Format Baru Liga Champions, Berkah Terselubung Raksasa Eropa

Dua raksasa Eropa merasakan berkah terselubung dari format baru Liga Champions. Meski sudah kalah tiga kali, kans mereka melaju ke fase gugur masih terjaga.

12 Des 2024 16:43 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Fase liga Liga Champions Eropa telah berjalan sekitar 75 persen. Ada kejutan dengan munculnya tim semenjana, Brest dan Lille, dalam delapan tim teratas. Mereka menggantikan tempat yang biasanya diisi para raksasa Eropa semacam Real Madrid dan Paris Saint-Germain. Meski kesulitan melaju ke fase gugur, format baru Liga Champions nyatanya memberikan berkah terselubung bagi para raksasa Eropa tersebut.

Dugaan sejumlah pihak bahwa format baru Liga Champions akan menimbulkan ketidakpastian sudah terbukti. Hingga pertandingan keenam, hanya Liverpool yang sudah dipastikan lolos ke babak 16 besar setelah menyapu bersih seluruh laga dengan kemenangan.

Adapun tujuh tim lainnya di posisi delapan besar klasemen masih harus berjuang hingga dua pertandingan tersisa untuk memastikan diri lolos secara otomatis mendampingi Liverpool.

Kondisi seperti itu hampir mustahil terjadi dengan format lama Liga Champions. Musim lalu, seluruh tim dibagi ke dalam delapan grup dengan diisi masing-masing empat tim. Dua tim pada tiap grup biasanya merupakan tim unggulan dan sisanya tim semenjana. Tim-tim yang lolos fase gugur biasanya sudah terlihat ketika fase penyisihan grup sudah berjalan 75 persen.

Dengan fase yang sama, kali ini situasinya masih sumir. Tim-tim tidak lagi dibagi ke dalam grup, melainkan bertemu delapan lawan yang berbeda. Perolehan poin tiap tim pun diadu dalam satu klasemen besar. Artinya, tingkat ketidakpastian lolos fase gugur jadi lebih tinggi karena setiap tim punya lebih banyak rival dalam hal adu kuat perolehan poin dan selisih gol.

Real Madrid's Italian coach Carlo Ancelotti reacts during the UEFA Champions League football match between Atalanta and Real Madrid at the Gewiss Stadium in Bergamo, on December 10, 2024. (Photo by Marco BERTORELLO / AFP)

Ketidakpastian yang lebih tinggi ini justru memberi tim yang kurang kuat peluang yang lebih besar untuk mencapai babak gugur. Contohnya adalah Brest dan Lille yang hingga pertandingan keenam masih mengamankan tempat di delapan besar teratas. Mereka memang belum pasti melaju ke fase gugur, tetapi kans mereka jauh lebih besar dibandingkan Real, City, dan PSG sebagai tim raksasa Eropa.

“Tentu saja kompetisi belum berakhir. Bagaimana pun, yang pasti adalah bahwa pada pertandingan berikutnya, kami akan sekali lagi mencoba meraih poin, dan mengapa tidak (mungkin untuk) mengincar posisi 8 besar itu,” kata Pelatih Brest, Eric Roy, usai mengalahkan PSV Eindhoven, Kamis (12/12/2024) dini hari.

Meski format baru Liga Champions seakan merugikan para raksasa Eropa seiring tingginya ketidakpastian, nyatanya ada berkah terselubung yang turut dirasakan. Real dan PSG, misalnya, menjadi tim yang diuntungkan dengan format baru Liga Champions.

Sejauh ini dua raksasa Eropa itu telah menelan tiga kekalahan. Posisi mereka di klasemen pun masih di luar zona delapan besar, yang artinya perlu memenangkan dua laga terakhir demi mengamankan tiket fase gugur.

Walau telah menelan tiga kekalahan, Real dan PSG setidaknya masih punya peluang besar untuk lolos. Hal ini sulit didapatkan ketika Liga Champions masih menggunakan format lama.

Para pemain Paris Saint-Germain merayakan gol Goncalo Ramos (kiri) ke gawang Salzburg pada laga Liga Champions, Rabu (11/12/2024) dini hari WIB.

Dalam format lama, tim-tim hanya akan bertanding sebanyak enam kali. Tiga laga di kandang dan tiga lainnya di markas lawan. Menelan tiga kekalahan pada format lama Liga Champions sama saja peluang untuk lolos dari fase penyisihan grup menjadi sangat rendah.

Real dan PSG kini menikmati berkah dari format baru Liga Champions. Usai menelan tiga kekalahan, Real mampu bangkit dengan menjungkalkan Atalanta, 3-2, di markasnya. Sementara itu PSG menjaga harapan setelah membekap RB Salzburg, 3-0.

“Kemenangan ini menjadi angin segar karena memungkinkan kami untuk mempersiapkan diri dengan baik untuk (dua) pertandingan Liga Champions pada bulan Januari. Saya harap kami memiliki lebih banyak pemain dan kami merasa lebih rileks hari ini daripada kemarin,” ujar Carlo Ancelotti, pelatih Real Madrid.

Bertambahnya jumlah laga yang harus dijalani Real dengan format baru ini memang menghadirkan kerugian bagi pemain. Namun, di sisi lain mereka ternyata juga memetik berkah. Kalah tiga kali pada fase liga tidak seketika membuat kans melaju ke fase gugur lenyap.

TOPSHOT - Paris Saint-Germain's Spanish headcoach Luis Enrique eyes the ball during the UEFA Champions League football match between FC RB Salzburg and Paris Saint-Germain in Salzburg, Austria on December 10, 2024. (Photo by Franck FIFE / AFP)

Di sisi lain, Pelatih PSG Luis Enrique menilai timnya masih perlu bekerja keras untuk memastikan tiket lolos. Pelatih asal Spanyol itu tidak merasakan ada keuntungan yang diperoleh PSG dengan format baru Liga Champions, meski sudah menelan tiga kekalahan dan belum tersingkir.

PSG sementara berada di peringkat ke-25 klasemen, di luar zona lolos ke playoff babak gugur. Hanya tim peringkat 9 hingga 24 yang berhak memperebutkan tiket ke babak 16 besar melalui jalur playoff, mendampingi delapan tim peringkat teratas klasemen yang lolos langsung.

“Sepak bola adalah olahraga yang cukup tidak adil. Klasifikasinya cukup ketat, satu gol dapat membuat perbedaan dan kami masih memiliki dua pertandingan penting di depan. Kami masih bisa tersingkir,” kata Enrique. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .