Finlandia-Indonesia, Berbagi Resep agar Bahagia Bersama

Hubungan kedua negara telah terjalin selama 70 tahun. Finlandia dan Indonesia bekerja sama dalam berbagai sektor, terutama kehutanan, pertambangan, dan pendidikan.

04 Mar 2025 16:04 WIB · Internasional

Oleh Elsa Emiria Leba

Bagi masyarakat awam Indonesia, Nokia dan negara paling bahagia di dunia menjadi hal pertama yang terlintas di kepala ketika berbicara tentang Finlandia. Jika ditelisik lebih jauh, Finlandia dan Indonesia sebetulnya telah mengukuhkan persahabatan kuat dalam berbagai sektor. Finlandia siap berbagi resep agar Indonesia juga lebih bahagia.

Sebagai negara maju dari Eropa utara, Finlandia selalu menjunjung filosofi bahwa sebuah negara tidak bisa berkembang sendirian. Karena itu, walau jarak jauh membentang, Finlandia dan Indonesia telah melewati 70 tahun persahabatan dengan adem ayem.

”Selama ini, kita punya gagasan yang sama mengenai mediasi perdamaian, pemeliharaan perdamaian, dan seterusnya. Dan, satu area penting, yakni kerja sama multilateral,” kata Duta Besar Finlandia untuk Indonesia Pekka Kaihilahti, di kantornya, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Sang Duta Besar telah bertugas di Indonesia selama 2,5 tahun terakhir. Kaihilahti sudah lama ingin ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Secara khusus ia belajar tentang kawasan ini semasa kuliah pascasarjana. Dia harus melanglang buana ke China, Meksiko, dan Brasil, baru akhirnya menginjakkan kaki di Jakarta.

Jika dunia mengenal Finlandia sebagai negara paling bahagia, Kaihilahti punya kesan sendiri soal Indonesia. Indonesia punya modal sosial kuat sebagai masyarakat yang menjunjung semangat gotong royong, murah hati, dan ramah.

”Jadi, saya melihat penting bagi Indonesia untuk berinvestasi pada modal manusia untuk menghindari jebakan negara berpendapatan menengah,” tuturnya.

Selain modal manusia, reformasi sosial dan ekonomi juga krusial. Finlandia tentu saja bersedia berbagi pengalaman terkait hal itu. Bagi negara ini, fondasi pembangunan bangsa adalah pemerintahan yang baik, hukum, penghormatan pada hak asasi manusia, pendidikan, dan lingkungan bisnis yang kondusif.

Para pengunjuk rasa menyalakan lilin di tengah hujan di Lapangan Senat di Pusat Helsinki di Finlandia saat unjuk rasa untuk Ukraina pada peringatan kedua invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, Sabtu (24/2/2024). AP Photo/Lehtikuva/Heikki Saukkomaa *** Local Caption *** Protesters light candles in rain at the Senate Square in Central Helsinki in Finland, Saturday, Feb. 24, 2024 during a rally for Ukraine on the second anniversary of Russia's full-scale invasion of Ukraine. (Heikki Saukkomaa/Lehtikuva via AP)

”Namun, kami sadar bahwa satu sistem tidak dapat begitu saja diimplementasikan ke negara lain. Jadi, ya, kami tidak ingin mendikte bahwa Anda juga harus melakukannya persis seperti itu,” ujar Kaihilahti.

Beragam sektor

Finlandia dan Indonesia telah bekerja sama dalam berbagai sektor, terutama kehutanan, pertambangan, dan pendidikan. Namun, Kaihilahti menjelaskan, nilai aktivitas ekonomi di antara kedua negara sebetulnya jauh lebih besar daripada perdagangan yang terjadi.

Mengutip portal Satu Data Kementerian Perdagangan, total nilai perdagangan bilateral Finlandia-Indonesia menunjukkan tren positif, yaitu sebesar 815,8 juta dollar pada 2024. Jumlah ini naik 14,41 persen dari 713 juta dollar AS pada 2023.

Menurut Kaihilahti, banyak perusahaan Finlandia beroperasi di Indonesia. Perusahaan energi Wartsila telah beroperasi di Indonesia sejak 1978. Sementara itu, Nokia pernah menguasai pasar ponsel Indonesia dan sekarang memasok teknologi telekomunikasi. Tahun lalu, Nokia berkolaborasi dengan Indosat dalam meningkatkan jaringan di wilayah terpencil.

Ada pula perusahaan Kone pembuat elevator, eskalator, dan pintu gedung otomatis serta Konecranes pembuat derek dan peralatan pengangkat. Perusahaan Finlandia memang banyak menggunakan transaksi secara bisnis-ke-bisnis (B2B) atau bisnis ke pemerintah (B2G) ketimbang bisnis-ke-konsumen (B2C).

An attendee uses a Nokia Network as Code platform remote driving system at the Nokia stand during the MWC (Mobile World Congress), the world's biggest mobile fair, in Barcelona on March 3, 2025. Surrounded by investment and innovation projects, the Mobile World Congress (MWC) kicks off today in Barcelona amid a context of euphoria but also tensions over artificial intelligence (AI), whose rapid advancement is shaking up the tech sector. (Photo by Manaure QUINTERO / AFP)

”Ya, jika Anda membandingkan Finlandia dengan negara Nordik lainnya, kami tidak punya H&M, Ikea, atau Lego. Seberapa sering Anda melihat lift, kapal mewah, atau peralatan tambang lalu berpikir ’Hm, siapa yang membuatnya ya?’” kata Kaihilahti sembari berkelakar.

Finlandia, Kaihilahti menuturkan, memang tidak pernah ngoyo memproduksi semua produk sendirian. Karena jika memaksakannya, sikap itu justru menjadi kontraproduktif.

”Kami fokus pada kekuatan kami dan bekerja sama dengan pihak lain. Misalnya, kami tidak memproduksi mobil, kami bekerja menghasilkan uang dan membeli mobil,” ujarnya.

Kaihilahti melanjutkan, kerja sama lainnya adalah pembuatan kota pintar (smart city). Dilansir dari ikn.go.id, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) telah menandatangani nota kesepahaman mengenai pembangunan kota pintar Nusantara dengan Smart City Innovation Cluster (SCIC) pada 2023.

”Kami berharap kerja sama dengan IKN hanya sebagai awal karena ada kota-kota besar lainnya di Indonesia. Sudah ada beberapa proyek kerja sama di sektor kota pintar dengan Jakarta dan Surabaya. Semoga lebih banyak lagi di masa mendatang,” ucapnya.

Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, berbicara saat ditemui di kantornya di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Program makan bergizi

Kaihilahti menambahkan, Finlandia juga bisa berbagi pengalaman soal program makanan bergizi untuk para siswa, khususnya soal perencanaan, pengadaan logistik, pengawasan, dan strategi pendanaan. Finlandia merupakan negara pertama yang menerapkan program makan gratis di sekolah. Program itu pertama kali digelar Finlandia pada 1948, saat kondisi ekonomi negeri itu tengah terpuruk.

”Kami merasa bahwa untuk mengurangi kemiskinan, akan baik untuk menyediakan setidaknya satu hidangan hangat per hari untuk anak-anak. Mereka membutuhkan energi dari makanan bergizi untuk belajar. Ini adalah investasi besar saat itu, tetapi kami memulai dengan langkah kecil,” ungkap Kaihilahti.

Finlandia memulai dengan menu sederhana. Anak-anak menyantap bubur, kentang, atau sejenisnya. Seiring waktu, program makanan sekolah berkembang sehingga menu bergizi lengkap dengan karbohidrat, protein, vitamin, dan serat. Program makan siang juga menjadi bagian dari kurikulum untuk belajar soal cara makan sehat dan tata krama di meja makan.

Di Finlandia, pemerintah daerah bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah, termasuk untuk makanan sekolah. Setiap pemda punya fleksibilitas dalam mengatur program ini. Ada sekolah yang memiliki dapur pusat, menyewa jasa katering, atau mempekerjakan satu juru masak.

Kaihilahti melanjutkan, makanan sekolah merupakan program yang melibatkan pemangku kepentingan multisektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Anak-anak bahkan terlibat untuk menyusun menu. Untuk meningkatkan efisiensi dan mencegah korupsi, Finlandia mengembangkan sejumlah sistem digital untuk logistik, perencanaan makanan, dan kontrol.

Program makanan sekolah, Kaihilahti menjelaskan, adalah bagian dari investasi modal manusia. ”Pertama, ini soal kesetaraan karena orang punya kesempatan yang sama dan kedua, ini langkah pragmatis karena kami memerlukan orang berpendidikan. Ketiga, kami bisa memastikan ibu dan ayah tetap menjadi bagian dari tenaga kerja untuk ikut memacu pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Julia Peho, Konselor Politik Kedutaan Besar Finlandia di Jakarta, menambahkan, makanan dan ekonomi daerah ikut terpacu. Makanan sekolah biasanya berasal dari produsen lokal.


Kerabat Kerja

Penulis:

Elsa Emiria Leba
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H