Final Kedua Beruntun Rehan/Gloria

Rehan/Gloria mencapai final Orleans Masters setelah sepekan sebelumnya tampil di final Jerman Terbuka. Mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia sejak semifinal.

08 Mar 2025 20:38 WIB · Olahraga

Oleh Yulia Sapthiani

ORLEANS, SABTU — Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja menjalani masa-masa awal sebagai pasangan ganda campuran dengan baik. Dari tiga turnamen, mereka tampil di final dua kali beruntun.

Dua final itu dijalani dalam tur Eropa pada Maret. Setelah mencapai laga puncak di Jerman Terbuka, 28 Februari-2 Maret, Rehan/Gloria mencapai tahap yang sama di Orleans Masters, Perancis, pekan ini. Mereka memiliki kesempatan menebus kekalahan dalam final di Jerman dengan perebutan gelar juara Orleans Masters melawan Jesper Toft/Amelie Magelund (Denmark), Minggu (9/3/2025).

Tiket final tersebut didapat setelah Rehan/Gloria mengalahkan Lee Jong-min/Chae Yu-jung (Korea Selatan) di Palasai des Sports Jean Ros, Sabtu (8/3/2025), dengan skor 21-16, 18-21, 21-13. Adapun Toft/Magelund menang atas Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat (Thailand) 21-12, 21-16.

Laga Rehan/Gloria melawan Lee/Chae menjadi pertemuan dua pasangan baru yang mulai berduet pada tahun ini. Orleans Masters bahkan menjadi debut bagi Lee/Chae. Sementara, Rehan/Gloria bertanding bersama sejak Thailand Masters, 28 Januari-2 Februari.

Lee dan Chae adalah kombinasi pemain yunior dan senior berusia 18 dan 29 tahun. Chae adalah pemain berpengalaman dengan prestasi tertinggi menjadi juara dunia ganda campuran 2023, ketika berpasangan dengan Seo Seung-jae. Sementara Lee baru menjalani perjalanan dalam turnamen BWF World Tour pada November 2024 di Korea Masters bersama Lee Yu-lim. Adapun dalam Kejuaraan Asia Beregu Campuran di China, 11-16 Februari, Lee berkesempatan bermain bersama Jeong Na-eun.

Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke perempat final turnamen Orleans Masters di Perancis. Mereka mengalahkan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) 21-8, 21-17 pada babak kedua, Kamis (6/3/2025).

Sementara, duet Rehan/Gloria terbentuk setelah Rehan tak menjadi anggota pelatnas pada tahun ini. Sebaliknya, pasangan Gloria sebelumnya, yaitu Dejan Ferdinansyah, dipanggil PP PBSI untuk menjadi anggota tim nasional. Rehan dan Gloria pun bergabung, lalu berlatih di PB Djarum.

Seperti di Jerman Terbuka, Rehan/Gloria menjadi satu-satunya wakil Indonesia di semifinal Orleans Masters. Ganda campuran lainnya, Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, kalah dari pasangan Thailand, Oupthong/Sudjaipraparat, 11-21, 12-21, pada perempat final, Jumat. Adapun ganda putri, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, belum bisa mengimbangi pemain Korea Selatan unggulan teratas, Baek Ha-na/Lee So-hee, dan kalah 18-21, 10-21.

Bagi Rehan/Gloria, Jerman Terbuka dan Orleans Masters menjadi bagian dari persiapan untuk tampil di All England, 11-16 Maret. Kedua turnamen itu pun diikuti pemain-pemain elite yang juga akan berburu gelar All England, turnamen bulu tangkis paling prestisius.

Di Jerman misalnya, peraih emas tunggal putra Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024, Viktor Axelsen, tampil dan menjadi juara. Sementara, Orleans Masters dijadikan ajang pemanasan oleh tunggal putri nomor satu dunia yang juga peraih emas Paris 2024, An Se-young. Atlet Korea Selatan ini tampil dalam laga semifinal melawan Gao Fang Jie. Di final, pemenang laga tersebut akan berhadapan dengan Zhang Beiwein atau Chen Yu Fei.

Pebulu tangkis Korea Selatan, An Se-young, membidik kok saat menghadapi He Bing Jiao (China) pada final tunggal putri bulu tangkis Olimpiade Paris 2024 di Porte de la Chapelle Arena, Paris, Perancis, Senin (5/8/2024). Se-young menang, 21-13, 21-16, dan meraih medali emas.

Selain Lee/Chae dan An, pemain Korea Selatan tampil dalam semifinal ganda putri dan putra. Satu tiket final ganda putra, bahkan, dipastikan menjadi milik negara tersebut dengan terjadinya semifinal antara Kim Won-ho/Seo dan Ki Dong-jo/Kang Min-hyuk. Seo dan Kang adalah mantan pasangan yang menjadi juara dunia 2023.

Ketika pemain-pemain itu menjadikan Orleans Masters dan Jerman Terbuka sebagai bagian dari persiapan menuju All England, sebagian besar atlet Indonesia langsung bertolak menuju Birmingham. Mereka berangkat pada Sabtu dinihari. Di antara para atlet itu terdapat juara bertahan tunggal dan ganda putra, Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Semangat tinggi ditunjukkan semua anggota tim setelah menjalani persiapan di pelatnas bulu tangkis Cipayung, Jakarta. “Pemain berada dalam kondisi fit. Dalam persiapan, ada performa turun-naik sedikit dan itu normal. Sekarang, mereka siap bertanding,” kata pelatih ganda putra Antonius Budi Ariantho.

Antonius menuturkan, selain bekal dari latihan fisik dan teknik, hal lain yang harus dijaga atlet saat berada di Birmingham adalah fokus dan kondisi kesehatan. “Faktor non teknis harus dijaga, seperti fokus, mencukupi asupan makanan, istirahat yang bagus, dan adaptasi dengan cuaca. Apalagi, persaingan ganda putra merata. Ke-32 peserta punya kualitas yang sama,” tutur peraih perunggu ganda putra Olimpiade Atlanta 1996 besama Denny Kantono itu.

Pelatih ganda putra Indonesia, Antonius Budi Ariantho, mengawasi latihan menjelang Daihatsu Indonesia Masters 2025 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2025). Lebih dari 200 atlet dari 21 negara akan meramaikan Daihatsu Indonesia Masters yang digelar pada 21-26 Januari 2025. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 20-01-2025

Selain Fajar/Rian, ganda putra berkekuatan tiga pasangan lain, yaitu Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin, dan Sabar Karyaman Gutama/Muhammad Reza Pahlevi Isfahani.

"Persiapan kami sudah cukup maksimal dengan waktu lumayan panjang. Di sana, kami harus bisa jaga fokus dan kondisi. Semoga bisa memberikan yang terbaik,” kata Bagas yang memiliki waktu sekitar lima pekan untuk berlatih setelah tampil di Thailand Masters, akhir Januari hingga awal Februari.

Skuad ganda putra itu menjadi bagian dari 11 wakil Indonesia yang akan bersaing di All England. Di antara mereka, terdapat pemain yang akan menjalani debut dalam turnamen level Super 1000 tersebut, yaitu Sabar/Reza, Putri Kusuma Wardani, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi. Rehan/Gloria juga akan tampil di All England sebagai pasangan untuk pertama kalinya, meski pernah bermain bersama atlet lain.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra