PIALA THOMAS DAN UBER

Formula Ampuh Tiga Tunggal Putra Perancis

Perancis membuat sejarah dalam kejuaraan bulu tangkis Piala Thomas dengan lolos ke semifinal. Kemenangan tiga tunggal beruntun lagi-lagi menjadi kunci.

02 Mei 2026 11:19 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Yulia Sapthiani

HORSENS, JUMAT — Kekuatan merata pada tiga tunggal putra dan bisa memenangi nomor tersebut dalam tiga laga beruntun membuat Perancis melaju ke semifinal kejuaraan Piala Thomas. Maka, siapa pun yang bertekad mengalahkan Perancis harus punya atlet-atlet tunggal putra solid.

Tiga tunggal putra yang memenangi tiga partai pertama mengantarkan Perancis pada kemenangan atas Jepang dalam perempat final Piala Thomas 2026 di Forum Horsens, Horsens, Denmark, Jumat (1/5/2026) waktu setempat. Perancis menang 3-0 melalui Christo Popov, Alex Lanier, dan Toma Junior Popov, hingga dua laga ganda putra tak perlu dimainkan.

Pada semifinal, Sabtu (2/5/2026) tengah malam waktu setempat atau Minggu (3/5/2026) dini hari waktu Indonesia, Perancis akan berhadapan dengan India. Pada semifinal lainnya, Denmark melawan juara bertahan China. Tahun ini pun menjadi momen pertama ketika dua tim asal Eropa tampil pada semifinal Piala Thomas.

Sebelum empat tim putra bertanding, empat tim putri memperebutkan tiket final Piala Uber. China akan melawan Jepang, sementara Indonesia menantang Korea Selatan.

Atlet-atlet Perancis menyambut kemenangan Toma Junior Popov pada partai ketiga perempat final Piala Thomas antara Perancis dan Jepang. Di Horsens, Denmark, Jumat (1/5/2026), Perancis menang 3-0 atas Jepang.

Christo, Lanier, dan Toma menang atas lawan-lawan yang unggul dalam pertemuan lain dengan mereka. Christo tertinggal 2-3 dari Kodai Naraoka, tetapi menang 21-17, 21-17 di Horsens.

Lanier, yang selalu kalah dalam tiga pertandingan sebelumnya (0-3) dari Yushi Tanaka, kali ini menang 21-15, 21-17. Adapun Toma menang untuk pertama kalinya, dengan skor 21-19, 23-21, atas Koki Watanabe setelah dua kali kalah (0-2).

”Saat harus berhadapan dengan Kodai, Anda tahu harus siap menjalani laga panjang dan dia tidak akan pernah membuat kesalahan yang mudah. Kodai akan membuatmu terus berlari, banyak berkeringat, dan saya sudah siap untuk itu,” ujar Christo dalam laman resmi BWF.

Setelah Lanier menang tanpa hambatan besar dari Tanaka, Toma harus bekerja keras untuk menambah keunggulan yang diraih adiknya dan Lanier. Toma tertinggal 7-11 pada gim pertama sebelum berbalik unggul. Pada gim kedua, dia unggul jauh 13-6, tetapi Watanabe mempersulitnya sejak skor 15-15.

Selebrasi tunggal putra Perancis Toma Junior Popov setelah mengalahkan Anthony Sinisuka Gintingn pada pertandingan penyisihan grup Olimpiade Paris 2024 di i Stadion La Chapele Arena, pada Rabu (31/7/2024). Anthony menyerah 19-21, 21-17, 15-21. **France's Toma Junior Popov celebrates his win against Indonesia's Anthony Sinisuka Ginting in their men's singles badminton group stage match during the Paris 2024 Olympic Games at Porte de la Chapelle Arena in Paris on July 31, 2024. (Photo by Luis TATO / AFP)

”Saya sebenarnya ingin menangis, tetapi tidak bisa karena terlalu gembira. Tak ada lagi energi tersisa karena saya sudah memberikan segalanya di lapangan. Kami membuat sejarah dengan mengalahkan Indonesia dan saat ini menambah sejarah itu dengan meraih medali untuk pertama kalinya,” tutur Toma.

Selain Jepang, Indonesia adalah tim kuat lain yang menjadi korban formula tiga tunggal beruntun dari Perancis. Dalam penentuan tim-tim yang lolos ke perempat final di Grup D, Indonesia kalah 1-4 dari Perancis yang didahului tiga kekalahan beruntun dari nomor tunggal di partai pertama hingga ketiga. Kekalahan dialami Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Anthony Sinisuka Ginting, masing-masing, dari Christo, Lanier, dan Toma.

Hanya Thailand yang bisa mengalahkan Perancis, yaitu pada laga pertama Grup D. Dengan formasi dan urutan pertandingan yang sama di tim Perancis, Thailand memenangi dua laga pertama melalui Kunlavut Vitidsarn dan Panitchahon Teeraratsakul. Thailand menang 4-1.

Eloi Adam/Leo Rossi, wakil Perancis, merayakan kemenangan atas ganda Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, pada penyisihan Grup D Piala Thomas di Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026). Indonesia kalah 1-4 dan Perancis melaju ke perempat final.

Perjalanan Thailand dihentikan Denmark 1-3 di perempat final, sedangkan Perancis melaju. Perancis akan mendapat medali untuk pertama kalinya, minimal perunggu, karena akan menjadi empat tim yang berdiri di podium pada hari terakhir turnamen, Minggu. Mereka meraih hasil ini tak lama setelah debut dalam putaran final Piala Thomas di New Delhi 2014 dan mencapai perempat final.

Setelah itu, hasil Perancis turun-naik karena tersingkir pada penyisihan grup di Kunshan 2016, kalah pada perempat final Bangkok 2018, dan tersingkir lagi di penyisihan grup Aarhus 2020. Di Aarhus inilah, trio Christo, Lanier, dan Toma, yang saat ini berada di jajaran ranking 20 besar dunia, mulai menjadi andalan. Tak seperti di Indonesia, mereka adalah pemain-pemain profesional yang berlatih dan mengikuti pertandingan atas biaya sendiri.

Di Chengdu 2024, Perancis tak ikut bersaing meski seharusnya bisa tampil sebagai finalis Kejuaraan Eropa. Namun, Perancis memutuskan tidak mengirimkan tim ke Piala Thomas dan Uber 2024 dengan alasan mempersiapkan diri untuk ajang yang lebih besar, Olimpiade Paris 2024.

Perancis bisa melangkah lebih jauh di Horsens jika Christo dan kawan-kawan tetap solid untuk mengalahkan India yang memiliki Lakshya Sen, Ayush Shetty, dan Kidambi Srikanth atau H.S Prannoy di tunggal. Nomor tunggal di laga-laga awal akan krusial bagi Perancis karena India memiliki ganda kuat, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Pemain Perancis Alex Lanier mengembalikan kok ke pemain Taiwan Chou Tien-chen pada laga final Jepang Terbuka di Yokohama Arena, Yokohama, Jepang, Minggu (25/8/2024). Lanier menjadi juara setelah megalahkan Chou dengan skor 21-17, 22-20.

Urutan tiga tunggal lalu dua ganda hampir pasti akan dipakai lagi karena Christo dan Toma selalu diandalkan bermain pada nomor tunggal dan ganda. Sesuai peraturan BWF, ketika atlet bermain dalam dua pertandingan, nomor tunggal harus didahulukan.

Jika tak ada atlet dari kedua tim yang bermain rangkap, urutan pertandingan yang diterapkan adalah skenario pertama, yaitu tunggal pertama, ganda pertama, tunggal kedua, ganda kedua, dan tunggal ketiga. Selain itu, ada enam skenario lain yang bisa dipakai berdasarkan susunan atlet yang diajukan kedua tim. Urutan pertandingan yang akan digunakan ini ditentukan oleh direktur turnamen.

Ganda formasi lama

Untuk menghadapi Korea Selatan, tim putri Indonesia akan menurunkan ganda putri formasi lama, Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi. Laga-laga Indonesia versus Korea Selatan serta China melawan Jepang akan digelar mulai pukul 15.00 WIB dalam semifinal Piala Uber.

Febriana/Amallia menjadi ganda putri pertama dan akan tampil melawan pasangan ranking ketiga dunia, Lee So-hee/Baek Ha-na. Adapun pada ganda kedua, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum akan berhadapan dengan Jeong Na Eun/Kim Hye Jeong.

Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi tersingkir di perempat final Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis. Mereka kalah dari Rin Iwanaga/Kie Nakanishi di Adidas Arena, Paris, Perancis, Jumat (29/8/2025).

”Pemilihan dua pasangan untuk melawan Korea yang akan saya turunkan ini sudah yang terbaik setelah melalui observasi dan diskusi dengan seluruh tim pendukung berdasarkan hasil latihan terakhir. Kenapa Ana/Tiwi dikembalikan? Karena memang mereka yang paling siap saat ini, sementara Fadia (Siti Fadia Silva Ramadhanti) dan Trias (Meilysa Trias Puspitasari) tidak dalam kondisi terbaiknya,” ujar Karel Mainaky, pelatih ganda putri Indonesia.

Febriana/Amallia berpasangan sejak 2019 dan dipisahkan pada 2025. Febriana berpasangan dengan Meilysa. Sementara setelah bergonta-ganti partner, Amallia bermain bersama Fadia sejak Januari 2026.

Saat berduet, Febriana/Amallia tiga kali bertemu Lee/Baek. Febriana/Amallia dua kali kalah, tetapi memenangi pertemuan terakhir di Kejuaraan Dunia 2025.

Untuk berusaha mendapatkan poin dari nomor tunggal, ”Merah Putih” mengandalkan Putri Kusuma Wardani, Thalita Ramadhani Wiryawan, dan Ester Nurumi Tri Wardoyo.

Selain memberi apresiasi, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Eng Hian berpesan agar Putri dan kawan-kawan berjuang semaksimal mungkin.

”Semifinal bertemu Korea pastinya tidak mudah. Berdasarkan peringkat, tim Korea lebih unggul tapi kita harus tetap tampil all out, berani, dan bisa mengeluarkan kemampuan yang terbaik. Semoga adik-adik bisa tenang dan menikmati pertandingan," kata Eng Hian.

Susunan Pemain Semifinal Piala Uber Indonesia-Korea Selatan

Putri Kusuma Wardani vs An Se-young

Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi vs Baek Ha-na/Lee So-hee

Thalita Ramadhani Wiryawan vs Sim Yu-jin

Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Jeong Na-eun/Kim Hye-jeong

Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Kim Ga-ram


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan