan untuk memoles kemampuan dan kepercayaan diri hingga bisa tampil dalam final dua ajang beruntun di Tur Asia.

”Kembali ke final China Terbuka dan final kedua selama dua minggu berturut-turut ini berkat saling percaya. Saya percaya Fikri, begitu pun sebaliknya. Kami juga selalu percaya dengan semua yang ada di dalam tim,” komentar Fajar.

Semifinal di Changzhou menjadi pertemuan keenam Fajar/Fikri dengan peraih medali perak Olimpiade Paris 2024 tersebut. Tak seperti pertemuan sebelumnya di semifinal Singapura Terbuka, yang dimenangi Fajar/Fikri dengan skor 23-21, 21-4, kali ini perebutan setiap poin berlangsung lebih ketat.

Tiga pukulan awal, baik dalam posisi servis maupun menerima servis, menjadi penentu dalam pertandingan ganda putra beritme cepat, terutama dalam momen kritis menjelang akhir gim pertama dan ketiga. Dua poin terakhir Fajar/Fikri pada gim pertama setelah skor 19-19 didapat melalui servis Fajar yang sulit dikembalikan dengan baik oleh lawan karena kok meluncur tipis di atas net.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri tampil pada semifinal ganda putra turnamen China Terbuka di Changzhou, Sabtu (25/7/2026). Fajar/Fikri lolos ke final.

Fajar/Fikri mendapat match point ketika kok dari pengembalian servis Liang tak melewati net. Adapun poin kemenangan diraih setelah Wang tak dapat mengembalikan servis Fajar dengan baik sehingga bisa dimanfaatkan Fajar/Fikri untuk langsung menekan.

Ganda putra Indonesia peringkat kedua dunia itu kehilangan gim kedua karena tak bisa keluar dari tekanan lawan, sementara persaingan pada gim penentuan berlangsung bak roller coaster. Fajar/Fikri unggul dengan selisih terjauh di posisi 14-8, tetapi disalip lawan menjadi 15-16. Sejak momen ini, salip-menyalip poin pun terjadi. Penonton berteriak dan bertepuk tangan riuh saat Liang/Wang mendapat poin dan diam ketika terjadi situasi sebaliknya.

Sesaat setelah mendapat poin terakhir, ketika kok dari pukulan net Wang tak melewati net, Fajar dan Fikri telentang di lapangan, melepas lega setelah melalui persaingan ketat pada akhir gim penentuan. Bagi penonton, persaingan sejak poin 18-18 juga menjadi pertunjukan menegangkan. Stadion langsung hening ketika jagoan publik China kalah.

Muhammad Shohibul Fikri bertahan dari serangan lawan pada semifinal ganda putra turnamen China Terbuka di Changzhou, Sabtu (25/7/2026). Fajar Alfian/Fikri menang atas Liang Wei Keng/Wang Chang (China).

”Berbeda jauh dengan pertemuan terakhir di Singapura Terbuka, di depan publik sendiri, Liang/Wang punya semangat juang luar biasa. Ketinggalan berapa pun mereka selalu berusaha. Saya pun membuat banyak kesalahan sehingga momentum berpindah ke mereka. Tetapi, alhamdulillah, kami bisa unggul di poin-poin kritis,” tutur Fikri.

Di final, Fajar/Fikri akan berhadapan dengan Kim Won-ho/Seo Seung-jae (Korea Selatan) yang menang atas Ben Lane/Sean Vendy (Inggris). Kim/Seo, ganda putra nomor satu dunia, adalah pemain yang dikalahkan Fajar/Fikri dalam final Jepang Terbuka.

Final beruntun Akane Yamaguchi

Di tunggal putri, Akane Yamaguchi (Jepang) memperlihatkan konsistensi penampilannya pada tahun ini dengan mencapai final dalam enam turnamen beruntun sejak Mei. Dari lima final sebelumnya, Yamaguchi menjadi juara di Thailand dan Australia Terbuka. Kekalahan di Singapura dan Indonesia dialami dari An Se-young (Korea Selatan). Adapun di hadapan pendukungnya sendiri, di Jepang Terbuka, Yamaguchi kalah dari Pusarla V Sindhu (India).

Japan's Akane Yamaguchi hits a return to China's Wang Zhiyi during their women's singles semifinal match at the China Open badminton tournament in Changzhou, eastern China's Jiangsu province on July 25, 2026. (Photo by CN-STR / AFP) / China OUT

”Saya sangat kecewa dengan kekalahan di Jepang Terbuka sehingga tidak berpikir bisa kembali ke final secepat mungkin. Saya hanya fokus pada setiap pertandingan sejak babak pertama dan senang bisa lolos ke final,” kata Yamaguchi, dalam laman resmi BWF, setelah mengalahkan Wang Zhi Yi (China) di semifinal, 21-10, 6-21, 21-16. Wang adalah juara dalam dua tahun terakhir.

Tantangan bagi Yamaguchi untuk meraih gelar kedua di China Terbuka setelah 2017 adalah atlet tuan rumah lainnya, Chen Yu Fei, yang menang atas Tomoka Miyazaki (Jepang), 21-17, 21-15. Chen dan Yamaguchi telah menciptakan persaingan panjang dengan 37 kali bertemu sejak era yunior pada 2019. Yamaguchi unggul 23-14, termasuk dalam pertemuan terakhir di final Thailand Terbuka.

France's Toma Junior Popov hits a return to Canada's Victor Lai during men's singles semi-final match at the China Open badminton open in Changzhou, eastern China's Jiangsu province on July 25, 2026. (Photo by CN-STR / AFP) / China OUT

Sementara Toma Junior Popov (Perancis) mencapai final turnamen Super 1000 untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Victor Lai (Kanada), 14-21, 21-12, 21-15. Popov, salah satu pemain yang membawa Perancis ke final Piala Thomas 2026, selama ini baru mencapai final turnamen kecil, Super 100 dan 300. Tantangannya untuk meraih gelar pertama dari turnamen besar adalah Chou Tien Chen (Taiwan).

China dipastikan mendapat gelar ganda campuran dengan akan terjadinya final sesama pasangan tuan rumah, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui dan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Adapun gelar juara ganda putri diperebutkan juara bertahan Liu Sheng Shu/Tan Ning (China) dan Yuki Fukushima/Mayu Maatsumoto (Jepang).


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar