LIGA INGGRIS

Fluiditas Taktik Nirstriker MU, Kemenangan Bruno Fernandes

Sistem serangan MU yang sangat cair telah menjadi ancaman paling berbahaya di Liga Inggris. Belum ada tim yang mampu memecahkan teka-teki dari Michael Carrick itu.

09 Feb 2026 19:41 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Kelvin Hianusa

Nasib Manchester United berputar balik dalam sekejap. Dari tim yang sangat inkonsisten, mereka kini menjadi tim paling konsisten di Liga Inggris sejak ditangani pelatih interim Michael Carrick. Empat kemenangan beruntun melawan tim-tim kuat dengan karakter berbeda merupakan bukti nyata kebangkitan ”Si Setan Merah”.

Hanya Chelsea yang mampu menandingi tren cemerlang MU di liga. Bedanya, Chelsea menang atas tim-tim medioker, yaitu Brentford, Crystal Palace, West Ham, dan Wolverhampton Wanderers. MU lebih impresif dengan menaklukkan tiga tim ”Enam Besar” tradisional, Arsenal, Manchester City, dan Tottenham Hotspur, serta Fulham yang sering merepotkan tim besar.

Berkat tren itu, MU kini kokoh di zona empat besar dan hanya terpaut tiga poin dari peringkat ketiga Aston Villa. Mereka pun difavoritkan dalam perburuan tiket Liga Champions. ”Saya merasa baik. Saya cukup tenang dalam beberapa hal. Kami berada di posisi yang bagus,” kata Carrick soal perjalanan menuju 13 pekan terakhir, Sabtu (7/2/2026).

Hal paling menarik dari kebangkitan MU terletak di lini depan. Serangan mereka sangat variatif dan berbahaya. Terbukti, Bruno Fernandes dan rekan-rekan sudah menghasilkan 10 gol dalam empat laga terakhir. Mereka menjadi tim tersubur kedua di liga sejak Carrick mengambil alih kemudi klub, hanya kalah dari Chelsea (11 gol).

Penyerang Manchester United Matheus Cunha mencetak gol ke gawang Fulham dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris,  Minggu (2/1/2026) WIB. Cunha menggandakan keunggulan MU 2-0 pada awal paruh kedua.

Rerata produktivitas MU naik signifikan, dari 1,71 gol di era pelatih sebelumnya, Ruben Amorim, menjadi 2,5 gol. Angka itu akan lebih istimewa jika melihat konteks lawan yang dihadapi. Contohnya, mereka mampu tiga kali membobol Arsenal yang berstatus tim dengan pertahanan terbaik se-Eropa sejauh ini, di kandang lawan.

Lantas, apa yang membuat serangan MU di era Carrick lebih berbahaya? Jika dilihat dari atas kertas, sang pelatih selalu menggunakan formasi yang sama dalam seluruh kemenangan itu, yaitu 4-2-3-1, tanpa penyerang murni. Dia mengganti formasi 3-4-2-1 yang sangat diandalkan oleh pelatih sebelumnya Ruben Amorim.

Menariknya, formasi itu hanyalah sebatas teori ketika di lapangan. Para pemain MU diberikan kebebasan berimprovisasi. Tanpa melihat lembar formasi, nyaris mustahil mengetahui siapa penyerang tengah MU sebenarnya. Tiga pemain depan mereka, Fernandes, Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha, selalu bertukar posisi sesuai situasi.

Kotak penalti biasanya selalu menjadi titik fokus utama bagi tim yang ingin berburu gol. Carrick datang dengan sudut pandang berbeda. Fokus serangan MU justru berada tepat di luar kotak penalti. Mereka berusaha menciptakan kombinasi di luar untuk bisa menghukum lawan. Alhasil, tidak ada penyerang MU yang hanya menunggu pasif di kotak penalti.

Lihat saja peluang Casemiro dari tendangan jarak jauh pada awal laga versus Tottenham. Saat sang gelandang mendribel ke arah gawang lawan, tiga pemain lain  yang berada di area sentral justru mendekatinya. Cunha, Fernandes, dan Amad Diallo membuka ruang umpan untuk menciptakan kombinasi. Hanya Mbeumo yang bergerak masuk kotak penalti, itu pun dari sisi sayap.

Bournemouth's English midfielder #16 Marcus Tavernier (L) and Manchester United's Brazilian midfielder #18 Casemiro (R) go for the ball during the English Premier League football match between Manchester United and Bournemouth at Old Trafford in Manchester, north west England, on December 15, 2025. (Photo by PETER POWELL / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Skema nirstriker dengan posisi para pemain yang cair itu sangat menyulitkan tim lawan. Bek-bek tengah lawan akan kebingungan karena pemain yang dijaga mundur ke lini tengah. Jika diikuti, mereka akan menciptakan lubang besar di kotak penalti. Sementara itu, jika diam saja, MU akan unggul jumlah pemain di lini tengah dan bisa mengancam lewat tembakan spekulatif.

Kejelian Carrick patut diapresiasi. Dia mampu melihat kelebihan para pemain depan MU yang bisa tampil fleksibel dalam banyak posisi dan mengeksekusi peluang dari kotak penalti. ”Michael datang dengan ide yang tepat dengan memberikan tanggung jawab kepada para pemain, kebebasan untuk mengambil keputusan di lapangan,” kata Fernandes.

Heatmap MU

Fluiditas serangan MU menjadi berkah besar bagi Fernandes, sang gelandang kreatif. Dengan peran tak terbatas di lini serang dan pergerakan acak dan konstan para pemain, dia bisa mengekspresikan ide-ide liarnya. Fernandes tidak lagi hanya berperan sebagai pengatur tempo dan pembagi bola, seperti saat dimainkan di posisi gelandang bertahan oleh Amorim.

Wajar jika Fernandes seolah sedang terbang bebas di era Carrick. Dia sudah menghasilkan 1 gol dan 4 asis sejak kedatangan sang pelatih. Tidak satu pun laga dilewati tanpa kontribusi gol darinya. ”Kami tahu kualitas yang dimilikinya. Dia merupakan pemain tim yang bisa menciptakan momen-momen besar,” puji Carrick saat ditanya soal Fernandes.

Sistem serangan ala Carrick membuat MU tidak terhentikan sejauh ini. Momentum itu agaknya masih akan berlanjut untuk waktu yang lama. Sejauh ini belum ada tim yang bisa merespons fluiditas dari taktik nirstriker tersebut. Tidak mudah membendung Fernandes, Mbeumo, dan Cunha pada saat bersamaan. Ketiganya bisa mengancam dari lini kedua maupun kotak penalti. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase