Final Four Proliga 2025, Adaptasi Cepat Menentukan Kemenangan

Saat sudah memasuki babak empat besar Proliga 2025, kecepatan adaptasi pemain dengan taktik dan kekuatan baru tim jadi pembeda sekaligus penentu kemenangan.

18 Apr 2025 07:00 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Kemampuan pemain lokal dan asing beradaptasi dengan permainan satu sama lain serta menciptakan harmoni di tim menjadi salah satu faktor penting mengarungi final four Proliga 2025. Tidak hanya jadi pembeda, adaptasi cepat juga menentukan kemenangan.

Tim bola voli putri Jakarta Pertamina Enduro membuktikan hal tersebut. Pertamina Enduro mengawali babak empat besar Proliga 2025 dengan melawan Jakarta Electric PLN pada Kamis (17/4/2025) di GOR Kediri, Jawa Timur, dengan hasil positif.

Pemain asing Jakarta Pertamina Enduro, Jordan Thompson (Amerika Serikat) dan Yana Shcherban (Rusia), mampu beradaptasi dengan permainan pemain lokal Pertamina Enduro. Thompson, yang bahkan 24 jam sebelumnya baru tiba di Indonesia langsung klop dengan tim kendati belum sempat berlatih bersama.

Sejak set pertama dalam laga kontra Jakarta Electric PLN, Thompson langsung menunjukkan permainan kelas dunia. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 dan perunggu Olimpiade Paris 2024 bersama timnas putri Amerika Serikat ini mempertontonkan pukulan keras dan tajam.

Pemain asing Jakarta Pertamina Enduro, Jordan Thompson, merayakan keberhasilan mencetak poin dengan rekan setimnya, Junaida Santi, saat melawan Jakarta Electric PLN pada laga perdana babak final four Proliga 2025, Rabu (17/4/2025), di GOR Kediri, Jawa Timur,

Tak heran, opposite berusia 27 tahun ini mampu menyumbang hingga 22 poin dalam kemenangan 3-1 (25-20, 28-26, 20-25, 25-23) itu. Thompson menjadi pencetak poin terbanyak dalam laga tersebut.

Thompson pun menciptakan kombinasi sempurna dengan para pemain lokal, termasuk setter Tisya Amalia dan outside hitter Junaida Santi. Bahkan, Santi mampu membuntuti perolehan poin Thompson dengan menghasilkan 18 poin.

Adapun Thompson merupakan satu dari sejumlah pemain asing yang sengaja didatangkan tim untuk mendongkrak performa mereka pada final four Proliga 2025. Setiap tim memang diperbolehkan melakukan pergantian dua pemain asingnya hingga sebelum babak final four.

Maka, sebagian besar tim berlomba-lomba mendatangkan pemain asing terbaik pilihan mereka untuk mengarungi persaingan babak empat besar tersebut. Namun, tak semua pemain asing bisa langsung menyatu dengan permainan tim.

Quote

Selain cuaca panas, pemain asing kami belum bisa beradaptasi secara penuh.

Duel Jakarta Pertamina Enduro (jersei merah) melawan Jakarta Electric PLN pada laga perdana babak final four Proliga 2025, Rabu (17/4/2025), di GOR Kediri, Jawa Timur,

Tidak semua pemain lokal juga bisa langsung beradaptasi dengan pemain anyar, terutama apabila pemain tersebut level dunia. Hal ini yang kemudian menjadi pembeda tiap tim pada babak empat besar.

Jakarta Electric PLN, misalnya, masih kesulitan untuk membangun harmoni dalam tim. Pemain asing mereka yang merupakan rekan setim Thompson di timnas AS, Kelsey Robinson, masih belum bisa ”nyetel” dengan tim. Alhasil, dia beberapa kali melakukan kesalahan, terutama pada dua set pertama.

”Selain cuaca panas, pemain asing kami belum bisa beradaptasi secara penuh,” tutur kapten Jakarta Electric PLN, Agustin Wulandhari, saat ditanya kesulitan dalam laga kontra Pertamina Enduro.

Electric PLN memiliki waktu dua hari untuk mematangkan kerja sama tim sebelum melanjutkan babak final four pada Minggu (20/4/2025). Tantangan mereka akan lebih berat karena bertemu juara fase reguler, Jakarta Popsivo Polwan.

infografik Final Four Proliga 2025
infografik Final Four Proliga 2025-Jakarta Electric PLN

Sementara itu, Pelatih Pertamina Enduro Bullent Karslioglu tidak puas dengan penampilan anak-anak asuhnya kendati berhasil meraih kemenangan. Menurut Karslioglu, pemain masih belum tampil maksimal, termasuk Thompson.

Meskipun bisa menepati janjinya untuk tampil sejak laga perdana dan membantu tim meraih kemenangan, Thompson juga mengaku belum bisa menikmati pertandingan. Terlebih, cuaca yang panas di Kediri turut menguras energinya.

Thompson dan rekan setim di Pertamina Enduro akan kembali berlaga pada Sabtu (19/4/2025). Mereka akan menantang Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia, tim yang dihuni salah satu pebola voli putri terbaik Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi.

Pada sektor putra, juara bertahan Proliga, Jakarta Bhayangkara Presisi, berhasil memetik hasil positif saat berhadapan dengan Surabaya Samator. Bhayangkara presisi menang 3-0 (25-13, 25-21, 25-20) pada laga kedua final four.

Duel Jakarta Bhayangkara Presisi (jersei hitam) melawan Surabaya Samator pada laga kedua babak final four Proliga 2025, Rabu (17/4/2025), di GOR Kediri, Jawa Timur,

Seperti Pertamina Enduro, Bhayangkara Presisi juga menyoroti penampilan pemain asingnya, Kyle Rusell dan Leonardo Leyva Martinez, dalam kemenangan tersebut. Menurut Pelatih Bhayangkara Presisi Reidel Toiran, keduanya belum beradaptasi dengan baik.

Meski begitu, Toiran optimistis Rusell dan Martinez akan segera menyatu dengan permainan tim. Dengan demikian, penampilan Bhayangkara Presisi pun semakin impresif pada laga-laga selanjutnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto