Final Piala Super Spanyol Penuh Kecemasan Real Madrid

Meski sukses mengatasi Atletico Madrid pada semifinal Piala Super Spanyol, performa Real masih kurang meyakinkan. Mereka menatap final kontra Barcelona dengan cemas.

09 Jan 2026 06:50 WIB · Olahraga

AFP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

JEDDAH, JUMAT — Kalah telak dalam derbi Madrid pada September silam, Real Madrid membalas dengan menyingkirkan Atletico Madrid, 2-1, pada semifinal Piala Super Spanyol di Stadion Kota Olahraga Raja Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB. Kematangan Real kembali jadi tanda tanya ketika melawan tim besar. Kemenangan atas Atletico diperoleh berkat kecemerlangan individu, bukan dengan skema ideal pelatih Xabi Alonso.

Alonso patut berterima kasih kepada Federico Valverde yang tetap mampu bermain cemerlang meski tidak ditugaskan pada posisi favoritnya. Gelandang asal Uruguay itu lagi-lagi mendapat tugas sebagai bek sayap kanan mengisi posisi Dani Carvajal yang masih absen. Dalam beberapa kesempatan, Valverde menyiratkan perasaannya yang kurang nyaman bermain di sayap kanan. Namun, kapten Real itu masih bisa memberikan kontribusi di laga ini dengan mencetak gol melalui tendangan bebas pada menit ke-2.

”Gol pertama (saya) musim ini. Hari yang baik untuk mencetak gol lagi. Kita harus kritis terhadap diri sendiri. Mereka bermain lebih baik daripada kita. Kita tim yang hebat, tetapi kita harus tahu bagaimana menghadapi kesulitan dan tetap bersatu,” kata Valverde seusai laga.

Selain mencetak gol, Valverde turut berkontribusi pada gol kedua Real yang dilesakkan Rodrygo pada babak kedua. Dalam situasi transisi, Valverde dengan jeli melihat ada ruang kosong yang coba dieksploitasi Rodrygo. Setelah mampu melewati penjagaan Robin Le Normand, Rodrygo dengan mudah menaklukkan kiper Jan Oblak dari jarak dekat. Pujian juga layak diberikan kepada penyerang Gonzalo Garcia yang berusaha mengikat bek Atletico, dengan pergerakan tanpa bolanya, sehingga membuka ruang bagi Rodrygo.

Hanya saja keberhasilan unggul dua gol ini jadi awal masalah Real. Musim ini ”Los Blancos” punya kecenderungan lebih pasif dan rentan ketika berhasil mencetak gol lebih dulu, terutama melawan tim-tim yang punya materi pemain bagus. Bukannya memanfaatkan keunggulan untuk mengontrol jalannya laga, Valverde dan rekan-rekannya justru berbalik tertekan oleh para pemain Atletico yang berambisi mencetak gol balasan.

Saudi Spain Soccer Super Cup

Julian Alvarez, Giuliano Simeone, dan Marcos Llorente beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Vinicius Junior yang turun melapisi Alvaro Carreras di sayap kiri juga tidak terlalu membantu karena fokusnya lebih pada pergerakan bola, bukan pemain Atletico.

Dari sanalah Alexander Sorloth mampu mencetak gol balasan pada menit ke-58. Demi mencetak gol tambahan, para pemain Atletico lebih intens menekan dengan garis pertahanan tinggi. Mereka total melepaskan enam tembakan tepat sasaran (lebih banyak dari Real yang hanya empat tembakan) yang lima di antaranya masih bisa dimentahkan kiper Thibaut Courtois.

Pemandangan seperti itu bukanlah hal asing bagi Real semenjak ditangani Alonso, musim ini. Kecemerlangan performa individu dari para pemain, termasuk penyelamatan Courtois, telah berkali-kali menyelamatkan Real dari hasil negatif. Gaya bermain atraktif dengan menekan lawan dan operan bola-bola pendek khas Alonso semasa masih melatih Bayer Leverkusen belum terlihat di Real. 

Quote

Kami sedikit lengah setelah gol cepat. Sulit bagi kami untuk memainkan permainan kami sendiri. Kami memiliki peluang, tetapi hanya melalui serangan balik.

Alih-alih menekan, Real selalu tertekan ketika berhasil unggul lebih dulu pada laga-laga besar. Pada laga kali ini pun kecenderungan itu jelas terlihat. Para pemain Real tidak mampu meredam garis pertahanan tinggi Atletico.

Mereka juga terkesan pasrah dengan pergerakan tanpa henti dari Llorente dan Alavarez dalam menemukan celah di ruang antarlini. Akibatnya Antoine Griezmann sempat hampir mencetak gol menyambut umpan silang. Akan tetapi, Aurelien Tchouameni dengan sigap menghalau bola sebelum mencapai Griezmann.

Gelandang Atletico Madrid, Conor Gallagher, berusaha merebut bola dari penguasaan penyerang Real Madrid, Brazilian Rodrygo, dalam pertandingan semifinal Piala Super Spanyol di Stadion Kota Olahraga Raja Abdullah, Jeddah, Arab Saudi, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB.

”Kami sedikit lengah setelah gol cepat. Sulit bagi kami untuk memainkan permainan kami sendiri. Kami memiliki peluang, tetapi hanya melalui serangan balik,” ucap Valverde yang juga menjabat sebagai kapten Real.

Dengan cara bermain yang seperti itu, tidak heran jika muncul kecemasan menjelang menantang Barcelona di final. Barca saat ini sedang dalam performa terbaiknya dengan meraih sembilan kemenangan beruntun. 

Dari sembilan kemenangan itu, lima kemenangan mereka catatkan dengan nirbobol berturut-turut. Sehari sebelumnya Barca memastikan tempat di final seusai menghancurkan Athletic Bilbao lima gol tanpa balas. Performa Barca yang seperti itu jelas menimbulkan keraguan apakah Real bisa mengimbanginya.

”Kami harus menang. Tahun lalu, kami kalah di dua final melawan mereka. Mereka akan sangat ingin membalas dendam setelah el clasico liga. Kami perlu istirahat yang cukup dan memulihkan diri dengan baik,” kata Courtois.

Bukan derbi Madrid namanya jika berlangsung datar. Di pengujung laga sempat terjadi ketegangan yang melibatkan Pelatih Atletico Diego Simeone dan Vinicius. Simeone memprovokasi Vinicius yang akan diganti dengan mengatakan dirinya akan dipecat Real. Vinicius terpancing dengan aksi Simeone sehingga menyulut keributan di tepi lapangan.

Saudi Spain Soccer Super Cup

Alonso tentu mengincar hasil positif di final demi meredakan tekanan besar di pundaknya. Trofi Piala Super Spanyol setidaknya membuktikan dirinya masih layak mendapat kesempatan menangani Real. Meski berat, mengatasi Barca bukan hal yang mustahil karena Alonso sudah melakukannya di awal musim ini. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto