PIALA THOMAS DAN UBER

Tim Indonesia Patut Waspada hingga Laga Akhir

Tim Piala Thomas Indonesia akan melawan Perancis pada laga terakhir penyisihan Grup D. Meskipun sudah dua kali menang, Indonesia tetap harus waspada.

27 Apr 2026 17:44 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

HORSENS, SENIN — Selalu menang dalam dua pertandingan menempatkan tim Indonesia pada posisi teratas Grup D dan berpeluang lolos ke perempat final Piala Thomas 2026. Namun, posisi dan peluang itu bisa hilang jika Indonesia tak tampil solid serta waspada saat melawan Perancis pada pertandingan terakhir di penyisihan grup.

Dua pertandingan di Forum Horsens, Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026), pukul 18.00 waktu setempat atau pukul 23.00 WIB memperebutkan dua tiket perempat final dari Grup D. Tiga dari empat tim dalam dua laga tersebut mempunyai peluang lolos dengan syarat menempati dua peringkat teratas.

Selain Indonesia dan Perancis, Thailand juga punya kesempatan yang sama. Thailand bahkan memiliki peluang paling besar meski menempati peringkat kedua klasemen, yaitu di bawah Indonesia, setelah menjalani dua pertandingan.

Kans itu muncul karena Kunlavut Vitidsarn dan kawan-kawan akan berhadapan dengan Aljazair, tim terlemah di Grup D yang telah dipastikan tersingkir karena sudah dua kali kalah.

Dengan asumsi Thailand menang atas Aljazair, bahkan memungkinkan dengan skor 5-0, maka persaingan lebih ketat untuk meneruskan langkah ke fase sistem gugur akan terjadi antara Indonesia dan Perancis. Skenario paling sederhana bagi Indonesia untuk lolos adalah menang.

Klasemen Grup D Piala Thomas 2026 setelah dua pertandingan.

Penghitungan matematis masih memungkinkan Fajar Alfian dan kawan-kawan tersingkir, terutama jika kalah lebih dari tiga partai. Jika ini terjadi, tiket perempat final akan dimiliki Thailand dan Perancis.

Indonesia juga masih bisa melaju meski kalah dengan maksimal kekalahan dalam tiga partai (2-3). Jika skenario itu tercipta, Indonesia akan menjadi perempat finalis sebagai peringkat kedua Grup D.

Namun, apa pun skenario yang bisa meloloskan tim ”Merah Putih”, menang adalah jalan paling aman. Artinya, setiap atlet yang dipercaya bertanding harus punya mental tangguh karena setiap pertandingan akan menentukan.

Quote

Saya berpesan kepada setiap pelatih untuk memastikan bahwa atlet yang diturunkan pada setiap fase adalah yang paling siap kondisinya, baik dari segi fisik maupun mental bertanding. (Eng Hian)

Mereka juga harus siap berhadapan dengan urutan pertandingan tiga tunggal, lalu dua ganda, seperti ketika Perancis melawan Thailand. Urutan tersebut sangat mungkin ditetapkan kembali oleh Direktur Turnamen mengingat Perancis memiliki Christo Popov dan Toma Junior Popov yang diandalkan bermain di tunggal dan ganda.

Berdasarkan peraturan BWF, ketika ada atlet yang tampil dalam dua pertandingan, laga nomor tunggal akan didahulukan.

Jonatan Christie melancarkan forehand saat berhadapan dengan Kunlavut Vitidsarn pada partai pertama Indonesia melawan Thailand dalam babak penyisihan Grup D Piala Thomas di Horsens, Denmark, Minggu (26/4/2026). Jonatan kalah dalam tiga gim.

Faktor mental

Indra Widjaja, pelatih tunggal putra Indonesia, bahkan sudah mengantisipasi hal itu sejak sebelum tim berangkat ke Denmark. Atlet-atlet Indonesia pun harus siap jika urutan tersebut diterapkan. Indra menyebut, kekompakan dan faktor mental menjadi yang utama dalam pertandingan beregu karena hasil setiap pertandingan akan memengaruhi hasil tim.

Apa pun urutannya, skuad tunggal putra harus siap meraih poin dari Christo, Alex Lanier, dan Toma sebagai tiga tunggal putra terbaik Perancis. Jonatan Christie tertinggal 1-2 dari Christo, tetapi dia memenangi pertemuan terakhir yang terjadi di perempat final India Terbuka, pada Januari. Jonatan menang 21-19, 21-19.

Persaingan antara atlet seangkatan dimungkinkan terjadi pada tunggal kedua jika Alwi Farhan bertemu Lanier. Mereka pertama kali bertemu dalam Kejuaraan Dunia Yunior 2023 dan persaingan itu berlanjut ke level BWF World Tour.

Dalam empat pertemuan, Alwi dan Lanier berbagi dua kemenangan dengan persaingan terakhir yang dimenangi Lanier pada babak pertama Malaysia Terbuka, turnamen pertama pada 2026.

Alwi Farhan bermain pada partai ketiga saat Indonesia tampil melawan Thailand pada penyisihan Grup D Piala Thomas. Di Horsens, Denmark, Minggu (26/4/2026). Alwi kalah dari Panitchaphon Teeraratsakul dan Indonesia tertinggal 1-2.

Pilihan tunggal ketiga ada pada Mohammad Zaki Ubaidillah atau Anthony Sinisuka Ginting. Anthony dan Toma memiliki statistik pertemuan 2-2 dan Anthony kalah dalam pertemuan terakhir, yaitu dalam Kejuaraan Dunia 2025 dengan skor 18-21, 21-19, 23-25.

Zaki bisa menjadi pilihan karena belum pernah bertemu Toma, tetapi pelatih harus memperhitungkan kesiapan atlet berusia 18 tahun tersebut seandainya Indonesia kehilangan dua partai awal. Apalagi, ini menjadi Piala Thomas pertama Zaki.

Jika dibandingkan atlet termuda di tim Indonesia itu, Anthony memiliki keunggulan pengalaman karena tampil dalam kejuaraan ini untuk keenam kali. Anthony menjadi bagian dari tim Indonesia ketika menjuarai Piala Thomas 2020 yang juga digelar di Denmark.

Skuad ganda putra Indonesia unggul dalam prestasi di arena BWF World Tour, tetapi tetap tak boleh melepaskan kewaspadaan. Fajar/Muhammad Shohibul Fikri belum pernah berhadapan dengan Popov bersaudara, sementara Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani menang sekali dari dua pertemuan dengan Christo/Toma.

Muhammad Shohibul Fikri melakukan jump smash pada partai ganda putra saat Indonesia melawan Aljazair pada penyisihan Grup D Piala Thomas di Forum Horsens, Denmark, Jumat (24/4/2026). Fajar Alfian/Fikri turut menyumbangkan kemenangan.

Sementara siapa pun yang ditempatkan sebagai ganda kedua memiliki keuntungan statistik pertemuan dengan Eloi Adam/Leo Rossi. Sabar/Reza unggul 2-0, sementara Raymond/Nikolaus unggul 1-0.

Namun, statistik pertemuan biasanya menjadi faktor kedua yang menjadi bahan pertimbangan pelatih untuk memilih atlet. Faktor utama adalah kesiapan atlet, terutama kesiapan mental dalam membawa tanggung jawab besar.

”Saya berpesan kepada setiap pelatih untuk memastikan bahwa atlet yang diturunkan pada setiap fase adalah yang paling siap kondisinya, baik dari segi fisik maupun mental bertanding. Atlet pun harus bermain dengan tenang, percaya diri, dan bisa menunjukkan karakter pejuang,” ujar Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Eng Hian di Horsens.

Main tanpa beban

Tim putri Indonesia juga akan menjalani pertandingan terakhir babak penyisihan Piala Uber pada Selasa, mulai pukul 23.00 WIB. Akan tetapi, berbeda dengan atlet-atlet putra, tim Indonesia akan bertanding dengan status sudah lolos sebagai perempat finalis. Maka, pertandingan melawan Taiwan akan menjadi persaingan untuk menempati posisi juara Grup C.

Putri Kusuma Wardani bermain pada  pertandingan pertama Piala Uber Indonesia melawan Australia di Forum Horsens, Denmark, Minggu (26/4/2026). Putri membuka kemenangan untuk Indonesia.

Putri Kusuma Wardani dan kawan-kawan menempati posisi teratas Grup C setelah dua kali menang atas Kanada dan Australia. Taiwan juga meraih kemenangan yang sama, tetapi kalah dalam selisih gim dari Indonesia.

”Kalau diturunkan melawan Taiwan, saya harus menyiapkan ketahanan karena kemungkinan akan bertemu Chiu Pin-Chian yang kuat dan ulet. Saya juga tidak ingin membuat banyak kesalahan. Sebagai tunggal pertama, saya pasti punya keinginan selalu menyumbangkan poin dan Indonesia menjadi juara grup,” tutur Putri.

Atlet termuda tim putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan (18), bertekad bermain tanpa beban jika diturunkan. ”Calon-calon lawan punya peringkat lebih tinggi dari saya. Jadi, saya mau main nothing to lose, bermain bagus dan tidak memikirkan menang atau kalah,” kata Thalita yang baru kali ini bermain di Piala Uber.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati